Ulama as-Salaf dalam Kejujuran dan Keihlasan (8)

❁ ﷽ ❁
KAJIAN KADANG TEMANGGUNG
💽 Seri : Panduan Akhlak Salaf
📚 Kitab : Aina Nahnu min Akhlaqis-Salaf
🖋 Karya : As-Syaikh Abdul Aziz bin Nashir al Jalil Baha-uddien ‘Aqiel
📓 Materi : Bab 1 | Ulama as-Salaf dalam Kejujuran dan Keihlasan (8)
🗓 Jumat, 26 April 2019 M / 21 Sya’ban 1440 H

🌼 •┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈• 🌼

Dari Muhammad bin Isa diriwayatkan bahwa ia berkata:
“Abdullahbin Al-Mubarak biasa pulang pergi ke Tharasus. Beliau biasa singgah beristirahat di sebuah penginapan.
Ada seorang pemuda yang mondar-mandir mengurus kebutuhan beliau sambil belajar hadits.
Diriwayatkan bahwa suatu hari beliau mampir ke penginapan itu namun tidak mendapati pemuda tersebut. Kala itu beliau tergesa-gesa dan keluar berperang bersama pasukan kaum muslimin.
Sepulangnya dari peperangan itu, beliau kembali ke penginapan tersebut dan menanyakan perihal pemuda tersebut.
Orang-orang memberitakan bahwa pemuda itu ditahan akibat terlilit hutang yang belum dibayarkannya.
Maka Abdullah bin Al-Mubarak bertanya : “Berapa jumlah hutangnya?”
Mereka menjawab : “Sepuluh ribu dirham.”
Beliau segera menyelidiki sampai beliau dapatkan pemilik hutang tersebut. Beliau memanggil orang tersebut pada malam harinya dan langsung menghitung dan membayar hutang pemuda tadi. Namun beliau meminta lelaki itu untuk tidak memberitahukan kejadian itu kepada siapapun selama beliau masih hidup.
Beliau berkata: “Apabila pagi tiba, segera keluarkan pemuda tersebut dari tahanan.”
Abdullah bin Al-Mubarak segera berangkat pergi, dan pemuda itupun segera dibebaskan.
Orang-orang mengatakan kepadanya : “Kemarin Abdullah bin Al-Mubarak ke sini dan menanyakan tentang dirimu, namun sekarang dia sudah pergi.”
Si pemuda segera menyusuri jejak Abdullah dan berhasil menjumpai beliau kira-kira dua atau tiga marhalah (satu marhalah kira-kira dua belas mil) dari penginapan.
Beliau (Abdullah) bertanya : “Kemana saja engkau? Saya tidak melihat engkau di penginapan.”
Pemuda itu menjawab : “Betul wahai Abu Abdirrahman, saya ditahan karena hutang.”
Beliau bertanya lagi: ”Lalu bagaimana engkau dibebaskan?”
Pemuda itu menjawab : “Ada seseorang yang datang membayarkan hutangku. Sampai aku dibebaskan, aku tidak mengetahui siapa lelaki itu.”
Maka beliau berkata : “Wahai pemuda, bersyukurlah kepada Alloh yang telah memberi taufik kepadamu sehingga lepas dari hutang.”
Lelaki pemilik hutang itu tidak pernah memberitahukan kepada siapapun sehingga Abdullah bin Al-Mubarak wafat.”

”Shifatush Shofwah” IV : 141,142

🌼 •┈┈┈•✿❁✿••✿❁✿•┈┈┈• 🌼

Donasi Ifthor Jama’i
Kajian Kadang Temanggung

BRI 084201029843532
a/n Sukaemi (+6281317257620)

Official Web :
http://kajiantemanggung.com

Tautan Grup :
https://chat.whatsapp.com/9g0SSnsulteJmspUMurgjN

(Artikel ini boleh untuk disebarluaskan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.