SYARAH HADITS ARBA’IN ANNAWAWIYYAH: Hadits ke-3

? SYARAH HADITS KE 3
ARBA’IIN ANNAWAWIYYAH

بشرح و تعليق : محمد بن صالح العثيمين

Ditulis : Imam An-Nawawy
Syarah : Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin

? Hadits Ke 3 :

عن أبي عـبد الرحمن عبد الله بن عـمر بـن الخطاب رضي الله عـنهما، قـال: سمعت رسول الله  يقـول:
{ بـني الإسـلام على خـمـس: شـهـادة أن لا إلـه إلا الله وأن محمد رسول الله، وإقامة الصلاة، وإيـتـاء الـزكـاة، وحـج البيت، وصـوم رمضان }.

[رواه البخاري، ومسلم].
“Dari Abu Abdirrahman Abdullah bin Umar bin Al Khatthab radiallahu’anhuma ia mengatakan: Rasulullah ﷺ bersabda, “Islam itu dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Allah ﷻ dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, menegakkan shalat, mengeluarkan zakat, berhaji ke Mekkah dan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

شرح :

هذا الحديث بين فيه النبي  أن الإسلام بمنزلة البناء الذي يظلل صاحبه ويحميه من الداخل والخارج، وبيّن فيه النبي  أنه بني على خمس أركان: { شهادة أن لاإله إلا الله وأن محمداً رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة وحج البيت وصوم رمضان } وقد تقدم الكلام على كل هذه الأركان في حديث عمر بن الخطاب الذي قبل هذا فليرجع إليه.

سؤال: ما فائدة إيراد هذا الحديث مرة أخرى مع أنه ذكر في سياق حديث عمر بن خطاب
( الحديث الثاني )؟

الجواب: الفائدة أنه لأهمية هذا الموضوع أراد أن يؤكده مرة ثانية هذا من جهة ومن جهة أخرى أن في حديث عبدالله بن عمر التصريح بأن الإسلام بني على هذه الأركان الخمسة أما حديث عمر بن الخطاب
فليس بهذه الصيغة وإن كان ظاهره يفيد ذلك، لأنه قال: { الإسلام أن تشهد أن لا إله إلا الله وأن محمداً رسول الله .. } إلخ.

Penjelasan:

Di dalam hadits ini, Nabi ﷺ menerangkan bahwa Islam kedudukannya seperti sebuah bangunan yang menaungi dan melindungi orangnya dari dalam dan luar, dan beliau ﷺ menjelaskan bahwasanya Islam itu dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Allah ﷻ dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, menegakkan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan berhaji ke Mekkah, dan berlalu pembicaraan atas semua rukun-rukun yang lima ini di dalam hadits ‘Umar bin Al Khatthab sebelum ini, maka hendaklah merujuk kepadanya.

Pertanyaan: Apa faedah dari pencantuman hadits ini sekali lagi padahal kandungan hadits ini telah disebutkan di dalam hadits ‘Umar bin Al Khatthab radiallahu’anhu?

Jawab: Disebabkan oleh pentingnya topik ini, sehingga penyusun berkehendak untuk memberikan penekanan terhadap masalah ini di satu sisi, dan sisi yang lain bahwa di dalam hadits Abdullah bin ‘Umar ini terdapat penjelasan bahwa Islam itu dibangun di atas lima perkara, adapun hadits ‘Umar bin Al Khatthab tidak dengan susunan kalimat seperti ini, walaupun lahiriyahnya memberikan faedah demikian, dikarenakan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda,

“Islam itu mempersaksikan bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah kecuali Allah ﷻ dan Muhammad adalah utusan Allah ﷻ (sampai akhir hadits).”
(In Syaa Allah, bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.