Walaupun Romadhon berlalu ….

๐Ÿ“Œ Walaupun Romadhon berlalu ….

๐Ÿ‘ค *_ูƒู† ุฑุจุงู†ูŠุง ูˆู„ุง ุชูƒู† ุฑู…ุถู†ูŠุง._*

โœJadilah penyembah Alloh kapanpunn, walau romadhon telah berlalu ..!

Sebagian ulama salaf mengatakan :

“ูƒู† ุฑุจุงู†ูŠุง ูˆู„ุง ุชูƒู† ุฑู…ุถุงู†ูŠุง”

“Jadilah anda seorang yg senantiasa taat kepada Rabb, dan jangan menjadi seorang yg hanya taat dimusim Ramadhan”.

Alloh berfirman,

ูˆูŽุงุนู’ุจูุฏู’ ุฑูŽุจู‘ูŽูƒูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ูฐ ูŠูŽุฃู’ุชููŠูŽูƒูŽ ุงู„ู’ูŠูŽู‚ููŠู†ู)
[ุณูˆุฑุฉ ุงู„ุญุฌุฑ 99]

“Dan ibadahilah Rabbmu sampai keyakinan (kematian) datang menjemputmu”.

(Yaitu sampai datang kematian)

Bahwasanya terus menerus di semua waktu untuk mendekatkan diri kepada alloh dengan berbagai macam ibadah.
Rasululloh ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… terus melaksanakan perintah Rabb-nya
Beliau terus menerus berada dalam ikatan ibadah, sampai datanng kepadanya keyakinan dari Rabb-nya.(Tafsir As-Sa’dy)

โœ…Maksudnya : Teruslah kalian melakukan ketaatan dan taqwa dan perpegang teguh dengan agama Allah dan istiqomah sampai ajal datang sedang kalian dalam keadaan islam yaitu berserah diri kepada Allah dengan tauhid dan tunduk patuh kepadaNya.

Dan firman Allah:

(ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู…ููˆุชูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ)
[ุณูˆุฑุฉ ุขู„ ุนู…ุฑุงู† 102]

“Wahai orang-orang yg beriman bertakwalah kepada Allah dengan ketaqwaan yang sesungguhnya dan janganlah kalian meninggal kecuali dalam keadaan islam.”(Ali imron : 102)

Kedua ayat yg yang mulia diatas menjelaskan bahwa tidak ada batas akhir dan waktu pensiun dalm berubudiyah kepada Allah. (artikel Ust. Nurihsan)

โœBerkata Syaikh Bin Baz,

Sebagian salaf ditanya tentang suatu kaum beribadah dan bersemangat ketika Romadhon, apabila Romadhon berlalu mereka meninggalkannya, maka beliau berkata:
“Begitu jeleknya kaum itu, yang tidak mengenal kepada Alloh kecuaki disaat Romadhon.
Dan perkataan ini memang benar jika yang mereka sia-siakan adalah perkara yang fardhu.
Adapun jika bukan fardhu, maka tidak seperti itu hukumnya.
Hanyasaja mereka meninggalkan sebagian kesungguhannya saja.
Maka ucapan ini benar, akan tetapi jika dikembalikan pada perkara yang mereka tinggalkan perkara yang fardhu, yaitu sholat dibulan romadhon, lalu meninggalkannya dilain romadhon misalnya, maka ini adalah sejelek-jelek suatu kaum, karena mereka kafir dengan hal ini.
Meninggalkan sholat itu kafir.
Kita mohon keselamatan kepada Alloh.

Adapun jika meninggakan sebagian perkara-perkara sunnah dilain romadhon hal ini tidak membahayakannya, karena umumnya manusia bersemangat disaat romadhon dengan berbagai macam ibadah sunnah, shodaqoh dan yang lainnya, ketika mereka melalaikan dalam hal iru setelah lewatnya romadhon dalam perkara-perkara yang sunnah, maka tidak dikatakan sebagai sejelek-jelek suatu kaum.โœ(Barnamij Nur ala dhorb)
๐Ÿ“(ุงู„ู…ุตุฏุฑ ู…ูˆู‚ุน ุงู„ุดูŠุฎ ุงุจู† ุจุงุฒ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡)
โ€http://www.binbaz.org.sa/mat/19317

๐Ÿ’Semoga kita tetap istiqomah diatas sunnah kapanpun dan dimanaoun

๐ŸƒDialih bahasakan :Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

โœ๐Ÿ“šโœ’ ๐ŸŒพ..๐Ÿ‚

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.