Ukuran kebenaran itu adalah keimanan Para Sahabat Nabi …

🔥 Ukuran kebenaran itu adalah keimanan Para Sahabat Nabi …

✍Islam yang benar adalah apa yang diajarkan dan diamalkan oleh para Sahabat Nabi رضوان الله عليهم جميعا.
Mereka merupakan rujukan pertama Islam.
Setiap ajaran atau amalan yang tidak dikenal atau tidak dilakukan oleh para sahabat maka ajaran atau amalan itu jelas menyimpang.
Allah berfirman,

فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا ۖ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ ۖ فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(Al-Baqarah: 137)

Allah berfirman,
فَإِنْ آمَنُوا
“Maka jika mereka beriman,” yakni orang-orang kafir dan ahli kitab serta lain-lainnya mau beriman,
بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِه
“kepada apa yang kalian telah beriman kepadanya,” hai orang-orang mukmin, yakni mereka beriman kepada semua kitab dan rasul Allah, serta tidak membedakan seorang pun di antara mereka,
فَقَدِ اهْتَدَوْا ۖ
“sungguh mereka telah mendapat petunjuk,” yakni mereka telah menempuh jalan yang hak dan mendapat bimbingan ke arahnya.

Allah berfirman,
وَإِنْ تَوَلَّوْا
“Dan jika mereka berpaling,” yakni dari jalan yang benar dan menempuh jalan yang batil, sesudahnya hujah mematahkan alasan mereka,
فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ ۖ فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ
“sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu), maka Allah akan memelihara kamu dari mereka,” yakni Allah akan menolongmu dalam menghadapi mereka dan Dia akan memberikan kemenangan kepada kalian atas mereka,
وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa Yunus ibnu Abdul A’la telah membacakan kepada kami, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepada kami Ziad ibnu Yunus, telah menceritakan kepada kami Nafi’ ibnu Abu Na’ im yang menceritakan bahwa mushaf Usman ibnu Affan dikirimkan kepada sebagian khulafa untuk dikoreksi.
Ziad melanjutkan kisahnya, “Maka aku bertanya kepadanya (Nafi’ ibnu Abu Na’im), ‘Sesungguhnya orang-orang mengatakan bahwa mushaf (kopi asli Usman ibnu Affan) berada di atas pangkuannya ketika ia dibunuh, lalu darahnya menetesi mushaf yang ada tulisan firman-Nya:
ۖ فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ
Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka.
Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(Al-Baqarah : 137)
Nafi’ mengatakan, “Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri darah itu ada yang menetes pada ayat ini, tetapi agak pudar karena berlalunya masa.”
(Tafsir Ibnu Katsir)

Berkata Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili,
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin mengatakan : Perselisihan yang terjadi antara ahli kitab dan muslimin adalah perkara yang telah ditaqdirkan oleh Allah, oleh karena tidak akan bersepakat antara kaum muslimin dan ahli kitab, maka da’wah yang yang dibawakan para Ahli kitab untuk bertauhid kepada banyak agama adalah dakwah yang sesat, berdasarkan firman Allah :
{ فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا ۖ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ }
“Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu)” , jika mereka tidak ingin beriman maka mereka dengan kita dalam perselisihan, dan perselisihan itu pasti akan menghantarkan kepada permusuhan dan kemarahan, dan selanjutnya masing-masing saling mempertahankan pendiriannya, dan seperti itulah yang terjadi.
(Tafsir Al-Wajiz, Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili)
Wallahu a’lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒.💧…

One comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.