SYARAH HADITS ARBA’IN ANNAWAWIYYAH: Hadits ke-14

? SYARAH HADITS KE 14
ARBA’IIN ANNAWAWIYYAH

بشرح و تعليق : الشيخ محمد بن صالح العثيمين

Ditulis : Imam An-Nawawy
Syarah : Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin

? Hadits Ke 14:
كلمة)

عن ابن مسعود رضي الله عنه، قال: قال رسول الله : { لا يحل دم امرىء مسلم يشهد أن لا إله إلا الله، وأني رسول الله إلا بـإحـدي ثـلاث: الـثـيـّب الــزاني، والـنـفـس بـالنفس، والـتـارك لـديـنـه الـمـفـارق للـجـمـاعـة }.

[رواه البخاري، ومسلم ].

Dari Ibnu Mas’ud, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Tidak halal darah seorang muslim yang bersaki bahwa tidak ada ilah yang hak untuk diibadahi kecuali Allah, dan aku adalah utusan Allah, kecuali karena satu dari tiga perkara: orang yang pernah menikah berzina, jiwa dibalas dengan jiwa, orang yang meninggalkan agamanya, yang memisahkan diri dari jama’ah.”
(H.R. Bukhari, Muslim)
شرح :

هذا الحديث بين فيه الرسول عليه الصلاة والسلام أن دماء المسلمين محترمة وأنها محرمة لا يحل انتهاكها إلا بإحدى ثلاث:

? Penjelasan:

Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa darah kaum muslimin terhormat, diharamkan, dan tidak halal ditumpahkan, kecuali dengan salah satu dari tiga perkara:

الأول: { الثيّب الزاني } وهو الذي تزوج ثم زنى بعد أن منّ الله عليه بالزواج، فهذا يحل دمه، لأن حده أن يرجم بالحجارة حتى يموت.

1. Orang yang sudah menikah berzina, yakni orang yang telah menikah kemudian berzina, setelah Allah karuniakan kepadanya pernikahan.
Orang ini dihalalkan darahnya, karena hukum hadnya adalah dirajam (dilempari batu sampai mati).

الثاني: { النفس بالنفس } وهذا في القصاص لقوله تعالى:  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى  [البقرة:178].

2. Jiwa dibalas jiwa. Ini adalah Hukum Qishas. Berdasarkan firman Allah,

. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishas, berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh.”
(Al Baqarah: 178)

الثالث: { التارك لدينه المفارق للجماعة } والمراد به من خرج على الإمام، فإنه يباح قتله حتى يرجع ويتوب إلى الله عزوجل، وهناك أشياء لم تذكر في هذا الحديث مما يحل فيها دم المسلم لكن الرسول عليه الصلاة والسلام كلامه يجمع بعضه من بعض ويكمل بعضه من بعض.

3. Orang yang meninggalkan agamanya yang memisahkan dari jama’ah, yang dimaksud adalah orang-orang yang keluar (memberontak) dari imam/pemerintah, maka orang seperti ini boleh dibunuh sampai ia kembali dan bertaubat kepada Allah.
Dan ada beberapa perkara lainnya yang tidak disebut dalam hadits ini yang juga menghalalkan darah seorang muslim, akan tetapi perkataan Rasulullah sebagiannya menghimpun sebagian yang lainnya, dan sebagiannya melengkapi sebagian yang lainnya.

في هذا الحديث فوائد: منها احترام المسلم وأنه معصوم الدم لقوله: { لا يحل دمُ امرئ مسلم إلا بإحدى ثلاث }

Hadits ini mengandung beberapa faedah, di antaranya adalah:

Penghormatan terhadap seorang muslim. Bahwa darah seorang muslim adalah terlindungi, berdasarkan sabdanya,
“Tidak halal darah seorang muslim kecuali dengan salah satu dari tigas perkara.”

ومنها أنه يحل دمُ المرء بهذه الثلاث { الثيب الزاني } وهو الذي زنى بعد أن منّ الله عليه بالنكاح الصحيح وجامع زوجته فيه ثم يزني بعد ذلك فإنه يرجم حتى يموت.

Darah seorang muslim halal dengan tiga perkara ini.

“Orang yang sudah menikah berzina.” Yakni orang yang berzina setelah Allah karuniakan kepadanya pernikahan yang sah, kemudian berhubungan badan dengan istrinya, kemudian ia berzina setelah itu, maka ia dihukum rajam sampai mati.

{ والنفس بالنفس } يعني إذا قتل شخصاً وتمت شروط القصاص فإنه يُقتل به، لقوله تبارك وتعالى:  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى
[البقرة:178].
وقال تعالى: وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ
[المائدة:45].

“Jiwa dibalas dengan jiwa.” Yakni jika ia membunuh seseorang dan lengkap sudah syarat-syarat qishasnya, maka ia dibunuh dengan sebab itu.
Berdasarkan dengan firman Allah subhanahu wata’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishas, berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh.
(Al Baqarah: 178)

Dan firmanNya,

وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ

“Dan kami telah menetapkan kepada mereka di dalamnya, bahwa nyawa dibalas dengan nyawa.” (Al Maa’idah: 45)

{ والتارك لدينه المفارق للجماعة } وهذا المرتد وإنه إذا ارتد بعد إسلامه حل دمه، لأنه صار غير معصوم الدم.

“Orang yang meninggalkan agamanya dan memisahkan diri dari jama’ah.” Yang dimaksud adalah orang yang murtad.
Jika seseorang murtad dari agama Islam, maka darahnya dihalalkan, karena dengan itu ia menjadi seseorang yang tidak lagi terlindung darahnya.

ومن فوائد هذا الحديث: وجوب رجم الزاني لقوله: { الثيب الزاني }.

ومن فوائده أيضاً: جواز القصاص لكن الإنسان مخيّر – أعني من له القصاص – بين أن يقتص أو يعفو إلى الدية أو يعفو مجاناً.
ومن فوائده أيضاً: وجوب قتل المرتد إذا لم يتب.

Wajibnya hukum rajam bagi pezina (yang sudah menikah), berdasarkan sabdanya, “Orang yang menikah berzina.”

Bolehnya qishas tetapi seseorang, yakni orang yang berhak untuk mengqishas bisa memilih antara mengqishas atau memaafkannya dengan membayar diat atau memaafkannya sama sekali (tanpa membayar diat).

Wajib membunuh orang yang murtad, jika dia tidak bertaubat.
(In Syaa Allah Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.