Yaumul Qorr atau Hari Tasyrik …

🎗 Yaumul Qorr atau Hari Tasyrik …

✍Pengertian Hari Tasyrik
Hari tasyrik adalah hari raya umat Islam yang jatuh sesudah Idul Adha, yakni hari ke 11,12 dan 13 pada bulan zulhijjah menurut kalender Islam. Pada hari tasyrik, jamaah yang sedang menunaikan ibadah haji sedang berada di Mina. Pada hari itu jamaah haji melempar jumrah.

Hari tasyrik berasal dari kata [شرقت الشمش] yang artinya matahari terbit dan [شَرَّقَ الشَيْءَ لِلشَّمْشِ], yang artinya menjemur sesuatu.

Umat Islam dilarang untuk berpuasa pada hari tasyrik, sebab pada hari tasyrik merupakan hari untuk makan dan minum (HR. Thabrani).

Dari Nubaisyah Al Hudzali, ia berkata bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

أيام التشريك يوم الأكل والشرب
“Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim no. 1141)
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Hari tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha (yaitu 11, 12, 13 Dzulhijjah).

Disebut tasyrik karena tasyrik itu berarti mendendeng atau menjemur daging qurban di terik matahari. Dalam hadits disebutkan, hari tasyrik adalah hari untuk memperbanyak dzikir yaitu takbir dan lainnya.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 18)

Menurut ajaran Islam, hari tasyrik adalah hari berdzikir. Zikir yang diajurkan oleh ajaran Islam pada hari tasyrik adalah berzhikir kepada Allah dengan bertakbir setelah menunaikan salat wajib. Perbuatan ini disyariatkan hingga akhir hari tasyrik, hal ini diriwayatkan dari Umar, Ali dan Ibdu Abbas.

Keutamaan Hari Tasyrik
Allah telah mengistimewakan hari tasyrik dengan menjadikannya sebagai hari-hari atau waktu yang baik utnuk berzikir. Oleh sebab itu, gunakan hari tasyrik ini untuk banyak-banyak berzikir dan mengingat Allah.

Amalan di Hari Tasyrik
Berikut ini merupakan amalan yang dianjurkan pada hari tasyrik.

Memperbanyak Zikir
Pada hari tasyrik, kita dianjurkan untuk banyak berzikir dan mengingat Allah. Selain itu, kita juga dianjurkan untuk selalu bertakbir sesuai dengan salat lima waktu. Hal ini telah dilakukan oleh sahabat Nabi. Firman Allah :

واذكروا الله في أيام معدودات
“Ingatlah Allah di hari-hari yang terbilang.” (Al-Baqarah : 203)

Yang dimaksud dengan hari terbilang sesuai dengan firman Allah di atas adalah hari-hari tasyrik. Hari tasyrik ini 3 hari sesudah idul adha dan ada juga beberapa ulama yang berpendapat bahwa hari terbilang di mulai sejak hari raya idul adha dan 3 hari sesudahnya.

Dalam hadits dari Abdullah bin Qurth radhiyallahu‘anhu,
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

أعظم الأيام عند الله يوم النحر ثم يوم القر
“Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari qurban (Idul Adha) kemudian hari al-qarr.” (HR. Abu Daud 1765, Ibnu Khuzaimah 2866, dan dishahihkan al-Albani. Al-A’dzami mengatakan dalam Ta’liq Shahih Ibn Khuzaimah: Sanadnya Sahih).

Yang dimaksud dengan hari ‘al-qarr’ adalah tanggal 11 Dzulhijjah.Hal ini didasarkan pada keterangan Ibnu Khuzaimah, bahwa Abu Bakar mengatakan :
“Hari ‘al-qarr’ adalah hari kedua setelah hari qurban”

Hadits lain yang diriwayatkan Nubaisyah al-Hudzali radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

أيام ابتشريك يوم الأكل والشرب وذكر الله.
“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i).

Berzikir untuk mengingat Allah dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan cara bertakbir setiap selesai salat wajib.
Dahulu, Umar bin Khattab bertakbir setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah hingga setelah dzuhur pada tanggal 13 Dzulhijjah. (Ibn Abi Syaibah dan al-Baihaqi dan sanadnya dishahihkan al-Albani)

Selain itu, ada juga Ali bin Abi Thalib, yang bertakbir mulai setelah shalat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah, sampai ashar tanggal 13 Dzulhijjah, ia juga bertakbir setelah ashar. (HR. Ibn Abi Syaibah dan al-Baihaqi. Al-Albani mengatakan: “Shahih dari Ali”).

Jamaah haji yang melempar jumrah di Mina juga dianjurkan untuk memperbanyak bertakbir.
Memperbanyak Doa Kepada Allah
Selain memperbanyak zikir, amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada hari tasyrik adalah memperbanyak dia kepada Allah.

Ziyad Al-Jasshas meriwayatkan dari Abu Kinanah al-Qurasyi, bahwa beliau mendengar Abu Musa al-Asy’ari berceramah dalam khutbahnya ketika Idul Adha :
بعد يوم النحر تلات أيام التي ذكر الله الأيام المعدودات لا يرد فيهن الدعاء فارفعوا رغبتكم إلى الله عز وجل
“Setelah hari raya qurban ada tiga hari, dimana Allah menyebutnya sebagai al-Ayyam al-Ma’dudat (hari-hari yang terbilang), doa pada hari-hari ini, tidak akan ditolak. Karena itu, perbesarlah harapan kalian.” (Lathaiful Ma’arif, Hal. 506).

Doa yang paling baik untuk dibaca pada hari tasyrik adalah doa sapu jagat. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad paling banyak membaca doa tersebut.
Ikrimah (murid Ibn Abbas) mengatakan bahwa :
كان يستحب أن يقال في أيام التشريك،
“Doa berikut dianjurkan untuk dibaca pada hari tasyrik :
رَبَّنَاۤ ءَاتِنَا فِی ٱلدُّنۡیَا حَسَنَةࣰ وَفِی ٱلۡـَٔاخِرَةِ حَسَنَةࣰ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
(Lathaiful Ma’arif, Hal. 505).

Dilarang Berpuasa Pada Hari Tasyrik
Pada hari tasyrik, umat Islam dilarang untuk berpuasa. Hari tasyrik merupakan hari makan dan minum. Ibnu Rajab mengatakan bahwa :

إنما نهى عن صيام أيام التشريق لأنها أعياد المسلمين مع يوم النحر، فلاتصام بمنى ولا غيرها
عند جمهور العلماء، خلافاً لعطاء، في قوله: إنّ النهي خاصة لمن يبيت بمنى
“Kita dilarang berpuasa pada hari tasyrik karena hari tasyrik adalah hari raya kaum muslimin, disamping hari raya qurban. Karena itu, tidak boleh puasa di Mina maupun di daerah lainnya, menurut mayoritas ulama. Tidak sebagaimana pendapat Atha yang mengatakan, sesungguhnya larangan puasa di hari tasyrik, khusus bagi orang yang tinggal di Mina.” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 509)

Itulah Pengertian Hari Tayrik dan keutamaan amalan-amalan didalamnya.
Wallahu a’lam

✏📚✒…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.