Ushul Tsalatsah [Sesi ke-42]: PEMBESARNYA THAGHUT

? *SESI 42*

Alhamdulillah kita lanjutkan pembahasan kitab Ushulutstsalaatsah, sampai pada :

والطواغيت كثيرة ورؤوسهم خمسة:
إبليس لعنه الله،
ومن عبد وهو راض،
ومن دعا الناس إلى عبادة نفسه
ومن ادعى شيئا من علم الغيب
ومن حكم بغير ما أنزل الله
PEMBESARNYA THAGHUT

Thaghut itu banyak macamnya, tokoh-tokohnya ada lima:
1. Iblis, yang telah dilaknat oleh Allah,
2. Orang yang disembah, sedang ia sendiri rela,
3. Orang yang mengajak manusia untuk menyembah dirinya.
4. Orang yang mengaku mengetahui sesuatu yang ghaib.
5. Orang yang memutuskan sesuatu tanpa berdasarkan hukum yang telah diturunkan oleh Allah.

? *Syarah dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin*

إبليس هو الشيطان الرجيم اللعين الذي قال الله له: { وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي إِلَى يَوْمِ الدِّينِ } وكان إبليس مع الملائكة في صحبتهم يعمل بعملهم، ولما أمر بالسجود لآدم ظهر ما فيه من الخبث والإباء والاستكبار فأبى واستكبر وكان من الكافرين فطرد من رحمة الله عز وجل، قال الله تعالى: { وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ } .
أي عبد من دون الله وهو راض أن يعبد من دون الله فإنه من رؤوس الطواغيت -والعياذ بالله- وسواء عبد في حياته أو بعد مماته إذا مات وهو راض بذلك.
أي من دعا الناس إلى عبادة نفسه وإن لم يعبدوه فإنه من رؤوس الطواغيت سواء أجيب لما دعا إليه أم لم يُجب.
*[IBLIS]*

Iblis adalah setan yang ‘terajam’dan terlaknat, yang terhadapnya Alloh berfirman:

“Sesunguhnya laknat-Ku tetap atasmu hinga Hari Pembalasan” (Shaad: 78)

Dahulunya, iblis itu bersahabat dengan para malalkat dan melakukan perbuatan yang dilakukan oleh para malaikat. Namun ketika iblis mendapat perintah untuk sujud kepada Adam ‘alahissalam, tampaklah bahwa pada
dirinya terdapat sifat busuk, enggan (durhaka), dan takabur. Karena ternyata ia enggan (untuk sujud) dan
takabur, dan ia termasuk golongan orang-orang yang kafir, akhirnya ia terusir dari rahmat Allah Ta’ala, Allah
berfirman, ‘Ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat (yang di situ terdapat pula iblis), ‘Sujudlah kalian kepada Adam!’ Maka bersujudlah mereka, kecuali iblis. Ia enggan dan takabur, dan ia termasuk golongan orangorang kafir’”
(Al-Baqarah: 34)

*[ORANG YANG DISEMBAH, DAN D IA RELA DISEMBAH]*

Yaitu orang yang diibadahi (disembah) selain Alloh, sedangkan ia rela untuk disembah selain Allah. Ia
termasuk salah satu dari dedengkot thaghut -wal ‘iyadzu billah- entah ia disembah semasa hidupnya ataupun sepeninggalnya jika ia mati dalam keadaan rela akan hal itu.

*[ORANG YANG MENGAJAK MANUSIA UNTUK MENGIBADAHINYA]*

Yaitu orang yang-menyeru atau mengajak manusia untuk mengibadahi dirinya, sekalipun mereka tidak
mengibadahinya. Orang seperti ini termasuk salah satu dedengkot thaghut; entah seruannya tersebut mendapat sambutan ataupun tidak.

ومن ادعى شيئا من علم الغيب
الغيب ما غاب عن الإنسان وهو نوعان: واقع، ومستقبل، فغيب الواقع نسبي يكون لشخص معلوما ولآخر مجهولا، وغيب المستقبل حقيقي لا يكون معلوما لأحد إلا الله وحده أو من أطلعه الله عليه من الرسل فمن ادعى علمه فهو كافر، لأنه مكذب لله عز وجل ولرسوله، قال الله تعالى: { قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ } ، وإذا كان الله عز وجل يأمر نبيه محمدا – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – أن يعلن للملأ أنه لا يعلم من في السماوات والأرض الغيب إلا الله، فإن من ادعى علم الغيب فقد كذب الله عز وجل ورسوله في هذا الخبر.
ونقول لهؤلاء: كيف يمكن أن تعلموا الغيب والنبي – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – لا يعلم الغيب ؟ هل أنتم أشرف أم الرسول – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ؟ فإن قالوا: نحن أشرف من الرسول، كفروا بهذا القول. وإن قالوا: هو أشرف فنقول: لماذا يحجب عنه الغيب وأنتم تعلمونه ؟ وقد قال الله عز وجل عن نفسه: { عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا } ، وهذه آية ثانية تدل على كفر من ادعى علم الغيب، وقد أمر الله تعالى نبيه – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – أن يعلن للملأ بقوله: { قُلْ لَا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَى إِلَيَّ } .
*[ORANG YANG MENGAKU MENGETAHUI ILMU GHAIB]*

Gaib adalah sesuatu yang tersembunyi dari jangkauan manusia. Gaib ini ada dua macam; yang sudah terjadi dan yang akan datang. Gaib yang sudah terjadi ini sifatnya nisbi (relatif), jadi bagi seseorang merupakan sesuatu yang maklum (dapat diketahui), namun bagi orang lain merupakan sesuatu yang majhul (tidak dapat diketahui). Sedangkan gaib tentang masa yang akan datang itu bersifat hakiki, yang tidak dapat dikeiahui oleh
seseorang, kecuali hanya oleh Alloh, atau oleh rosulrosul yang memang telah diberitahu oleh-Nya. Maka siapa saja yang mengaku mengetahuinya, maka ia berarti kafir, karena ia mendustakan Allah dan Rosul-Nya.
Alloh ta’ala, berfrman,
“Katakanlah, ‘Tidak ada seorangpun di langit ataupan di bumi yang mengetahai perkara gaib kecuali Allah’. Dan mereka tidak mengetabui bilamana mereka dibangkitkan.
(An-Naml: 65)

Bila Alloh ‘azza wa jalla telah memerintahkan Nabi-Nya, Muhammad shallallahu’alaihi wassalam untuk mengumumkan kepada khalayak manusia bahwasanya tiada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui
perkara gaib kecuali Alloh saja. Maka barangsiapa mengaku mengtahui perkara gaib, berarti ia telah
mendustakan Alloh ‘azza wa jalla dan juga mendustakan Rosul-Nya mengenai pemberitaan ini.
Kami tanyakan kepada mereka itu, bagaimana mungkin kalian dapat mengetahui perkara gaib, sedangkan Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam saja tidak mengetahurnya?!
Apakah kalian ini lebih unggul dari pada Rosululloh shallallahu ‘alaihi wassalam ataukah Rosululloh yang lebih unggul?Jika mereka menjawab,
“Kami lebih unggul (lebih mulia) daripada Rosul”, maka mereka telah menjadi kafir lantaran perkataan ini. Dan jika mereka menjawab bahwa beliau itu lebih unggul, maka kami tanyakan kepada mereka, “Lalu mengapa beliau tidak dapat mengetahui perkara gaib sedangkan kalian mengetahuinya?!
Sedangkan Alloh ‘azza wa jalla telah berfirman tentang diri-Nya: “Dia Maha Mengetahui perkara gaib; maka Dia tidak menampakkan kepada seorang pun tentang perkara gaib itu, kecuali kepada rosul yang diridhai-Nya. Maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya”
(Al-Jinn: 26-27)

Ini merupakan ayat -selain ayat di atas- yang menunjukkan kafirnya orang yang mengaku mengetahui
perkara gaib. Alloh Ta’ala bahkan telah memerintahkan Nabi-Nya agar mengumumkan kepada khalayak manusia melalui firman-Nya, ‘Katakanlah (Muhammad), ‘Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Alloh ada padaku; aku tidak mengetahui perkara gaib; dan aku juga tidak
mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang telah diwahyukan kepadaku'” (Al-An’am: 50)

_*(IN SYAA ALLAH BERSAMBUNG PEKAN BERIKUTNYA)*_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.