Syarah Matan Abu Syuja’: Shalawat, Nama Nabi, Perbedaan Nabi dan Rasul

image

Kitab fikih madzhab imam syafi’i rahimahullah
Muallif: Muhammad bin Hasan Abdul Ghoffar
Penerjemah: Hindra Kurniawan

Bismillahirrohmanirrohim, alhamdulillahirobbil’alamin, washallallah ‘ala Muhammadin wa alihi wa ashhabihi ajma’in amma ba’du.

Faedah bershalawat kepada nabi dan hukumnya
Bershalawat kepada nabi shallallahu’alaihi wasallam mempunyai faidah yang banyak diantaranya:
1) Jika engkau membaca shalawat sekali maka Allah akan bershalawat kepada kita sepuluh kali
2) Jika engkau banyak bershalawat kepada nabi maka (Allah akan) mencukupi kebutuhanmu dan diampuni dosamu

Muallif berkata:
Apakah boleh kita menggunakan tambahan lafal  Sayidina (penghulu kita) dalam tulisan dan kitab? Iya (boleh), kenapa tidak?  Karena nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda Saya ini penghulunya (pemimpinnya) anak adam dan (saya) tidak (membanggakan diri).
Dan kepemimpinan nabi shallallahu’alaihi wasallam telah ditetapkan dalam hadits ini dan di akherat, beliau mendapat tempat terpuji (menduduki) pemberi syafaat dalam syafa’atul ‘udzma (syafaat besar), ketika manusia pergi kepada para nabi dan mereka mengatakan, bukan hak saya, dan kemudian manusia pergi ke nabi shallallahu’alaihi wasallam dan beliau bersabda: saya yang akan memberi syafa’at, saya yang akan memberi syafaat, (dari sini) kelihatan kepemimpinan (beliau shallallahu’alaihi wasallam) di akherat.

Apakah membaca shalawat kepada nabi shallallahu’alaihi wasallam itu wajib atau sunnah?
Jawab:
Membaca shalawat kepada nabi shallallahu’alaihi wasallam itu hukumnya WAJIB Karena Allah Ta’ala berfirman (artinya)
bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.
Dan lafal bershalawatlah ini adalah kata perintah, dan para ahli usul fiqih mengatakan dhohirnya perintah itu menunjukkan hukum wajib selagi tidak ada tanda-tanda yang memalingkannya dari hukum wajib tersebut kepada sunnah, sehinnga ulama telah sepakat akan wajibnya hukum membaca shalawat kepada nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam.

Akan tetapi mereka berbeda pendapat dalam tempat wajibnya membaca shalawat, dan masalah ini dibangun atas masalah ushul fiqih yaitu:
1) Apakah perintah wajib ini menunjukkan kewajiban pengulangan atau harus ada qorinah/tanda-tanda/keterangan?, maka barang siapa yang berpendapat wajibnya (bershalawat) dengan  pengulangan, maka mereka mewajibkan untuk bershalawat berulang-ulang.
2) Dikatakan (dalam pendapat yang lain) kewajiban membaca shalawat itu terletak pada tasyahut akhir dalam shalat lima waktu, dan ini pendapat imam Asy-Syafi’i yang mana beliau (dalam hal ini) berbeda dengan pendapat jumhur ulama. Dan imam Asy-Syafi’i berkata: inilah yang lebih sohih dan yang benar.
3) Pendapat (ketiga) wajib membaca shalawat sekali saja
4) Pendapat ke empat wajib membaca shalawat ketika mendengar nama nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam disebut, dan mereka berdalil  dengan sabda nabi shallallahu’alaihi wasallam: celaka orang yang… sampai akhir hadits dan hadits: orang yang bakhil adalah orang yang ketika disebut namaku di sisinya dia tidak membaca shalawat kepadaku.

Dan pendapat yang benar (dari ke empat pendapat ini) adalah (pendapat ke tiga) bahwa hukum wajib membaca shalawat cukup sekali, akan tetapi apabila disebut nama nabi shallallahu’alaihi wasallam di sisinya dan tidak bershalawat maka dia termasuk orang yang paling pelit dari orang-orang pelit, bahkan dia (termasuk) orang yang rendah di sisi Tuhannya, akan tetapi apabila dia membaca shalawat (walaupun cuma) sekali maka tidak berdosa. Adapun membaca shalawat di dalam shalat maka yang rojih adalah hukumnya wajib.

Nama-nama Nabi shallallahu’alaihi wa sallam
Perkataan muallif
Ya Allah pujilah (dengan pujian yang paling baik) penghulu kita Muhammad di (depan para malikat-Mu) di tempat tertinggi
Muhammad adalah salah satu nama dari nama-nama nabi shallallahu’alaihi wasallam, dan nabi shallallahu’alaihi wasallam dia mempunyai nama yang banyak, sebagian ulama mengatakan sampai 93 nama, dan nama-nama tersebut disandarkan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, diantaranya: Pujian-pujian, dan kumpulan kebaikan.

Akan tetapi tidak semuanya, misalnya (sebagian kaum muslimin) menjadikan nama Thoha (sebagai nama nabi) padahal itu bukan nama dari nama nabi shallallahu’alaihi wasallam!!
Dan termasuk dari nama-nama beliau (yang ada dalilnya) adalah Muhammad dan Ahmad, dan keduanya itu menunjukkan penuhnya pujian, dan sungguh telah disebutkan dalam kitab-kitab siroh, bahwa Abdul Muttolib (kakek nabi shallallahu’alaihi wasallam) ketika memberinya nama Muhammad orang-orang bertanya kepadanya tentang itu, dan dia berkata:
Saya menginginkan dia dipuji di bumi dan dipuji di langit
Dan demikian adanya, dan Allah ta’ala memuliakan rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, dan Dia memujinya di Langit yang tinggi, sebagaimana dia dipuji di bumi, dan dialah yang banyak dipuji, dan orang yang sebelum manusia (para malaikat juga) memujinya, dan mereka banyak memujinya dan dan Dzat yang sebelum malaikat (Allah Ta’ala juga) memujinya, beliaulah yang dipujii di sisi Tuhannya didalam keperkasaan dan ketinggian-Nya.

Perbedaan Antar Rasul dan Nabi
Muallif  berkata:
Muhammad nabi yang ummi (tidak bisa menulis dan membaca)
Beliau menyebut nabi dan tidak menyebut rasul, dan rasul itu sifatnya lebih umum dari nabi, dan kata Nabi itu pecahan dari kata An-naba’ yang berarti berita, dan nabi adalah orang yang memberi kabar dari sisi Allah, dan dia yang memberikan kabar dari sisi Allah Ta’ala,
Adapun rosul dikatakan (dalam satu pendapat) yaitu setiap orang yang diberikan kepadanya wahyu dan tidak diperintah untuk menyampaikan.

Dan yang benar menurut para ulama (yang ahli meneliti kebenaran)
1) Nabi adalah setiap orang yang diberi wahyu dan tidak diperintah untuk menyampaikan
2) Sedangkan rasul adalah orang yang diberi wahyu dan diperintah untuk menyampaikan
Jadi (antar nabi dan rasul) itu sama dalam wahyu dan tidak sama dalam (kewajiban) menyampaikan, setiap rosul pasti nabi dan tidak sebaliknya.

Seluruh Para Nabi itu laki-laki, bukan perempuan karena satu keadaan dari berbagai keadaan, adapun Ibnu Hazm telah (berpendapat) yang syadz (menyelisihi jumhur ulama) dengan mengatakan: Maryam rohimahallah (ibunya Nabi Isa ‘alaihissalam) itu mempunyai Nubuwah (sifat kenabian), dan perkataan ini batil/sangat keliru, bertentangan sangat nyata dengan firman Allah Ta’ala dan sabda nabi shallallahu’alaihi wasallam, Allah ta’ala berfirman:
Dan para rasul itu dari kalangan laki-laki
Dan tidaklah kami mengutus (seorang utusanpun) dari sebelum kamu (Muhammad) melainkan dari golongan laki-laki yang kami wahyukan kepada mereka (QS.Yusuf:109)

Pendalilan dari ayat ini adalah: makna pembatasan dari kata wa maa (tidaklah) dan illa (kecuali), dan lafal penolakan (nafyu) dan penetapan (itsbat) ini menunjukkan pembatasan, dan Allah Ta’ala membatasi kenabian dan risalah hanya pada kaum Laki-laki, maka seakan-akan Dia berfirman (artinya)
Setiap orang yang dikeluarkan yang diberikan wahyu kepadanya (tidak lain kecuali) dari kalangan laki-laki (saja).

Lihat di sumber materi
Allahummanfa’na ma ‘allamtana, wa ‘allimna ma yanfa’una, wala taj’alid dunya akbaro hammina, amin.
Washallallah ‘ala Muhammad, walhamdulillahirobbil ‘alamin

Bersambung bagian ke-10 insya Allah:
MAKNA KELUARGA NABI DAN BAB TOHAROH.

Tanya Jawab
1) Sebutkan dua faedah bershalawat kepada nabi shallallahu’alaihi wasallam!
2) Apa pendapat anda menggunakan kata sayyidina (pemimpin kita) dalam bershalawat kepada nabi dalam tulisan dan kitab? Sebutkan alasan anda!
3) Sebutkan dalil kepemimpinan nabi shallallahu’alaihi wasallam di dunia!
4) Sebutkan dalil kepemimpinan nabi shallallahu’alaihi wasallam  di akherat!
5) Apa hukum memcaca shalawat kepada nabi shallallahu’alaihi wasallam? Sebutkan dalilnya!
6) Sebutkan empat perbedaan pendapat tentang tempat keharusan bershalawat! Dan manakah yang rojih?
7) Nama nabi shallallahu’alaihi wasallam mencapai 93 nama Sebutkan empat saja!
8) Apakah TOHA termasuk salah satu dari nam-nama nabi shallallahu’alaihi wasallam?
9) Apa tujuan Abdul Muttolib memberi nama nabi shallallahu’alaihi wasallam dengan nama Muhammad?
10) Apa pengertian nabi dan pengertian rasul? Jelaskan perbedaannya!
11) Benarkah setiap nabi adalah rasul?
12) Sebutkan ayat yang menentang pendapat ibnu Hazm rohimahullah yang berpendapat bahwa Maryam rohimahallah mempunyai kenabian?
13) Lafal nafyu dan itsbat ketika bergabung dalam ilmu nahwu mempunyai faedah apa?

Jawaban peserta kajian:
Rinto Adi Cahyono
1. Fadah sholawat: jika kita baca sholawat sekali, Allah akan bershlwt kpd kita 10 x. Jika kita bershlwt kpd nabi maka Allah akan menckpi kebutuhn kita dan mengampuni dosa kita
2. Menurut ana tdk mengapa menggunakan kata sayyidina dlm penyebutan nama Nabi kita shallallahu alaihi wasallam, krn dlm bbrp hadits memang disebutkan bahwa beliau adlh sayyid kita.

Anshori
2. Jika penggunaan itu untuk zikir yang muqayad maka harus sesuai contoh (tanpa sayyidina), jika mutlak maka boleh.

Sugeng Riyono
8. TOHA bukan nama-nama nabi shalallahu alaihi wa salam.

Sutrisno
11. Tidak, karena seorang menurut jumhur ulama tidak wajib menyampaikan risalah kepada ummat, sedangkan rosul wajib.
10. Penjelasannya hampir zama dengan nomer 11

Kajian tanggal 10/20/2015, 8:46 AM

image from here

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.