Waspada dari Tipu Daya Iblis

?Waspada dari Tipu Daya Iblis 

?Allah تعالى berfirman,

إن الشيطان لكم عدو فاتخذوه عدوا إنما يدعو حزبه ليكونوا من أصحاب السعير.
” Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.”(Fathir:6)

⏺Iblis masuk kepada manusia sebatas kemampuannya, kekuasaan Iblis atas manusia menguat dan melemah sesuai dengan kadar kewaspadaan manusia dan kelalaian mereka, kebodohan dan ilmu mereka. Ketahuilah bahwa hati itu ibarat benteng yang dikelilingi pagar, pagar itu memiliki pintu-pintu dan pada pagar itu terdapat celah-celah. Penghuninya adalah akal, sedangkan malaikat datang dan pergi dari benteng, disampingnya ada tempat duduk hawa nafsu, setan datang secara bergilir ketempat hawa nafsu ini tanpa penghalang, perang terjadi antara penghuni benteng dengan setan yang berada disampingnya, setan-setan terus berkeliling disekitar benteng menantikan kelengahan para penjaga sehingga dia menyusup melalui celah-celah yang ada dipagar, penjaga harus mengenal semua pintu-pintu benteng dimana dia bertugas menjaganya, mengetahui semua celah yang darinya musuh bisa menyusup, hendaknya  penjaga tidak lengah sesaatpun karena musuh selalu mengintai.

⏺Seseorang bertanya kepada Hasan Al-Bashry,”Apakah Iblis tidur?” Dia menjawab,”Seandainya dia tidur niscaya kita bisa beristirahat.” Benteng itu bercahaya dengan dzikir, bersinar dengan iman, disana ada kaca cermin yang bening, siapa yang melewatinya maka akan terlihat padanya. Perkara pertama yang dilakukan oleh setan dari markasnya adalah memperbanyak asap sehingga dinding benteng menghitam dan kaca cermin menjadi kotor, asap itu bisa diusir dengan kesempurnaan berpikir, cermin itu bisa bening kembali dengan dzikir terus menerus. Musuh senantiasa menyerang, terkadang dia menyerang dan masuk kedalam benteng, maka penjaga mengusirnya dan dia keluar darinya, terkadang musuh bisa masuk benteng lalu membuat kerusakan, terkadang sampai tinggal disana karena penjaganya tidak tahu, terkadang angin yang semetinya mengusir asap tidak berhembus, hingga dinding benteng menjadi hitam dan kaca cermin menjadi keruh, setanpun lewat tanpa tertangkap oleh cermin, terkadang penjaganya terluka karena dia dalam keadaan tidak siap, ditawan dan diperalat, mencari-cari cara dalam memperturut hawa nafsunya dan membantrunya, dan terkadang ia sepeti ahli fikih dalamkeburukan.
Demikianlah gambaran pertarungan iblis yang tidak pernah menyerah dan tidak pernah putus asa dalam menyusup untuk menggoda manusia.

⏺Tali Iblis yang paling kuat untuk mengikat tawanan dari manusia adalah kebodohan, sedang kekuatannya untuk bisa terus menawan adalah hawa nafsunya, dan yang paling lemah jalan masuknya iblis kepada manusia adalah kelengahan. Selama seorang mukmin memakai baju besi iman, dan menguatkan pagar bentengnya dengan ilmu dan dzikrullah maka anak panah musuh tidak akan menembus bagian vital dari tubuhnya.

⏺Al-Hasan bin Shalih berkata,”Sesungguhnya setan membuka Sembilan puluh Sembilan pintu kebaikan dengan maksud ingin memasukkan hamba kedalam satu pintu keburukan” —-

⏺Inilah pentingnya Ilmu, dan beginilah gigihnya iblis menjatuhkan manusia dalam kesesatan. Tapi kita jangan berkecil hati, semua tipu daya iblis dapat mudah kita tutup dan kita patahkan dengan ilmu dan iman. Wallahu a’lam

?Sumber: Talbis Iblis Imam Ibnul Jauzy

?Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏?✒?.?..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.