Sunduq Infaq Ifthar Ramadhan

Untuk menjadi dermawan tidak perlu kaya terlebih dahulu.

Kita bisa menyisihkan berapa rupiahpun untuk membeli surganya Allah.

Kadang kita menyaksikan, orang yang nampak miskin papa atau biasa-biasa saja hidupnya tapi saat ada kesempatan berinfak di jalan-Nya dia bersegera. Hatinya bungah saat bisa membantu saudara saudarinya berjuang di jalan Allah. Dan dia tetap merasa kecil, karena memang yang dibelanjakan di jalan Rabbnya melalui tangan saudaranya amatlah kecil. Dia malu-malu menyerahkannya. Minta ditulis sebagai hamba Allah saja.

Terkadang pula kita menjadi sedih. Ketika kita mengajak saudara atau saudari kita yang nampak berlebihan, terlihat kaya raya tapi dijawab dengan halus, bahwa mereka sedang kesulitan, perniagaan sedang sepi, atau sudah terlalu banyak harta yang dibelanjakan di jalan Rabbnya.

Ya Razzaq.. Nikmat apa saja yang pantas kami dustakan? Kita sering menulisnya, tapi perilaku kita mendustakannya. Nikmat yang terlalu banyak kita cicipi tanpa kita minta dari Allah, tapi lisan kita abaikannya.

Dahulu kala, ibunda Aisyah radhiyallahu anhu yang hidup serba berkekurangan, pernah didatangi oleh dua orang wanita. Seorang ibu dan anak gadisnya. Mereka meminta sesuap dua suap makanan sebagai pengganjal perut mereka yang sudah beberapa hari tak terisi apapun kecuali air. Keadaan mereka mengenaskan. Padahal Aisyah istri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam itu tak kalah menyedihkan keadaannya. Tapi toh Aisyah wanita surga itu tetap mencari-cari sesuatu apapun yang bisa ia berikan untuk kedua wanita itu. Ditemukannya kurma kering. Hanya dua biji. Diserahkannya kepada ibu si gadis. Satu butir kurma dia pegang sendiri, sebutir lainnya dilahap gadisnya semata wayang. Ibu si gadis, cuma menggigit separuh kurma kering bagiannya, separuhnya lagi disuapkan untuk gadisnya. Kasih sayang ibunda, mendahului kelaparan yang payah pada perutnya.. Aisyah pun dengan bahagia menceritakan peristiwa hari itu kepada suaminya. Dan mereka berdua, berharap surga dengan potongan-potongan kurma. Iya, mereke sekeluarga.. Keluarga Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Saudaraku, sisihkan lima belas ribu kalian. Untuk meringankan perjuangan saudara-saudara kalian berdakwah di jalan Allah. Bagi kalian niscaya surga.

Perolehan dana untuk berbuka puasa Ramadhan yang diselenggarakan oleh Kajian Kadang Temanggung sampai hari ini sekitar 25 juta dari sekitar total anggaran 70 juta untuk 4.000 jamaah.

Insyaallah akan terus bertambah dengan kasih sayang Allah yang diilhamkan kepada kita semua.

Semoga Allah melancarkan rizki kita semuanya sekeluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.