Tercelanya mengikuti hawa nafsu

💉 *Tercelanya mengikuti hawa nafsu …*

✍Allah telah mengingatkan Nabi Daud عليه السلام tentang bahayanya mengikuti hawa nafsu.
Allah berfirman,

يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ
“Hai Daud! sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.” [Shâd: 26]

Dalam ayat yang lain Allah banyak mengingatkan diantara bahayanya mengikuti hawa nafsu.
Hawa nafsu merupakan musuh manusia setelah syaiton. Dan bisa jadi lebih sulit melawan musuh hawa nafsu daripada syaiton, karena hawa nafsu sudah bercokol dalam diri manusia sedangkan syaiton menggoda dari luar tubuh manusia.
Diantara bahayanya mengikuti hawa nafsu berikut ini:
1. Mengikuti hawa nafsu menjadikan manusia hilang akal sehatnya, sehingga mengukur baik tidaknya sesuatu dari akalnya.

وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا لَيُضِلُّونَ بِأَهْوَائِهِمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُعْتَدِينَ
“Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allâh ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.”(Al-An’âm: 119)

2. Mengikuti hawa nafsu menjadikan manusia lalai.

وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ
“Janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami Lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginan (hawa nafsu)nya.” (Wl-Kahf: 28)
2. Mengikuti hawa nafsu adalah sumber kekafiran dan kebinasaan.

فَلاَ يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَنْ لاَ يُؤْمِنُ بِهَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَتَرْدَى
“Maka janganlah engkau dipalingkan dari (Kiamat itu) oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti keinginan (hawa nafsu)nya, yang menyebabkan engkau binasa.” (Thaha: 16)
3. Mengikuti hawa nafsu adalah kesesatan yang terburuk.

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ
“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti keinginan (hawa nafsu)nya.” (Al-Qashas:50)
4. Mengikuti hawa nafsu menjadikan manusia berlebihan dalam agamanya, seperti yang terjadi pada Ahli Kitab sebelum ini.

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ
“Katakanlah, “Hai Ahli Kitab! Janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.” (Al-Mâidah: 77)
5. Mengikuti hawa nafsu menghalangi seseorang untuk berbuat adil.

فَاحْكُم بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى
“Berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu.” (Shad: 26)
6. Mengikuti hawa nafsu adalah sumber kerusakan.

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ
“Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan mereka, pasti binasalah langit dan bumi, dan semua yang ada di dalamnya.” (Al-Mukminun: 71)
7. Akan menjadikan seorang melanggar syariat :

فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ ۚ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
“Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” [Al-Qashshash: 50]
8. Mengikuti hawa nafsu menjadi malapetaka yang membinasakan.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :

ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ فَأَمَّا ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ: شُحٌّ مُطَاعٌ وَ هَوًى مُتَّبَعٌ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ
Tiga perkara yang membinasakan:
Adapun tiga perkara yang membinasakan adalah: kebakhilan dan kerakusan yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan seseorang yang membanggakan diri sendiri.
[HR Ath-Thobrony dihasankan Al-Albani di dalam Silsilah al-Ahaduts ash-Shahihah, 1802]

Berkata Imam As-Syafi’i رحمه الله,

لأن يلقى العبد الله بكل ذنب ما خلا الشرك به , خير من أن يلقاه بشيء من الأهواء .
📚قطوف حكم ومواعظ للإمام الشافعي (kalemtayib.com)

“Seandainnya seorang hamba berjumpa dengan Allah (dalam ajalnya) dengan membawa semua dosa selain syirik,
Lebih baik baginya daripada membawa sesuatu dosa dari mengikuti hawa nafsu
📚Quthuf hikam wa mawa’idz, Imam Asy-Syafi’i
(kalemtayib.com)

Wallahu a’lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒.✨…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.