Ushul Tsalatsah [Sesi ke-13]: Jenis-jenis Ibadah: Roghbah, Rohbah, Khusyu’

Heart2

Alhamdulillah kita lanjutkan pembahasan kitab Ushulutstsalaatsah, sampai pada :

?JENIS-JENIS IBADAH

‘Roghbah’, ‘Rohbah’, ‘Khusyu’

ودليل الرغبة والرهبة والخشوع قوله تعالى:
( إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ )

Dalil raghbah (penuh minat), rahbah (cemas) dan khusyu’ (tunduk) firman Allah ta’ala:

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan
yang baik dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap (kepada rahmat Kami) dan cemas (akan siksa Kami), dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’: 90).

? Syarah dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin:

?[Definisi Roghbah]

الرغبة: محبة الوصول إلى الشيء المحبوب

Roghbah adalah keinginan memperoleh sesuatu yang disukai.

?[Definisi Rohbah]

الرهبة: الخوف المثمر للهرب من المخوف فهي خوف مقرون بعمل

Rohbah adalah ketakutan yang membuahkan tindakan menghindar dari yang ditakuti. Jadi, rohbah adalah rasa takut yang diiringi dengan tindakan.

?[Definisi Khusyuk]

الخشوع: الذل والتطامن لعظمة الله بحيث يستسلم لقضائه الكوني والشرعي

Khusyuk adalah rasa tunduk dan rendah diri di hadapan keagungan Alloh, sehingga dengannya seseorang pasrah kepada ketetapan- Nya yang bersifat kauni (yaitu takdir-Nya) maupun syar’i (yaitu syariatNya).

? [Penjelasan dalil Roghbah, Rohbah, Khusyuk, Surat Al-Anbiya: 90]

في هذه الآية الكريمة وصف الله تعالى الخلص من عباده بأنهم
يدعون الله تعالى رغبا ورهبا مع الخشوع له، والدعاء هنا شامل لدعاء العبادة ودعاء المسألة، فهم يدعون الله رغبة فيما عنده وطمعا في ثوابه مع خوفهم من عقابه وآثار ذنوبهم، والمؤمن ينبغي أن يسعى إلى الله تعالى بين الخوف والرجاء، ويغلب الرجاء في جانب الطاعة لينشط عليها ويؤمل قبولها، ويغلب الخوف إذا هم بالمعصية ليهرب منها وينجو من عقابها.
وقال بعض العلماء: يغلب جانب الرجاء في حال المرض وجانب الخوف في حال الصحة؛ لأن المريض منكسر ضعيف النفس وعسى أن يكون قد اقترب أجله فيموت وهو يحسن الظن بالله عز وجل، وفي حال الصحة يكون نشيطا مؤملا طول البقاء فيحمله ذلك على الأشر والبطر فيغلب جانب الخوف ليسلم من ذلك.
وقيل : يكون رجاؤه وخوفه واحدا سواء لئلا يحمله الرجاء على الأمن من مكر الله، والخوف على اليأس من رحمة الله تعالى، وكلاهما قبيح مهلك لصاحبه.

Dalam ayat ini, Alloh Ta’ala, menjelaskan sifat hamba hamba pilihan-Nya, di mana mereka senantiasa berdoa kepada-Nya dengan diliputi perasaan ingin, takut, serta khusyuk. Doa di sini meliputi doa ibadah dan doa mas’alah. Mereka berdoa kepada Alloh dengan perasaan ingin memperoleh pahala di sisi-Nya serta takut kepada hukuman-Nya dan akibat-akibat dosa mereka. Semua orang yang beriman seyogyanya berjalan menuju Alloh dengan disertai perasaan antara harapan dan kekhawatiran. Aspek harapan sebaiknya ditonjolkan ketika melaksanakan ketaatan agar lebih giat dan diharapkan diterima. Adapun aspek kekhawiran sebaiknya ditonjolkan ketika seseorang hendak melakukan maksiat, agar ia menghindar darinya dan selamat dari hukumannya.

Sebagian ulama mengatakan bahwa aspek harapan hendaklah ditonjolkan saat seseorang dalam kondisi sakit, sedangkan aspek kekhawatiran hendaklah ditonjolkan saat ia dalam keadaan sehat. Sebab jiwa orang yang sakit itu lemah. Bisa jadi ajalnya telah dekat, sehingga diharapkan ia meninggal dunia dalam keadaan berprasangka baik kepada Alloh ‘azza wa jalla. Adapun ketika dalam keadanan sehat, seseorang seringkali sangat aktif dan berharap hidup lama, yang kadang-kadang mengakibatkan ia sombong dan angkuh, karena itu aspek kekhawatiran hendaklah ditonjolkan pada dirinya sehingga ia selamat dari hal itu.
Dikatakan pula bahwa hendaklah harapan seseorang itu senantiasa berpadu dengan kekhawatirannya.
Yang demikian itu agar harapannya tidak mengakibatkan ia merasa aman dari makar Alloh dan kekhawatirannya tidak mengakibatkannya berputus asa dari rahmat Alloh, kedua hal tersebut sama-sama jelek dan mengakibatkan kebinasaan.

?Jenis-jenis ibadah: ‘Khosyah’ (takut)

ودليل الخشية قوله تعالى: فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِي

Dalil khasy-yah (takut) firman Allah ta’ala:
“Maka janganlah kamu takut kepada mereka, dan takutlah kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 150)

?Syarah dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahulahuta’aala:

الخشية هي الخوف المبني على العلم بعظمة من يخشاه وكمال سلطانه لقول الله تعالى: { إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ } أي العلماء بعظمته، وكمال سلطانه فهي أخص من الخوف، ويتضح الفرق بينهما بالمثال فإذا خفت من شخص لا تدري هل هو قادر عليك أم لا فهذا خوف، وإذا خفت من شخص تعلم أنه قادر عليك فهذه خشية . ويقال في أقسام أحكام الخشية ما يقال في أقسام أحكام الخوف.

Khosyah adalah perasaan takut yang dilandasi oleh pengetahuan tentang keagungan siapa yang ditakutinya serta kesempurnaan kekuasaannya.

Karena Alloh ta’ala berfirman [artinya] :
“… sesunguhnya yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hamb-Nya, hanyalah ulama… “. (Faathir: 28)

Yang dimaksud ulama di sini adalah orang-orang yang mengetahui Alloh dan mengetahui kesempurnaan kekuasaan-Nya. Khosyah itu lebih khusus dibandingkan dengan khouf. Perbedaan antara keduanya akan jelas dengan permisalan berikut: Jika Anda takut kepada seseorang yang Anda tidak tahu, apakah ia berkuasa menimpakan sesuatu atas diri Anda atau tidak, maka rasa takut ini disebut khouf. Tetapi jika Anda takut kepada seseorang yang Anda tahu bahwa ia berkuasa untuk menimpakan sesuatu atas diri Anda, maka rasa takut Anda ini disebut khosyah.

Rincian hukum yang berkaitan dengan khosyah, sama dengan klasifikasi hukum yang berkaitan dengan khouf.

Wallahua’lam.

(IN SYAA ALLAH BERSAMBUNG)

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
? WA Kajian Kadang Temanggung
Simak kajiannya di www.kajiantemanggung.com
? Sunduq dakwah Temanggung
?BRI 0842-01-029843-53-2
atas nama SUKAEMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.