SYARAH HADITS ARBA’IN ANNAWAWIYYAH: Hadits ke-12

? *SYARAH HADITS KE 12*
*ARBA’IIN ANNAWAWIYYAH*

بشرح و تعليق : الشيخ محمد بن صالح العثيمين

Ditulis : Imam An-Nawawy
Syarah : Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin

? *Hadits Ke 12:*

عن أبي هريرة رضي الله عنه، قال: قال رسول الله : { من حُسن إسلام المرء تركه ما لا يعـنيه }.

[حديث حسن، رواه الترمذي وابن ماجه ].

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak berguna baginya.”
(Hadits hasan, riwayat At Tirmidzi dan selainnya)

شرح :

هذا الحديث أصل في الأدب والتوجيه السليم وهو أن الإنسان يترك ما لا يعنيه أي ما لا يهمه وما لا علاقة له به فإن هذا من حُسن إسلامه ويكون أيضاً راحة له، لأنه إذا لم يكلف به فيكون راحةً له بلا شك وأريح لنفسه.

? *Penjelasan:*

Hadits ini adalah prinsip dasar dalam tata kesopanan dan bimbingan yang selamat, yaitu seseorang hendaknya meninggalkan apa yang tidak ada kepentingannya dan tidak ada hubungan dengan dirinya. Ini di antara baiknya nilai keislamannya. Ini pun akan membuatnya lega karena jika ia tidak terbebani dengan hal itu, maka ia merasa lega, tidak diragukan lagi hal itu lebih menentramkannya.

فيستفاد من هذا الحديث: أن الإسلام يتفاوت منه حسن ومنه غير حسن لقوله: { من حسن إسلام المرء }.

Dari hadits ini dapat dipetik faedah:

1. Sesungguhnya kadar keislaman manusia berbeda-beda. Di antaranya ada yang baik, ada yang baik, ada pula yang tidak demikian. Berdasarkan sabdanya, “Di antara kebaikan Islam seseorang.”

ومن فوائد هذا الحديث: أنه ينبغي للإنسان أن يدع ما لا يعنيه لا في أمور دينه ولا دنياه، لأن ذلك أحفظ لوقته وأسلم لدينه وأيسر لتقصيره لو تدخل في أمور الناس التي لا تعنيه لتعب، ولكنه إذا أعرض عنها ولم يشتغل إلا بما يعنيه صار ذلك طمأنينة وراحة له.

2. Seseorang sepantasnya meninggalkan apa-apa yang tidak ada urusan dengannya, baik dalam urusan agama, maupun dalam urusan dunia, karena dengan demikian waktunya lebih terjaga, agamanya lebih selamat, dan kealpaan yang diperbuat pun lebih ringan. Tetapi jika ia turut campur dalam urusan orang lain yang tidak ada kepentingan padanya, maka ia akan merasa lelah. Namun jika dia berpaling darinya dan hanya menyibukkan dengan hal-hal yang berguna baginya, maka hal itu akan membuatnya tenang dan tentram.

ومن فوائد الحديث: أن لا يضيع الإنسان ما يعنيه أي ما يهمه من أمور دينه ودنياه بل يعتني به ويشتغل به ويقصد إلى ما هو أقرب إلى تحصيل المقصود

3. Seseorang sepantasnya tidak menyia-nyiakan apa-apa yang berguna baginya, yaitu perkara-perkara yang berkaitan dengannya baik dalam urusan agama maupun urusan dunia, bahkan ia harus memperhatikan dan menyibukkan diri dengan hal tersebut dan melakukan apa-apa yang lebih dekat kepada pencapaian tujuan.
(In Syaa Allah Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.