Ushul Tsalatsah [Sesi ke-20]: Syahadat “Muhammad Rasulullah”

Alhamdulillah kita lanjutkan pembahasan kitab Ushulutstsalaatsah, sampai pada :

Syahadat ‘Muhammad Rasulullah’

ودليل شهادة أن محمدا رسول الله قوله تعالى: لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
ومعنى شهادة أن محمدا رسول الله: طاعته فيما أمر، وتصديقه فيما أخبر، واجتناب ما عنه نهى وزجر، وأن لا يعبد الله إلا بما شرع

Adapun dalil syahadat bahwa Muhammad itu Rasulullah, adalah firman Allah ta’ala:

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasih lagi penyayang terhadap orang-orang yang mukmin.” (QS. At-Taubah:128).

Syahadat bahwa Muhammad adalah Rasulullah, berarti:
➡Mentaati apa yang diperintahkannya,
➡Membenarkan apa yang diberitakannya,
➡Menjauhi apa yang dilarang serta dicegahnya,
➡Beribadah kepada Allah dengan apayang disyari’atkannya

? Syarah dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin:

قوله : مِنْ أَنْفُسِكُمْ أي من جنسكم بل هو من بينكم أيضا، كما قال تعالى: هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ .
أي يشق عليه ما شق عليكم.
أي على منفعتكم ودفع الضر عنكم.
أي ذو رأفة ورحمة بالمؤمنين، وخص المؤمنين بذلك لأنه صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مأمور بجهاد الكفار والمنافقين والغلظة عليهم، وهذه الأوصاف لرسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تدل على أنه رسول الله حقا كما دل على ذلك قوله تعالى: مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وقوله تعالى: قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا
والآيات في هذا المعنى كثيرة جدا تدل على أن محمدا رسول الله حقا.

Firman Alloh, “Dari diri kalian sendiri” artinya dari kalangan bangsa manusia sendiri, bahkan juga dari tengah masyarakat kalian sendiri. Sebagaimana firman Alloh Azza wa Jalla :

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayatayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah).
Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata” (Al-Jumu’ah: 2)

[Terasa berat olehnya penderitaan kalian]
Maksudnya adalah beliau ikut merasakan penderitaan yang menimpa mereka.

[Sangat menginginkan (memberi manfaat dan mencegah bahaya) untuk kalian]
Maksudnya adalah beliau memiliki sifat kasih dan sayang kepada orang-orang beriman. Kasih dan sayang tersebut beliau khususkan untuk orang-orang yang beriman, karena beliau diperintahkan untuk berjihad dan bersikap keras terhadap orang-orang kafr dan orang-orang munafik. Sifat-sifat ini semua yang dimiliki oleh Rosululloh menunjukkan bahwa beliau benar-benar utusan Alloh, sebagaimana hal itu ditunjukkan oleh firman Alloh Ta’ala :

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ

“Muhammad adalah utusan Alloh” (Al-Fath: 29)
Juga firman Alloh :

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا

“Katakanlah, ‘Hai manusia sesunguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua’” (Al-A’raaf: 158)

Banyak sekali ayat yang semakna dengan ini yang menunjukkan bahwa Muhammad adalah benar-benar utusan Alloh.
?[Makna syahadat Muhammad Rasulullah]

معنى شهادة “أن محمدا رسول الله” هو الإقرار باللسان والإيمان بالقلب بأن محمد بن عبد الله القرشي الهاشمي رسول الله – عز وجل – إلى جميع الخلق من الجن والإنس كما قال الله تعالى: { وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ } ولا عبادة لله تعالى إلا عن طريق الوحي الذي جاء به محمد صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كما قال تعالى: { تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا } .
ومقتضى هذه الشهادة أن تصدق رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فيما أخبر، وأن تمتثل أمره فيما أمر، وأن تجتنب ما عنه نهى وزجر، وأن لا تعبد الله إلا بما شرع، ومقتضى هذه الشهادة أيضا أن لا تعتقد أن لرسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، حقا في الربوبية وتصريف الكون، أو حقا في العبادة، بل هو صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عبد لا يعبد ورسول لا يكذب، ولا يملك لنفسه ولا لغيره شيئا من النفع أو الضر إلا ما شاء الله كما قال الله تعالى: { قُلْ لَا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَى إِلَيَّ } . فهو عبد مأمور يتبع ما أمر به، وقال الله تعالى: { قُلْ إِنِّي لَا أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا رَشَدًا قُلْ إِنِّي لَنْ يُجِيرَنِي مِنَ اللَّهِ أَحَدٌ وَلَنْ أَجِدَ مِنْ دُونِهِ مُلْتَحَدًا } وقال سبحانه: { قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ } .
وبهذا تعلم أنه لا يستحق العبادة لا رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ولا من دونه من المخلوقين، وأن العبادة ليست إلا لله تعالى وحده . { قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ } . وأن حقه صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أن تنزله المنزلة التي أنزله الله تعالى إياها وهي أنه عبد الله ورسوله، صلوات الله وسلامه عليه.

Syahadat bahwa Muhammad adalah Rosululloh artinya pernyataan dengan lisan dan keyakinan dengan hati bahwa Muhammad bin Abdullah Al-Qurosyi Al-Hasyimi adalah utusan Alloh Subhanahu wa Ta’ala kepada seluruh makhluk dari kalangan jin dan manusia.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala [artinya] “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku” (Adz-Dzariyaat: 56).
Mereka tidak bisa beribadah kepada Allah kecuali dengan tuntunan wahyu yang dibawa oleh Muhammad. Sebagaimana fiman Alloh Ta’ala,
“Maha Suci Alloh yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Quran) kepada hamba-Nya, agar Dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam” (Al-Furqaan:1)

Syahadat ini menuntut Anda untuk membenarkan apa yang dikabarkan oleh Rosululloh shallallahu ‘alaihi wassalam, menjalankan perintahnya, menjauhi larangannya, dan tidak beribadah kecuali dengan apa yang disyariatkannya. Syahadat juga menuntut agar Anda tidak berkeyakinan bahwa Rosululloh shallallahu ‘alaihi wassalam memiliki hak rububiyah dan pengaturan alam semesta, atau. hak untuk disembah. Dia adalah hamba yang tidak boleh disembah, rosul yang tidak boleh didustakan, serta tidak berkuasa sedikit pun untuk memberikan manfaat dan madhorot bagi dirinya maupun orang lain kecuali jika dikehendaki oleh Alloh. Sebagaimana firman Alloh Ta’ala.:
“Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku…” (Al-An’aam: 50)

Beliau adalab seorang hamba yang mendapatkan dan mengikuti perintah Alloh. Alloh Ta’ala berfirman
[artinya]:
“Katakanlah: ‘Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudharatanpun kepadamu dan
tidak (pula) suatu kemanfaatan’”. Katakanlah: “Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorangpun dapat
melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali aku tiada akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya” (Al-Jinn: 21-22)

Alloh Ta’ala juga berfirman,
“Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orangorang yang beriman”(Al-A’raaf : 188)

Dengan demikian, Anda mengetahui bahwa Rosululloh shallallahu ‘alaihi wassalam maupun makhluk-makhluk  yang berkedudukan lebih rendah beliau tidak berhak untuk diibadahi dan disembah serta bahwa ibadah hanyalah untuk Alloh Ta’ala semata. Allah berfirman, “Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)” (Al-An’am:162-163)

Anda mengetahui bahwa beliau hanya berhak untuk ditempatkan pada kedudukan yang diberikan oleh Alloh Ta’ala, yaitu tahwa beliau adalah hamba dan rosul-Nya, semoga sholawat dan salam terlimpah kepada beliau.

(IN SYAA ALLAH BERSAMBUNG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.