Ushul Tsalatsah [Sesi ke-38]: Wafatnya Rasulullah -shalallaahu’alaihiwasallam-

? SESI 38

Alhamdulillah kita lanjutkan pembahasan kitab Ushulutstsalaatsah, sampai pada :

WAFAT/MENINGGALNYA RASULULLAH

والدليل على موته – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قوله تعالى: { إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِنْدَ رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُونَ }

Adapun dalil yang menunjukkan bahwa Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam juga wafat, ialah firman Allah ta’ala:

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِنْدَ رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُونَ

“Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka pun akan mati (pula). Kemudian sesungguhnya
kamu pada hari kiamat akan berbantah-bantahan dihadapan Tuhanmu.”
(Az-Zumar: 30-31)

? Syarah dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

ففي هذه الآية أن النبي – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ومن أرسل إليهم ميتون وأنهم سيختصمون عند الله يوم القيامة فيحكم بينهم بالحق ولن يجعل الله للكافرين على المؤمنين سبيلا.

Ayat ini menunjukan bahwa Nabi dan umatnya, semuanya akan mati. Dan bahwasanya mereka itu pada
hari Kiamat kelak akan berbantah-bantahan di hadapan Allah, lalu Allah menghukumi di antara mereka dengan
kebenaran dan sekali-kali Allah tidak akan menjadikan jalan bagi orang-orang kafir atas orang-orang mukmin

PEMBANGKITAN MANUSIA SETELAH MENINGGALNYA

والناس إذا ماتوا يبعثون ، والدليل قوله تعالى: { مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ } { وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ } { وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَى } ، وقوله تعالى: { وَاللَّهُ أَنْبَتَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ نَبَاتًا ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا وَيُخْرِجُكُمْ إِخْرَاجًا }

Manusia sesudah mati akan dibangkitkan kembali. Dalilnya, firman Allah ta’ala:
“Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu, dan dari
padanya Kami akan mengeluarkan kamu kali yang lain.”
(QS. Thaha: 55)
Dan firman Allah ta’ala:
“Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya, kemudian Dia mengembalikan kamu ke
dalam tanah dan mengeluarkan kamu (dari padanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya.”
(QS. Nuh: 17-18)

? Syarah dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

بين رحمه الله تعالى في هذه الجملة أن الناس إذا ماتوا يبعثون، يبعثهم الله عز وجل أحياء بعد موتهم للجزاء، وهذا هو النتيجة من إرسال الرسل أن يعمل الإنسان لهذا اليوم يوم البعث والنشور، اليوم الذي ذكر الله سبحانه وتعالى من أحواله وأهواله ما يجعل القلب ينيب إلى الله عز وجل ويخشى هذا اليوم، قال الله تعالى: { فَكَيْفَ تَتَّقُونَ إِنْ كَفَرْتُمْ يَوْمًا يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا السَّمَاءُ مُنْفَطِرٌ بِهِ كَانَ وَعْدُهُ مَفْعُولًا } . وفي هذه الجملة إشارة إلى الإيمان بالبعث واستدل الشيخ له بآيتين.
أي من الأرض خلقناكم حين خلق آدم عليه الصلاة والسلام من تراب.
أي بالدفن بعد الموت.
أي بالبعث يوم القيامة.
هذه الآية موافقة تماما لقوله تعالى: { مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَى } والآيات في هذا المعنى كثيرة جدا، وقد أبدى الله عز وجل وأعاد في إثبات المعاد حتى يؤمن الناس بذلك ويزدادوا إيمانا ويعملوا لهذا اليوم العظيم الذي نسأل الله سبحانه وتعالى أن يجعلنا من العاملين له ومن السعداء فيه.

Dalam kalimat ini, Syaikh menjelaskan bahwa manusia itu jika telah mati pasti akan dibangkitkan lagi.
Allah akan membangkitkan mereka dalam keadaan hidup setelah kematian mereka untuk menerima balasan. Inilah nilai diutusnya para rosul, agar manusia itu beramal untuk menghadapi hari kebangkitan ini. Allah Ta’ala
menyebutkan tentang keadaan dan kengerian Hari Kebangkitan ini yang menjadikan hati harus bertaubat
kepada Allah shallallahu ‘alaihi wassalam dan harus takut kepada hari kebangkitan ini.
Allah Ta’ala berfirman :

فَكَيْفَ تَتَّقُونَ إِنْ كَفَرْتُمْ يَوْمًا يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا السَّمَاءُ مُنْفَطِرٌ بِهِ كَانَ وَعْدُهُ مَفْعُولًا

“ Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang
menjadikan anak-anak beruban. Langit pun pecah belah pada hari itu karena Allah. Adalah janji-Nya pasti
terlaksana.” (Al Muzammil : 17-18)

Kalimat yang dikemukakan oleh Syaikh di atas menunjukan kewajiban beriman kepada hari
Kebangkitan. Kemudian Syaikh mengambil dua ayat diatas.

Ayat ini sesuai persis dengan firman Allah :

مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَى

“Dari tanah kalian Kami ciptakan; kepadanya kalian kami kembalikan; dan darinya pula kalian akan Kami
keluarkan (bangkitkan) untuk kedua kalinya”.
(Thoha :55)

Ayat ini yang semakna dengan ini jumlahnya cukup banyak. Allah ‘azza wa jalla telah menjelaskan dan telah
mengulang-ulang masalah kepastian hari kebangkitan sampai manusia beriman dengan hari kebangkitan itu
serta semakin bertambah lagi keimanannya, lalu beramal untuk menghadapi hari kebangkitan itu dan tergolong
orang-orang yang berbahagia di hari itu.

(IN SYAA ALLAH BERSAMBUNG PEKAN BERIKUTNYA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.