Ushul Tsalatsah [Sesi ke-18]: Mengenal Agama Islam

? SESI 18

Alhamdulillah kita lanjutkan pembahasan kitab Ushulutstsalaatsah, sampai pada :

? LANDASAN KEDUA
MENGENAL AGAMA ISLAM

الأصل الثاني: معرفة دين الإسلام بالأدلة
وهو:
الاستسلام لله بالتوحيد
والانقياد له بالطاعة
والبراءة من الشرك وأهله

Islam, ialah berserah diri kepada Allah dengan tauhid dan tunduk kepada-Nya dengan penuh kepatuhan pada segala perintah-Nya serta menyelamatkan diri dari perbuatan syirik dan orang-orang yang berbuat syirik.

أي من الأصول الثلاثة: معرفة دين الإسلام بالأدلة يعني أن يعرف دين الإسلام بأدلته من الكتاب والسنة.
دين الإسلام وإن شئت فقل : الإسلام هو “الاستسلام لله بالتوحيد والانقياد له بالطاعة، والبراءة من الشرك وأهله” فهو متضمن لأمور ثلاثة.
أي بأن يستسلم العبد لربه استسلاما شرعيا، وذلك بتوحيد الله عز وجل وإفراده بالعبادة، وهذا الإسلام هو الذي يحمد عليه العبد ويثاب عليه، أما الاستسلام القدري فلا ثواب فيه لأنه لا حيلة للإنسان فيه قال الله تعالى: { وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ } .
وذلك بفعل أوامره واجتناب نواهيه؛ لأن الطاعة طاعة في الأمر بفعله وطاعة في النهي بتركه.
البراءة من الشرك أي أن يتبرأ منه، ويتخلى منه وهذا يستلزم البراءة من أهله قال الله تعالى: { قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ } ”

? Syarah dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Maksudnya prinsip kedua di antara tiga prinsip yang dikupas di sini, yakni mengenal Dinul Islam dengan dalil, yakni hendaklah seseorang mengenal Dinul Islam berikut dalil-dalilnya dari Al-Quran dan As-Sunah.

?[Dinul Islam]

Dinul Islam, atau katakanlah lslam adalah:
“Penyerahan diri kepada Allah dengan bertauhid, ketundukan kepada-Nya dengan menaati-Nya, dan
berlepas diri dari syirik dan orang-orang musyrik”

Sehingga dinul Islam mencakup 3 hal diatas.

?[Bertauhid]

Artinya, seorang hamba menyerahkan diri kepada Robbnya secara syar’i, yaitu dengan mentauhidkan Allah mengesakan ibadah semata-mata kepada-Nya. Penyerahan diri semacam inilah yang pelakunya dipuji dan diberi pahala. Adapun penyerahan diri dalam artian pasrah kepada takdir, maka seorang hamba tidak mendapatkan pahala, karena dalam hal ini manusia tidak berdaya sedikitpun. Alloh Ta’ala berfirman [artinya]:
“… padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan” (Ali ‘Imranan: 83)

?[Menaatinya dengan menjalankan perintah-perintah-Nya]

Menaati-Nya dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nyaa, karena ketaatan itu terwujud dalam melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan.

?[Berlepas diri dari syirik dan musyrikin]

Membebaskan diri dari sy’irik artinya meninggalkannya. Ini menuntut agar seseorang juga memisahkan diri dari orang-orang musyrik. Alloh Ta’ala berfirman [artinya]: “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka:
“Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja” (Al-Mumtahanah: 4)

وهو ثلاث مراتب: الإسلام، والإيمان والإحسان، وكل مرتبة لها أركان
فأركان الإسلام خمسة:
شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله
وإقام الصلاة،
وإيتاء الزكاة
وصوم رمضان
وحج بيت الله الحرام.

?TINGKATAN PERTAMA : ISLAM

Agama Islam itu terdiri dari 3 tingkatan: Islam, Iman dan
Ihsan. Setiap tingkatan memiliki rukun. Adapun tingkatan Islam, rukunnya ada lima:
1. Syahadat “Laa Ilaaha Illallaah – Muhammad
Rasulullah”
2. Mendirikan shalat.
3. Menunaikan zakat.
4. Puasa pada bulan Ramadhan.
5. Haji ke Baitullah Al-Haram.

بين المؤلف رحمه الله تعالى أن الدين الإسلامي ثلاث مراتب بعضها فوق بعض وهي الإسلام، والإيمان، والإحسان دليل ذلك قوله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ في الحديث الذي رواه أمير المؤمنين عمر بن الخطاب رضي الله عنه حين جاء جبريل يسأل النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عن الإسلام والإيمان والإحسان، وبين له صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذلك وقال: « هذا جبريل أتاكم يعلمكم دينكم » .
دليل ذلك حديث ابن عمر رضي الله عنهما قال: قال النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « “بني الإسلام على خمس: شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله، وإقام الصلاة، وإيتاء الزكاة، وصوم رمضان، وحج بيت الله الحرام »

?Syarah dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Penulis rahimahullah menjelaskan bahwa Dinul Islam itu ada tiga tingkatan, sebagian tingkatan itu berada di atas tingkatan yang lain, yaitu Islam, Iman, dan Ihsan.

Dalilnya adalah sabda behau dalam hadits yang diriwayatkan oleh Amirul Mukminin ‘Umar bin Al-
Khatab ketika Jibril datang bertanya kepada beliau tentang Islam, iman, dan ihsan. Beliau lantas
menjelaskan hal itu kepada Jibril. Setelah itu beliau bersabda, “Ini Jibril yang datang antuk mengajari kalian tentang agama kalian”

Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan oieh lbnu Umar radhiallahu’anhuma yang berkata: “Nabi bersabda:
‘Islam dibangun di atas lima rukun, yaitu shahadat bahwa tidak ada ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah rosul Alloh, rnendirikan sholat, menunaikan zakat, puasa Romadhon, dan berhaji ke Baitulloh Al-Haram’” (HR.Bukhari dalam Kitabul Iman, HR. Muslim dalam Kitabul Iman)

(IN SYAA ALLAH BERSAMBUNG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.