Ushul Tsalatsah [Sesi ke-16]: Jenis-jenis Ibadah: Istighatsah

doa

Alhamdulillah kita lanjutkan pembahasan kitab Ushulutstsalaatsah, sampai pada :

?JENIS-JENIS IBADAH

‘ISTIGHATSAH’

ودليل الاستغاثة قوله تعالى: { إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ }

Dalil istighatsah (memohon pertolongan untuk dimenangkan atau diselamatkan) adalah firman Allah ta’ala:
{ إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ }
“(Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu untuk dimenangkan (atas kaum musyrikin),
lalu diperkenankan-Nya bagimu.” (QS. Al-Anfal: 9).

?Syarah dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin:

الاستغاثة طلب الغوث وهو الإنقاذ من الشدة والهلاك، وهو أقسام:
الأول: الاستغاثة بالله عز وجل وهذا من أفضل الأعمال وأكملها وهو دأب الرسل وأتباعهم، ودليله ما ذكره الشيخ رحمه الله { إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ } وكان ذلك في غزوة بدر حين نظر النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إلى المشركين في ألف رجل
وأصحابه ثلاثمائة وبضعة عشر رجلا فدخل العريش يناشد ربه عز وجل رافعا يديه مستقبل القبلة يقول: « اللهم أنجز لي ما وعدتني، اللهم إن تهلك هذه العصابة من أهل الإسلام لا تعبد في الأرض » (3) وما زال يستغيث بربه رافعا يديه حتى سقط رداؤه عن منكبيه فأخذ أبو بكر رضي الله عنه رداءه فألقاه على منكبيه ثم التزمه من ورائه، وقال: يا نبي الله كفاك مناشدتك ربك فإنه سينجز لك ما وعدك فأنزل الله هذه الآية.
الثاني: الاستغاثة بالأموات أو بالأحياء غير الحاضرين القادرين على الإغاثة فهذا شرك؛ لأنه لا يفعله إلا من يعتقد أن لهؤلاء تصرفا خفيا في الكون فيجعل لهم حظا من الربوبية قال الله تعالى: { أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ } .
الثالث: الاستغاثة بالأحياء العالمين القادرين على الإغاثة فهذا جائز كالاستعانة بهم قال الله تعالى في قصة موسى : { فَاسْتَغَاثَهُ الَّذِي مِنْ شِيعَتِهِ عَلَى الَّذِي مِنْ عَدُوِّهِ فَوَكَزَهُ مُوسَى فَقَضَى عَلَيْهِ } .
الرابع: الاستغاثة بحي غير قادر من غير أن يعتقد أن له قوة خفية مثل أن يستغيث الغريق برجل مشلول فهذا لغو وسخرية بمن استغاث به فيمنع منه لهذه العلة، ولعلة أخرى وهي الغريق ربما اغتر بذلك غيره فتوهم أن لهذا المشلول قوة خفية ينقذ بها من الشدة

?[Definisi Istighatsah]
Istighatsah artinya memohon keselamatan dari penderitaan dan kebinasaan.

?[Jenis-jenis Istighatsah]
Istighatsah dibagi menjadi empat :

➡Pertama:

Memohon keselamatan kepada Alloh ‘azza wa jalla. Ini merupakan salah satu amalan yang sangat utama dan sempurna. Ia merupakan tradisi para rosul dan pengikut mereka. Dalilnya adalah sebagaimana yang disebutkan oleh Penulis rahimahullah, firman Alloh [ta’ala]:
“Ingatlah, ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu.
Sesungguhnya Aku mendatangkan bala bantuan kepada kalian dengan seribu malaikat yang berturut-turut.” (Al-Anfaal:9)

Itu terjadi pada waktu perang Badar, ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam melihat jumlah pasukan musyrik seribu personil, sedangkan jumlah para sahabatnya hanya tiga ratus personil lebih sedikit. Maka beliau masuk ke dalam kemah seraya bermohon kepada Robbnya seraya mengangkat tangan dan menghadap kiblat. Beliau berdoa :
“Ya Alloh, tunaikanlah janji-Mu kepadaku. Ya Alloh, jika Engkau menghancurkan kelompok orang Islam ini,
niscaya Engkau tidak lagi diibadahi di muka bami” (HR.Muslim dalam Kitab Al-Jihaad)

Beliau terus melakukan istighatsah kepada Robbnya seraya mengangkat tangannya, sampai-sampai selendang beliau jatuh dari pundak, lantas diambil oleh Abu Bakar radhiallahu’anhu dan diletakkannya kembali di atas pundak beliau. Kemudian Abu Bakar radhiallahu’anhu mendekati beliau dari belakang, lalu berkata, “Wahai Nabi Alloh, Robbmu pasti mengabulkan permohonanmu. Sesungguhnya Dia pasti menunaikan janji-Nya
kepadamu.” Lantas Alloh menurunkan ayat ini.

➡Kedua:

Memohon keselamatan kepada mayit atau makhluk hidup yang tidak terlihat dan tidak mampu memberikan keselamatan. Ini merupakan tindakan syirik. Sebab tindakan ini tidak akan dilakukan kecuali oleh orang yang mempunyai keyakinan bahwa mereka memiliki kekuasaan tersembunyi dalam mengelola alam semesta.
Dengan demikian, Ia telah menganggap mereka itu memiliki sebagian dari sifat ketuhanan. Alloh Ta’ala berfirman :
“Atau siapakah yang memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan, bila ia berdoa kepada-Nya dan menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kalian (manusia) sebagai kholifah di bumi? Apakah di samping Alloh ada tuhan yang lain? Amat sedikit kalian mengingat-Nya” (An-Nahl: 62)

➡Ketiga:

Memohon keselamatan kepada makhluk hidup yang mengetahui dan mampu memberikan keselamatan.
Tindakan ini dibolehkan, sebagaimana dibolehkannya meminta pertolongan kepada mereka. Alloh Ta’ala berfirman rentang kisah Musa [artinya]: “Maka orang yang dari golongannya meminta agar diselamatkannya terhadap orang yang dari musuhya, lalu Musa meninjunya dan matilah musuhnya itu”
(Al-Qoshosh: 15)

➡Keempat:

Memohon keselamatan kepada makhluk hidup yang tidak mampu memberikan pertolongan, tanpa meyakini bahwa ia mempunyai kekuatan tersembunyi. Contohnya adalah orang yang tenggelam meminta tolong kepada orang lain yang tangannya buntung. Ini merupakan tindakan sia-sia atau ejekan terhadap orang yang dimintainya untuk menyelamatkannya. Tindakan ini dilarang disebabkan oleh alasan ini dan satu alasan lain bahwa tindakan orang yang tenggelam ini bisa memperdayakan orang lain, sehingga orang lain tersebut berkeyakinan bahwa orang yang tangannya buntung itu memiliki kekuatan tersembunyi yang bisa menyelamatkan dari kesusahan.

(IN SYAA ALLAH BERSAMBUNG)

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
? WA Kajian Kadang Temanggung
Simak kajiannya di www.kajiantemanggung.com
? Sunduq dakwah Temanggung
?BRI 0842-01-029843-53-2
atas nama SUKAEMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.