Wasiat Syaikh Al-Albany…

🌹 Wasiat Syaikh Al-Albany…

✍Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah جل جلا له kami memuji-Nya, memohon ampunan dan pertolongan-Nya. Kami berlindung kepada-Nya dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Siapa yang ditunjuki Allah جل جلا له niscaya tiada yang menyesatkannya. Dan siapa yang disesatkanNya tiada pula yang menunjukinya. Aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad صلي الله عليه وسلم adalah hamba dan Rasul-Nya.

Wasiatku kepada setiap muslim di belahan bumi manapun berada, lebih khusus kepada saudara-saudara kami yang ikut ber­partisipasi bersama kami dalam penisbatan kepada dakwah yang penuh barakah ini, yaitu dakwah kepada al-Qur’an dan as-Sunnah sesuai dengan manhaj Salafush Shalih.

Aku wasiatkan kepada mereka dan terutama diriku agar bertakwa kepada Allah Tabaaraka wa Ta’ala.

Kemudian agar membekali diri dengan ilmu yang berman­faat sebagaimana firman Allah:

وَاتَّقُواْ اللّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللّهُ

“Dan bertakwalah kepada Allah, Allah akan mengajarimu. ” (QS. Al-Baqarah: 282).

Hendaknya mereka ketahui bahwa ilmu yang baik atau benar menurut pandangan kami tidak keluar dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang sesuai dengan manhaj dan pemahaman Salafush Shalih.

Hendaknya mereka padukan antara ilmu yang dimiliki dan pengamalannya sedapat mungkin. Dengan demikian ilmu tidak menjadi hujjah yang justru mencelakakan mereka, (يَومَ لاَيَنْفَعُ مَالٌ وَلاَبَنُونَ إٍلاَّ مَنْ أَتَي اللهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ) yang mana pada hari itu harta benda dan anak keturunan tidak bermanfaat kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat.

Aku ingatkan, agar waspada dari segala bentuk kerjasama dan persekutuan dengan orang-orang yang dalam banyak hal telah keluar dan menyimpang dari jalur Salafi. Penyimpangan-penyim­pangan itu sangat banyak. Bilamana dipadukan akan identik dengan sikap khuruj (keluar) yang berarti memberontak terhadap kaum Muslimin dan jama’ah mereka.

Kami hanya perintahkan agar mereka mewujudkan sebuah komunitas seperti yang disabdakan oleh Nabi صلي الله عليه وسلم dalam sebuah hadist yang shahih:

وَكُونُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا

“Dan jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara.”1

Hendaklah kita bergaul dangan cara yang baik dan ramah dalam berdakwah mengajak orang-orang yang menyelisihi dakwah kita. Agar sesuai dengan manhaj dan pemahaman Salafush Shalih. Dan selamanya kita harus berpegang teguh pada firman Allah جل جلا له:

ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.” (QS. An-Nahl: 125).

Orang yang paling berhak diperlakukan dengan cara hikmah adalah orang yang paling keras menentang kita dalam prinsip dan aqidah kita. Hal ini kita lakukan agar tidak ter­tumpu pada kita dua beban yang berat, beratnya dakwah haq yang telah dianugerahkan Allah جل جلا له kepada kita kemudian di­bebani lagi dengan jeleknya cara dakwah kita kepada Allah.

Aku berharap dari semua saudara-saudaraku yang berada di setiap negeri Islam, agar melaksanakan adab-adab yang Islami ini, semata-mata karena mengharap wajah Allah جل جلا له dan tidak meng­harap balasan dan tidak pula ucapan terima kasih dari manusia. Semoga apa yang saya sampaikan ini telah mencukupi. Walhamdu-lillaahi Rabbil ‘aalamin.”

📚Biografi Syaikh Al-Albani Mujaddid dan Ahli Hadits Abad Ini, Oleh: Ustadz Mubarrak Bamuallim Lc.

✏📚✒…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.