Ushul Tsalatsah [Sesi ke-40]: Rasul-rasul, Hikmah Pengutusan dan Seruannya

? *SESI 40*

Alhamdulillah kita lanjutkan pembahasan kitab Ushulutstsalaatsah, sampai pada :

Rasul-rasul, hikmah pengutusan dan seruannya

وأرسل الله جميع الرسل مبشرين ومنذرين والدليل قوله تعالى: { رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ }
وأولهم نوح عليه السلام، وآخرهم محمد – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – والدليل على أن أولهم نوح عليه السلام قوله تعالى: { إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ }
وكل أمة بعث الله إليها رسولا من نوح إلى محمد ؛ يأمرهم بعبادة الله وحده، وينهاهم عن عبادة الطاغوت، والدليل قوله تعالى: { وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ }

Allah telah mengutus semua Rasul sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan. Sebagaimana firman Allah ta’ala:
“(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah (diutusnya) rasul-rasul itu.” (QS. An-Nisa’: 165)

Rasul pertama adalah Nabi Nuh ‘alaihis salam, dan Rasul terakhir adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta beliaulah penutup para Nabi. Dalil yang menunjukkan bahwa Rasul pertama adalah Nabi Nuh,
firman Allah ta’ala: “Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya”. (QS. An-nisa’: 163)

Dan Allah telah mengutus kepada setiap umat seorang Rasul, mulai dari Nabi Nuh sampai Nabi Muhammad,
dengan memerintahkan kepada mereka untuk beribadah kepada Allah semata dan melarang mereka beribadah
kepada thaghut. Allah ta’ala berfirman: Dan sesungguhnya, Kami telah mengutus kepada setiap ummat seorang Rasul (untuk menyerukan):
“Beribadahlah kepada Allah (saja) dan jauhilah thaghut itu.” (QS. An-Nahl:36)

? *Syarah dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsamin*

بين المؤلف رحمه الله تعالى أن الله أرسل جميع الرسل مبشرين ومنذرين كما قال تعالى: { رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ } يبشرون من أطاعهم بالجنة وينذرون من خالفهم بالنار.
وإرسال الرسل له حكم عظيمة من أهمها بل هو أهمها أن تقوم الحجة على الناس حتى لا يكون لهم على الله حجة بعد إرسال الرسل كما قال تعالى: { لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ } .
ومنها أنه من تمام نعمة الله على عباده فإن العقل البشري مهما كان لا يمكنه أن يدرك تفاصيل ما يجب لله تعالى من الحقوق الخاصة به، ولا يمكنه أن يطلع على ما لله تعالى من الصفات الكاملة، ولا يمكن أن يطلع على ماله من الأسماء الحسنى ولهذا أرسل الله الرسل عليهم الصلاة والسلام مبشرين ومنذرين، وأنزل معهم الكتاب بالحق ليحكم بين الناس فيما اختلفوا فيه.
وأعظم ما دعا إليه الرسل من أولهم نوح عليه الصلاة والسلام إلى آخرهم محمد – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – التوحيد كما قال الله تعالى: { وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ } . وقال عز وجل: { وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ }

بين شيخ الإسلام محمد بن عبد الوهاب رحمه الله أن أول الرسل نوح – عليه الصلاة والسلام – واستدل لذلك بقوله تعالى: { إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ } وثبت في الصحيح من حديث الشفاعة: « إن الناس يأتون إلى نوح فيقولون له: أنت أول رسول أرسله الله إلى أهل الأرض » فلا رسول قبل نوح وبهذا نعلم خطأ المؤرخين الذين قالوا: إن إدريس عليه الصلاة والسلام قبل نوح بل الذي يظهر أن إدريس من أنبياء بني إسرائيل.
وآخر الأنبياء وخاتمهم محمد – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – لقوله تعالى: { مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا } فلا نبي بعده ومن ادعى النبوة بعده فهو كاذب كافر مرتد عن الإسلام
[Hikmah diutusnya para rasul]
Penulis rahimahullah menjelaskan bahwa Alloh Ta’ala mengutus seluruh rosul sebagai pemberi kabar gembira
dan peringatan, sebagaimana firman Alloh di atas, “Kami telah mengutus rosul-rosul itu sebagai pemberi kabar
gembira dan peingatan”, memberi kabar gembira dengan surga terhadap orang yang mengikutinya, serta memberi peringatan dengan neraka terhadap o:rang yang menyelisihinya.

Diutusnya para rosul itu punya banyak hikmah. Di antaranya yang terpenting, bahkan merupakan yang
paling penting adalah tegaknya hujah atas manusia, sehingga tidak ada lagi suatu hujah (alasan) bagi mereka
untuk membantah Alloh setelah diutusnya para rosul itu, sebagaimana firman Alloh di atas,
“supaya tidak ada lagi suatu alasan bagi rnanusia untuk membantah Alloh seteiah (diutusnya) para rosul”
Di antara hikmah lainnya adalah bahwa hal itu merupakan kesempurnaan nikmat Allah atas hambahamba-
Nya. Karena sesungguhnya akal manusia itu betapa pun hebatnya, tidak mungkin dapat mengetahui
rincian apa saja yang wajib bagi Alloh Ta’ala yang berupa hak-hak khusus bagi-Nya, tidak mungkin dapat
mengetahui apayang dimiliki oleh Alioh Ta’ala berupa sifat-sifat yang sempurna, dan juga tidak mungkin dapat
mengetahui asmaul-husna yang dimiliki-Nya. Oleh karenanya, Alloh mengutus para rosul ‘alahimussalam
sebagai pemberi kabar gembira dan peringatan; serta telah menurunkan Kitab bersama mereka dengan
membawa kebenaran, untuk menghukumi manusia mengenai apa yang mereka perselisihkan.
Seruan (dakwah) para rosul yang paling agung, sejak rosul pertama Nuh ‘alahissalam; hingga rosul terakhir
Muhammad , adalah tauhid.
Alloh Ta’ala berfirman:
“Sesunguhnya Kami telah mengutus rosul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), ‘Ibadahilah Alloh saja dan
jauhilah thaghut!’”(An-Nahl: 36)

Alloh ‘azza wa jalla juga berfirman:
“Tidaklah Kami mengatus seorang rosul sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, Babwasanya
tidak ada ilah selain Aku, maka ibadahilah Aku!”‘(Al-Anbiya’ : 25)

[Nuh ‘alahissalam merupakan rasul pertama]

Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab menjelaskan bahwa rosul yang pertama adalah Nuh dan
beliau mengambil dalil firman Alloh Ta’ala:
“Sesunguhnya Kami telah mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan
kepada Nuh dan nabi-nabi sesudahnya” (An-Nisaa: 163)

Dalam hadits shahih tentang syafaat disebutkan:
“Sesungguhnya manusia nanti akan mendatangi Nuh lalu mengatakan kepadanya, ‘Engkau adalah rosul pertama
yang diutus Alloh kpada penduduk bumi!’” (HR. Bukhari dalam Kitabut Tauhid, HR. Muslim dalam Kitabul Iman)

Dengan demikian, tidak ada rosul sebelum Nuh ‘alahissalam.
Dengan ini pula, kita tahu kesalahan para sejarawan yang mengatakan bahwa Idris ‘alahissalam itu sebelum Nuh ‘alahissalam, bahkan yang tampak adalah bahwa Idris itu termasuk di antara nabi-nabi Bani Israil.
Sedangkan nabi terakhir dan penutup para nabi adalah Muhammad shallallahu ‘alahi wassalam. Alloh Ta’ala
berfirman,
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari salah seorang laki-laki di antara kamu, akan tetapi dia adalah
Rosululloh dan penutup nabi-nabi. Adalah Alloh Maha; Mengetahui segala sesuatu” (Al-Ahzab: 40)
Dengan demikian, tidak ada nabi lagi setelah beliau. Siapa saja yang mengaku sebagai nabi sepeninggal
beliau, maka ia adalah pendusta, kafir dan murtad dari Islam.

[Setiap Rasul menyerukan tauhid]

أي أن الله بعث في كل أمة رسولا يدعوهم إلى عبادة الله وحده وينهاهم عن الشرك ودليل ذلك قول الله تعالى: { وَإِنْ مِنْ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٌ } ، وقال: { وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ }

Maksudnya, bahwa Alloh telah mengutus seorang rosul untuk setiap umat, yang menyeru mereka untuk
mengibadahi Allah saja, serta melarang mereka dari perbuatan syirik. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:
“Tiada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan (rosul)” (Fathir: 24)

Alloh Ta’ala berfirman,
“Sesunguhnya Kami telah mengutus kepada setiap urnat seorang rosul (untuk menyerukan), ‘Ibadahilah Allah
(saja) dan jauhilah thaghut!'” (An-Nahl: 36)

[Ibadahilah Allah saja dan jauhilah taghut]

هذا هو معنى لا إله إلا الله

Ini adalah makna laa ilaha illallah

(IN SYAA ALLAH BERSAMBUNG PEKAN BERIKUTNYA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.