Ushul Tsalatsah [Bagian ke-9]: Ar Rabb

image

💡 SESI  9

Alhamdulillah kita lanjutkan pembahasan kitab Ushulutstsalaatsah, sampai pada :

والرب هو المعبود  والدليل قوله تعالى:  يَا أَيُّهَا النَّاسُ  اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ   وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ  .  الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا  وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً   فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ  فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
قال ابن كثير – رحمه الله تعالى : ” الخالق لهذه الأشياء هو المستحق للعبادة ” .

“Hai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap, dan Dia
menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan air hujan itu segala buah-buahan sebagai rizki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 21-22).

Ibnu Katsir rahimahullahu ta’ala, mengatakan: hanya pencipta segala sesuatu yang ada inilah yang berhak dengan segala macam ibadah.
? Ibnu Katsier
Dia adalah ‘Imaduddin Abul Fida’ Isma’il bin ‘Umar Al-Qurosyi Ad-Dimasyqi, seorang hafidz masyhur, penulis tafsir dan tarikh, salah satu murid Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.Wafat pada tahun 774 H.

? SYARAH DARI SYAIKH MUHAMMAD BIN SHALIH AL-UTSAIMIN

والرب هو المعبود (1) والدليل (2) قوله تعالى: { يَا أَيُّهَا النَّاسُ } (3) { اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ } (4) { وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ } . (5)

يشير المؤلف رحمه الله تعالى إلى قول الله عز وجل: { إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ } . فالرب هو المعبود أي هو الذي يستحق أن يعبد أو هو الذي يعبد لاستحقاقه للعبادة وليس المعنى أن كل من عبد فهو رب، فالآلهة التي تعبد من دون الله واتخذها عبادها أربابا من دون الله ليست أربابا.
(1) والرب هو: الخالق، المالك، المدبر لجميع الأمور.
(2) أي الدليل على أن الرب هو المستحق للعبادة.
(3) النداء موجه لجميع الناس من بني آدم أمرهم الله عز وجل أن يعبدوه وحده لا شريك له.
فلا يجعلوا له أندادا، ويبين أنه إنما استحق العبادة لكونه هو الخالق وحده لا شريك له.
(4) قوله: { الَّذِي خَلَقَكُمْ } هذه صفة كاشفة تعلل ما سبق أي اعبدوه؛ لأنه ربكم الذي خلقكم، فمن أجل كونه الرب الخالق كان لزاما عليكم أن تعبدوه، ولهذا نقول : يلزم كل من أقر بربوبية الله أن يعبده وحده وإلا كان متناقضا.
(5) أي من أجل أن تحصلوا على التقوى، والتقوى هي اتخاذ وقاية من عذاب الله عز وجل باتباع أوامره، واجتناب نواهيه.

{ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا } (1) { وَالسَّمَاءَ بِنَاءً } (2) { وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً } (3) { فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ } (4) { فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا } (5) { وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ } (6).

(1) أي جعلها فراشا ومهادا نستمتع فيها من غير مشقة ولا تعب كما ينام الإنسان على فراشه.
(2) أي فوقنا لأن البناء يصير فوق السماء بناء لأهل الأرض وهي سقف محفوظ كما قال الله تعالى: { وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًا وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ } .
(3) أي أنزل من العلو من السحاب ماء طهورا لكم منه شراب ومنه شجر فيه تسيمون، كما في سورة النحل.
(4) أي عطاء لكم وفي آية أخرى: { مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ } .
(5) أي لا تجعلوا لهذا الذي خلقكم، وخلق الذين من قبلكم، وجعل لكم الأرض فراشا والسماء بناء، وأنزل لكم من السماء ماء فأخرج به من الثمرات رزقا لكم لا تجعلوا له أندادا تعبدونها كما تعبدون الله، أو تحبونها كما تحبون الله فإن ذلك غير لائق بكم لا عقلا ولا شرعا.
(6) أي تعلمون أنه لا ند له وأنه بيده الخلق والرزق والتدبير فلا تجعلوا له شريكا في العبادة.

قال ابن كثير – رحمه الله تعالى (1) _: ” الخالق لهذه الأشياء هو المستحق للعبادة ” .
(1) هو عماد الدين أبو الفداء إسماعيل بن عمر القرشي الدمشقي الحافظ المشهور صاحب التفسير والتاريخ من تلاميذ شيخ الإسلام ابن تيمية توفي سنة أربع وسبعين وسبعمائة.

💡 [Ar-Rabb adalah yang berhak untuk diibadahi]

Penulis rahimahullah mengisyaratkan kepada firman Alloh Azza wa Jalla,
“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia
bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya.
Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam” (Al-A’raf: 54)

Hanya Rabb itulah yang berhak diibadahi atau yang diibadahi dikarenakan Dia berhak, Bukan berarti setiap yang dibadahi itu Rabb. Tuhan-tuhan selain Alloh yang diibadahi dan dianggap tuhan oleh penyembahnya, bukan Rabb.
Rabb adalah, pencipta, pemilik, dan pemelihara segala urusan.

? [Wahai manusia …]

Seruan ini ditujukan kepada semua manusia. Allah memerintahkan mereka beribadah kepada-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya, maka janganlah mereka menjadikan sekutu-sekutu sebagai sesembahan selain Allah.
Allah menjelaskan bahwa Dia berhak diibadahi karena Dia satu-satu-Nya pencipta.

?[Sembahlah Rabb yang telah menciptakanmu]

Firman-Nya, “yang telah menciptakanmu…” adalah sifat yang menjelaskan alasan pernyataan sebelumnya – artinya beribadahlah kepada-Nya karena Dialah yang telah menciptakanmu. Karena Dia adalah Robb yang menciptakan, maka kamu semua wajib beribadah kepada-Nya. Karena itu, kami mengatakan, siapa saja yang mengakui rububiyah Alloh, maka ia harus beribadah kepada-Nya saja. Jika tidak demikian, berarti ia telah melakukan hal yang bertentangan dengan pengakuannya.

?[Agar kamu bertakwa]

Maksudnya adalah agar kamu bisa meraih ketakwaan. Takwa adalah melindungi diri dari adzab Allah dengan cara mengikuti perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

?[Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan]

Maksudnya sebagai hamparan, tempat kita bisa bersenang-senang tanpa kesulitan dan kepayahan, ibarat orang yang tidur di atas hamparan kasurnya.

?[Dan langit sebagai atap]

Maksudnya adalah langit itu berada di atas kita, karena atap itu terletak di sebelah atas. Langit adalah atap bagi penduduk bumi dan ia merupakan atap yang terpelihara.
Sebagaimana firman Allah ta’ala:
“Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara…”. (Al-Anbiya: 32)

?[Dan Dia menurunkan hujan]

Maksudnya adalah Dia telah menurunkan dari ketinggian, yaitu dari awan, air yang mensucikan. Ini sebagamana firman Allah [artinya]:
“Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu” (An-Nahl: 10)

?[Sebagai rizki bagimu]

Maksudnya adalah sebagai pemberian bagimu.
Sedangkan dalam ayat lain Alloh berfrman [artinya]:
“(Semua itu) antuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.” (An-Nazi’aat: 33)

?[Karena itu, janganlah membuat tandingan]

Maksudnya adalah Robbmu yang telah menciptakanmu, menciptakan orang-orang sebelummu menciptakan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, serta menurunkan hujan dari langit, lalu dengan hujan itu Dia menumbuhkan buah-buahan sebagai rezeki bagimu, janganlah kamu menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya, di mana kamu beribadah kepadanya sebagaimana beribadah kepada Alloh atau mencintainya sebagaimana kecintaanmu kepada Alloh. Itu tidak patut bagimu, baik menurut pertimbangan akal maupun syar’i.

?[Padahal kamu mengetahui]

Maksudnya adalah kamu mengetahui bahwa tidak ada sekutu bagi-Nya dan bahwa hanya di tangan-Nyalah ada penciptaan, pemberian rezeki, dan pemeliharaan. Karena itu, janganlah membuat sekutu bagi-Nya dalam ibadah.

(IN SYAA ALLAH BERSAMBUNG PEKAN BERIKUTNYA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.