Syarah Matan Abu Syuja’ (43): BAB WUDLU – Bagian 2

Nama Kitab :Syarah matan Abu Syuja’
Kategori : Kitab fikih madzhab imam Asy Syafi’I rohimahullah
Muallif : Muhammad bin Hasan Abdul Ghoffar rohimahullah
Penerjemah : Hindra Kurniawan
Situs Asli :www.islam.net
Part fourty three

Bismillahirrohmanirrohim, alhamdulillahirobbil’alamin, washallallah ‘ala nabiyyina muhammadin, waalihi waashhabihi ajma’in amma ba’du.

Bismillahirrohmanirrohim

(BAB WUDLU)

BATASAN KEDUA KAKI
Dan batasan kedua kaki adalah sampai kedua tulang yang menonjol pada sendi pergelangan, hal itu adalah dua mata kaki, maka wajib membasuh kedua telapak kaki bersama kedua tumit Sampai kedua mata kaki, dan kedua mata kaki MASUK ke dalam bagian telapak kaki, berdasarkan makna firman Allah ta’ala
((إِلَى الْكَعْبَيْنِ))
(Basuhlah kedua kakimu) sampai ke dua mata kaki
Maksudnya basuhlah bersama kedua mata kaki, sebagaimana yang sudah kita jelaskan dahulu.

TINGKATAN MEMBASUH KAKI
Seorang yang berwudlu diperbolehkan membasuh kedua kakinya sekali, dua kali, atau tiga kali.
1.Jadi yang wajib membasuhnya adalah sekali
2.Dan yang sunnah memabasuhnya adalah dua kali
3.Dan yang sempurna membasuhnya adalah tiga kali
Dan tambahan dari yang sempurna adalah kekurangan.
Dan disyareatkan membasuh sampai betis sebagaimana disebutkan dalam hadits abu hurairah rodliallahu’anhu wa ardlohu (yang telah lalu penjelasannya).

TARTIB/BERURUTAN

DALIL WAJIBNYA BERURUTAN
Kewajiban yang terakhir dari kewajiban wudlu adalah: BERURUTAN dan makna berurutan adalah: engkau berwudlu dan mulai dengan yang Allah (perintahkan) mulai dengannya dan engkau akhiri dengan yang (Allah perintahkan) berhenti dengannya. Allah Ta’ala berfirman:
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ} [المائدة:6]
Wahai orang-orang yang beriman jika engkau hendak melaksanakan shalat maka basuhlah muka mu kedua tanganmu dan usaplah kepalamu dan (basuhlah) kedua kaki mu sampai kedua mata kaki
dan urutan ini yang menetapkan Adalah Allah yang maha perkasa dalam ketinggian-Nya, dan urutan ini (pula) yang Nabi shallallahu’alaihi wasallam melaksanakannya (ketika berwudlu). Dan dalil bahwa berurutan merupakan kewajiban ada tiga yaitu:
1.Dalil yang pertama: perbuatan nabi shallallahu’alaihi wasallam yang secara terus menerus. Dan tidak ada seorang ulama’ pun yang menggambarkan wudlunya Nabi shallallahu’alaihi wasallam kecuali dengan gambaran:beliau mencuci kedua telapak tangannya kemudian kumur-kumur kemudian memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya, kemudian membasuh wajah kemudian membasuh kedua tangan kemudian mengusap kepala kemudian membasuh kedua kaki. Dan perbuatan nabi shallallahu’alaihi wasallam selalu demikian itu menunjukkan bahwa hukumnya WAJIB.
Jika ada yang protes: dasar dari suatu perbuatan itu hukumya SUNNAH (bukan wajib)

Maka jawabnya adalah:
Bahwa kaidah berbunyi:
أن بيان الواجب واجب
Bahwa menjelaskan yang wajib itu hukumnya wajib.

Dan Nabi shallallahu’alaihi wasallam menjelaskan kepada kita perintah Allah yang maha perkasa dalam ketinggian-Nya dalam firman-Nya:
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ} [المائدة:6]
Wahai orang-orang yang beriman jika engkau hendak melaksanakan shalat maka basuhlah muka mu kedua tanganmu dan usaplah kepalamu dan (basuhlah) kedua kaki mu sampai kedua mata kaki
Dan Nabi shallallahu’alaihi wasallam menjelaskan kepada kita secara perbuatan, dan pendalilan dengan perbuatan di sini menunjukkan bahwa hal tersebut hukumnya wajib. Dan kita tidak berdalil dengan dasar suatu perbuatan, akan tetapi dengan perbuatan beliau ini MENUNJUKKAN (BERARTI) TERMASUK BAGIAN DARI PERINTAH ALLAH, DAN PERINTAH ALLAH HUKUMNYA WAJIB, dan menjelaskan sesuatu yang wajib itu hukumnya wajib
2.Dalil yang kedua Sabda nabi shallallahu’alaihi wasallam dalam manasik (haji) ketika beliua naik ke bukit shafa beliau membaca firman Alla Ta’ala:
{إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ} [البقرة:158] قال: (أبدأ بما بدأ الله به)
Sesungguhnya shafa dan marwa itu adalah termasuk bagian dari syiar-syiar Allah,
Dan beliau bersabda:
Aku memulai dengan sesuatu yang Allah mulai dengannya,
Dan suatu kaidah berbunyi:
، والعبرة بعموم اللفظ لا بخصوص السبب،
Dan sisi pengambilan dalil itu dengan lafalnya yang umum bukan dengan sebabnya yang khusus
Dan (dalam berwudlu) Allah (memerintahkan) untuk memulai membasuh tangan (terlebih dahulu) dan diakhiri dengan membasuh kaki.
Maka kita memulai dengan sesuatu yang Allah memulai dengannya.

3.Dan dalil yang ketiga adalah: Bahwa Allah yang maha perkasa dalam ketinggian-Nya (meletakkan posisi) mengusap (kepala) diantara dua membasuh (wajah dan kaki), dan dalam pengertian bahasa arab HAL INI TIDAKLAH MUNGKIN TERJADI KECUALI DALAM PERKARA YANG SANGAT PENTING, dan perintah yang sangat penting di sini adalah BERURUTAN (TARTIB), dan kepala yang diusap (posisinya) diantara dua yang di yang dibasuh yaitu: tangan dan kaki, dan dalil ini sangat jelas sekali bahwa berurutan itu termasuk kewajiban dari beberapa kewajiban wudlu.
MUWALAH ( BERSEGERA MELAKUKAN PERBUATAN BERIKUTNYA) DAN KESUNAHAN WUDLU
Wudlu itu mempunyai beberapa kesunahan yang ditetapkan para ulama’ fikih, diantara kesunnahan ada yang berupa perkataan dan perbuatan, dan sebagian kesunahan ini mereka berbeda pendapat dalam hukumnya, seperti muwalah dalam berwudlu, (dalam suatu pendapat) mengatakan HUKUMNYA SUNNAH pendapat yang lain HUKUMNYA WAJIB, dan dari kumpulan dalil-dalil dalam masalah ini, barangkali (pada muwalah)hukum sunnah adalah yang sesuai dengan yang rojih insya Allah.
*
Allahummanfa’na ma ‘allam tana wa’allimna ma yanfa’una robbi zidna ‘ilma, wala taj’al liddunya akbaro hammina.
Washallallah ‘ala nabiyyina Muhammad walhamdulillahirobbil ‘alamin

Thanks for your attention, Insya Allah Tobe continue part fourty four

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.