Uslub dakwah

🔥 *Uslub dakwah …*

✍Jalan dakwah adalah jalan mulia yang paling dicintai Allah.

وَمَنۡ أَحۡسَنُ قَوۡلࣰا مِّمَّن دَعَاۤ إِلَى ٱللَّهِ وَعَمِلَ صَـٰلِحࣰا وَقَالَ إِنَّنِی مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِینَ
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?”(Fushilat: 33)

Dan kemuliaan ummat ini hanya bisa diperoleh dengan cara dakwah.
Firman Allah,

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ.
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar.”(Ali Imron: 110)

Allah telah memberikan uslub atau cara dakwah yang sempurna kepada Nabinya dalam firmannya,

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”(An-Nahl: 125)

Para ulama memahami sebagai menjelaskan prinsip umum metode dakwah Islamiyah yakni terdiri dari tiga macam yang harus disesuaikan dengan sasaran dakwah. Ketiga metode itu disesuaikan dengan kemampuan intelektual masyarakat yang dipahami, akan tetapi secara prinsip semua metode dapat digunakan kepada msyarakat luas.

Berkata Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili,

سبيل ربك
Yaitu jalan Allah Yang lurus; yang di dalamnya mengandung ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh.

الحكمة
Hikmah artinya tepat sasaran; yakni dengan memposisikan sesuatu pada tempatnya. Termasuk ke dalam hikmah adalah berdakwah dengan ilmu, berdakwah dengan mendahulukan yang terpenting, berdakwah memperhatikan keadaan mad’u (orang yang didakwahi), berbicara sesuai tingkat pemahaman dan kemampuan mereka, berdakwah dengan kata-kata yang mudah dipahami mereka, berdakwah dengan membuat permisalan, berdakwah dengan lembut dan halus. Adapula yang menafsirkan hikmah di sini dengan Al Qur’an.

والموعظة الحسنة
Yani nasehat yang baik dan perkataan yang menyentuh. Termasuk pula memerintah dan melarang dengan targhib (dorongan) dan tarhib (menakut-nakuti). Misanya menerangkan maslahat dan pahala dari mengerjakan perintah dan menerangkan madharrat dan azab apabila mengerjakan larangan.

وجادلهم بالتي هي أحسن
Jika orang yang didakwahi menyangka bahwa yang dipegangnya adalah kebenaran atau sebagai penyeru kepada kebatilan, maka dibantah dengan cara yang baik; yakni cara yang dapat membuat orang tersebut mau mengikuti secara akal maupun dalil. Termasuk di antaranya menggunakan dalil yang diyakininya, karena hal itu lebih dapat mencapai kepada maksud, dan jangan sampai perdebatan mengarah kepada pertengkaran dan caci-maki yang dapat menghilangkan tujuan serta tidak menghasilkan faedah darinya, bahkan tujuannya adalah untuk menunjukkan manusia kepada kebenaran, bukan untuk mengalahkan atau semisalnya. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Allah ‘Azza wa Jalla menjadikan tingkatan (dalam) berdakwah sesuai tingkatan manusia; bagi orang yang menyambut, menerima dan cerdas, di mana dia tidak melawan yang hak (benar) dan menolaknya, maka didakwahi dengan cara hikmah. Bagi orang yang menerima namun ada sisi lalai dan suka menunda, maka didakwahi dengan nasehat yang baik, yaitu dengan diperintahkan dan dilarang disertai targhib (dorongan) dan tarhib (membuat takut), sedangkan bagi orang yang menolak dan mengingkari didebat dengan cara yang baik.”

هو أعلم بمن ضل عن سبيله
Dia mengetahui sebab yang dapat mengarah kepada kesesatan, Dia mengetahui pula amal-amal yang timbul dari kesesatannya, dan Dia akan memberikan balasan terhadapnya.

وهو أعلم بالمهتدين
Dia mengetahui orang yang cocok memperoleh hidayah, maka Dia menunjukkan mereka.
(Tafsir Al-Wajiz, Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili)

Berkata Imam Ibnu Katsir,
Allah berfirman,
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ والموعظة الحسن
seraya memerintahkan Rasul-Nya, Muhammad صلى الله عليه وسلم agar menyeru umat manusia dengan penuh hikmah.
Ibnu Jarir mengatakan: “Yaitu apa yang telah diturunkan kepada beliau berupa al-Qur’an dan as-Sunnah serta pelajaran yang baik, yang di dalamnya berwujud larangan dan berbagai peristiwa yang disebutkan agar mereka waspada terhadap siksa Allah.

Firman-Nya:
وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
“Dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik,”
yakni, barangsiapa yang membutuhkan dialog dan tukar pikiran, maka hendaklah dilakukan dengan cara yang baik, lemah lembut, serta tutur kata yang baik.
Yang demikian itu sama seperti firman Allah:
“Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang dhalim di antara mereka,” dan ayat seterusnya. (Al-‘Ankabuut: 46)

Dengan demikian, Allah memerintahkannya untuk berlemah lembut, sebagaimana yang Dia perintahkan kepada Musa عليه السلام dan Harun عليه السلام ketika Dia mengutus keduanya kepada Fir’aun, melalui firman-Nya:
“Maka bicaralah kamu berdua dengan kata-kata yang lemah lebut. Mudah-mudahan dia ingat atau takut.” (Thaahaa: 44)

Firman Allah:
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ
“Sesungguhnya Rabbmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya,”
dan ayat seterusnya. Maksudnya, Dia mengetahui siapa yang sengsara dan siapa pula yang bahagia. Hal itu telah Dia tetapkan di sisi-Nya dan telah usai pemutusannya. Serulah mereka kepada Allah Ta’ala, janganlah kamu bersedih hati atas kesesatan orang-orang di antara mereka, sebab hidayah itu bukanlah urusanmu. Tugasmu hanyalah memberi peringatan dan menyampaikan risalah, dan perhitungan-Nya adalah tugas Kami.
(Tafsir Ibnu Katsir)

Wallahu a’lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒.🎗…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.