Sudahkah kita meraih Taqwa …. ?

๐Ÿ’งSudahkah kita meraih Taqwa …. ?

โœFaedah utama puasa adalah menjadikan seorang mukmin berjiwa taqwa.

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Al-Quranul Karim:

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ู ูƒูŽู…ูŽุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ูŽู‘ูƒูู…ู’ ุชูŽุชูŽู‘ู‚ููˆู†ูŽ

โ€œHai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwaโ€ (QS. Al Baqarah: 183)

Ayat ini mengandung banyak pelajaran berharga berkaitan dengan ibadah puasa. diantaranya bahwa puasa bisa menjadi wasilah seseorang untuk bertawa hal ini dijelaskan oleh imam Al-baghawi dalam Maโ€™alim At Tanziil, 1/196, beliau menjelaskan:

โ€œMaksudnya, mudah-mudahan kalian bertaqwa karena sebab puasa. Karena puasa adalah wasilah menuju taqwa. Sebab puasa dapat menundukkan nafsu dan mengalahkan syahwat.

Sebagian ahli tafsir juga menyatakan, maksudnya: agar kalian waspada terhadap syahwat yang muncul dari makanan, minuman dan jimaโ€

Dan Nabi ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… telah mengingatkan keberadaan puasa yang hanya dapat haus dan lapar,

ุฑูุจูŽู‘ ุตูŽุงุฆูู…ู ุญูŽุธูู‘ู‡ู ู…ูู†ู’ ุตููŠูŽุงู…ูู‡ู ุงู„ุฌููˆู’ุนู ูˆูŽุงู„ุนูŽุทูŽุดู

โ€œBetapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.โ€ (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabir dishohihkan Al Albani dalam At Targib wa At Tarhib, 1084)

Dan penyebab pokok akan hilangnya pahala puasa dan hilangnya hikmah puasa untuk menjadi takwa diantaranya diterangkan oleh Nabi ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…,

ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฃูŽูƒู’ู„ู ูˆูŽุงู„ุดูŽู‘ุฑูŽุจู ุŒ ุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ุบู’ูˆู ูˆูŽุงู„ุฑูŽู‘ููŽุซู ุŒ ููŽุฅูู†ู’ ุณูŽุงุจูŽู‘ูƒูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุฃูŽูˆู’ ุฌูŽู‡ูู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ููŽู„ู’ุชูŽู‚ูู„ู’ : ุฅูู†ูู‘ูŠ ุตูŽุงุฆูู…ูŒ ุŒ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุตูŽุงุฆูู…ูŒ

โ€œPuasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, โ€œAku sedang puasa, aku sedang puasaโ€.โ€ (HR. Ibnu Majah disohihkan Al Albani dalam At Targib wa At Tarhib, 1082)

Ketika puasa kita belum menjadikan kita lebih baik ketaqwaannya kepada Alloh, hendaknya segera introspeksi…
Sudah benarkah puasanya sebagaimana tuntunan Rasululloh ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… …?

Semoga ibadah Romadhon kita kali ini lebih berarti dan lebih baik …

๐ŸƒAbu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

โœ๐Ÿ“šโœ’.๐Ÿ’ง..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.