Tidak ada hukum syariat yang sia-sia…

💧 Tidak ada hukum syariat yang sia-sia…

✍Allah berfirman,

وَلَكُمۡ فِی ٱلۡقِصَاصِ حَیَوٰةࣱ یَـٰۤأُو۟لِی ٱلۡأَلۡبَـٰبِ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.”[Al-Baqarah 179]

Firman Allah:
وَلَكُمۡ فِی ٱلۡقِصَاصِ حَیَوٰةࣱ
Dan dalam qisas itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagi kalian.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman bahwa di dalam pen-tasyri’-an hukum qisas bagi kalian, yakni membunuh si pembunuh, terkandung hikmah yang besar, yaitu jaminan kelangsungan hidup dan terpeliharanya nyawa.
Sesungguhnya seseorang itu apabila mengetahui (jika dia membunuh seseorang, maka ia akan dikenai hukuman mati), niscaya dia akan mencegah dirinya dari melakukan niatnya itu.
Di dalam peraturan ini terkandung jaminan kelangsungan hidup bagi jiwa manusia.

Di dalam kitab-kitab terdahulu disebutkan bahwa hukum mati itu lebih meniadakan pembunuhan.
Maka pengertian ini diungkapkan oleh Al-Qur’an dengan ungkapan yang lebih fasih, lebih mengena, dan lebih ringkas, yaitu melalui firman-Nya:
وَلَكُمۡ فِی ٱلۡقِصَاصِ حَیَوٰةࣱ
Dan dalam qishahs itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagi kalian.

Abul Aliyah mengatakan, Allah menjadikan hukum qisas sebagai jaminan kelangsungan hidup bagi kalian, karena berapa banyak orang dari kaum laki-laki yang hendak melakukan pembunuhan, tetapi niatnya itu dia urungkan karena takut akan terkena hukum qisas.
Hal yang sama dikatakan pula oleh Mujahid, Sa’id ibnu Jubair, Abu Malik, Al-Hasan, Qatadah, Ar-Rabi’ ibnu Anas, dan Muqatil ibnu Hayyan.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:
یَـٰۤأُو۟لِی ٱلۡأَلۡبَـٰبِ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
hai orang-orang yang berakal, supaya kalian bertakwa.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Hai orang-orang yang berakal, mempunyai pengertian dan pemahaman (ditetapkan-Nya demikian itu) supaya kalian sadar dan menghentikan hal-hal yang diharamkan Allah dan semua perbuatan dosa.”
Takwa merupakan isim yang pengertiannya mencakup semua perbuatan taat dan menghentikan hal-hal yang mungkar.
(Tafsir Ibnu Katsir)
Wallahu a’lam.

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒.📒…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.