Tauhid Jalan Menjaga Diri dari Bencana

?Tauhid Jalan Menjaga Diri dari Bencana

✍Allah befirman,

واتقوا فتنة لا تصيبن الذين ظلموا منكم خآصة واعلموا أن الله شديد العقاب
“Dan peliharalah dirimu daripada fitnah (siksaan) yang tidak khusus menimpa orang-orang yang dzalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya”
[Al-Anfal: 25].

Alloh memperingatkan kepada hambanya yang beriman, bahwa malapetaka itu bisa saja datang kepada mereka jika mereka membiarkan kemungkaran merajalela

Azab Allah itu sangat pedih. Jika azab itu diturunkan pada suatu tempat, maka ia akan menimpa semua orang yang ada di tempat tersebut, baik orang shaleh maupun orang jahatnya jika mendiamkan merajalelanya kemungkaran. (Perkataan Ibnu Abbas, Tafsir Ibnu Katsir)

Dalam ayat ini, Allah memperingatkan kaum Mukminin agar mereka senantiasa membentengi diri mereka dari siksa tersebut dengan melaksanakan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya serta menyeru manusia kepada kebaikan dan melarang mereka dari kemungkaran.

Dalam ayat ini Allah juga memerintahkan kita untuk selalu takut dan waspada akan datangngya fitnah (malapetaka) itu sewaktu-waktu dan tanpa dibedakan diantara mereka.

?Kapankah datangnya fitnah (malapetaka) itu?
Imam Ibnu Jarir berkata: “Dalam ayat di atas Allah Ta’ala berfirman kepada orang-orang yang beriman kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya (yang maknanya); “Wahai orang-orang yang beriman peliharalah diri kalian dari siksa Allah, jangan sampai siksa itu menimpa kalian, karena ulah orang-orang zhalim yang telah melakukan perbuatan yang seharusnya tidak mereka lakukan, baik berupa kezhaliman maupun perbuatan dosa (lainnya) atau karena kalian mendatangi tempat-tempat maksiat, tempat yang pantas untuk diturunkan adzab.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,
والذي نفسي بيدِه لَتَأْمُرُنَّ بالمعروفِ ، ولَتَنْهَوُنَّ عن المنكرِ ، أو لَيُوشِكَنَّ اللهُ أن يبعثَ عليكم عقابًا من عندِه ، ثم لَتَدْعُنَّه فلا يستجيبُ لكم
“Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, hendaknya kalian betul-betul melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar atau (jika kalian tidak melaksanakan hal itu) maka sungguh Allah akan mengirim kepada kalian siksa dari-Nya kemudian kalian berdoa kepada-Nya (agar supaya dihindarkan dari siksa tersebut) akan tetapi Allah Ta’ala tidak mengabulkan do’a kalian.” (HR Ahmad dan at-Tirmidzi dan dihasankan Al-Albany dalam Al-Jami’).

⏺Datangnya fitnah (malapetaka) berdasarkan ayat dan hadits diatas, yaitu:
1. Ketika merajalela kemungkaran dan kemaksiyatan dimana-mana.
2. Ketika Ummat Islam meninggalkan kewajiban dakwah amar ma’ruf (mengajak kepada kebajikan) dan nahi munkar (melarang manusia dari kemungkaran)
3. Ketika terjadi talbis (campur aduk) antara al-haq dan al-bathil, sehingga manusia tidak peduli lagi dimana dia duduk atau berteman.
4. Ketika ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya ditinggalkan secara nyata, sedangkan kemaksiyatan kepada Allah dan Rasul-Nya dilakukan secara terang-terangan. Maka disaat itulah azab akan segera datang.

?Dan ketahuilah bahwa kemungkaran yang paling besar dan paling bahaya bagi ummat Islam adalah merajalelanya kesyirikan, lalu penyimpangan-penyimpangan dari Sunnah Rasulullah صلى الله عليه وسلم kemudian setelah itu kemaksiyatan-kemaksiyatan yang lainnya.

Jalan utama membentengi diri bencana adalah men-tauhidkan Alloh.

Allah berfirman,

قُلْ أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ ۚ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ ۖ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ
“Katakanlah: Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah ber hala-berhalamu itu dapat menghilang kan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apa kah mereka dapat menahan rahmat- Nya? Katakanlah: Cukuplah Allah bagiku, kepada-Nyalah bertawakal orang-orang yang berserah diri.” [Az-Zumar : 38].

? Hendaknya kita jaga diri, keluarga dan masyarakat kita dari kehancuran karena fitnah dan malapetaka akibat dari dosa-dosa yang merajalela.

?Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏?✒.?..?✨

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.