STUDI KRITIS ATAS BUKU UMUR UMAT ISLAM

STUDI KRITIS ATAS BUKU UMUR UMAT ISLAM

Di antara buku-buku yang sangat berbahaya yang hingga kini masih terpampang di perpustakaan-perpustakaan dan toko-toko buku di tanah air adalah buku Umur Umat Islam oleh Amin Muhammad Jamaluddin.
Buku ini telah dibantah dan dijelaskan kebatilannya oleh para ulama Sunnah seperti Syaikh Shofwat Nuruddin di dalam Majalah At-Tauhid edisi Rabi’ul Awwal 1418 H, Syaikh Abul Asybal Az-Zuhairi – salah seorang murid Syaikh Al-Albani -, Syaikh Usamah Al-Qaushi, Dr. Abdul Hamid Al-Hindawi di dalam kitabnya Al-Iqhaam, dan Syaikh Syarif Murad di dalam kitabnya Ar-Raddul Amin Ala Kitabi Umri Ummatil Islam wa Raddis Sihaam wal Qaulul Mubiin.
Untuk menunaikan kewajiban kami dalam nasehat kepada kaum muslimin maka dengan memohon pertolongan kepada Alloh akan kami paparkan bantahan atas syubhat-syubhat buku ini dengan banyak mengambil faidah dari kitab Ar-Raddul Amin Ala Kitabi Umri Ummatil Islam wa Raddis Sihaam wal Qaulul Mubiin.

TADLIS PENULIS

Penulis berkata di dalam Muqaddimah hal. xvii : ” Jadi, pembahasan tentang umur umat Islam ini telah lebih dahulu dibicarakan oleh para ulama besar terdahulu, seperti yang telah kami sebutkan nama-nama mereka, yaitu : Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani, Al-Imam Abu Ja’far Ibn Jarir Ath-Thobari, Abdurrahman Ibn ‘Abdillah As-Suhaili, Al-Imam Jalaluddin ‘Abdurrahman As-Suyuthi, Al-Imam Al-Baihaqi, Al-‘Askari, dan lain-lain “.
Kami katakan : Demikianlah penulis menyatakan bahwa para ulama besar telah menyetujui apa yang dia tulis, padahal kenyataanya tidak demikian sebagaimana nampak di dalam nukilan-nukilan dari mereka di bawah ini :
Al-Hafizh Ibnu Hajar
Beliau berkata di dalam Fathul Baari 11/358 :
( قال عياض : حاول بعضهم فى تأويله أن نسبة ما بين الاصبعين كنسبة ما بقى من الدنيا بالنسبة إلى ما مضى وأن جملتها سبعة آلاف سنة واستند إلى أخبار لا تصح …وذكر ما أخرجه أبو داود فى تأخير هذه الأمة نصف يوم وفسره بخمسمائة سنة …وقال : وقد ظهر عدم صحة ذلك لوقوع خلافه ومجاوزه هذا المقدار و لو كان ذلك ثابتاً لم يقع خلافه . قلت : – القائل ابن حجر – وقد انضاف إلى ذلك منذ عهد عياض إلى هذا الحين ثلاثمائة سنة ) .
” ‘Iyadh berkata : Sebagian orang berusaha di dalam takwilnya bahwa perbandingan antara dua jari adalah sebagaimana perbandingan yang tersisa dari dunia jika dibandingkan dengan yang sudah berlalu dan bahwa jumlahnya adalah 7000 tahun dan bersandar kepada hadits-hadits yang tidak shahih … dan menyebutkan hadits yang dikeluarkan oleh Abu Dawud di dalam menangguhkan umat ini selama setengah hari dan ditafsirkan dengan 500 tahun … dan dia berkata : Dan sungguh telah nampak ketidakbenaran hal itu dan terlampauinya kadar ini dan seandainya hal itu adalah tsabit maka tidaka akan terjadi hal yang menyelisihinya. Saya berkata ( yang berkata adalah Ibnu Hajar ) : Dan telah ditambah dari masa ‘Iyadh hingga saat ini 300 tahun “.
Di dalam Fathul Baari 11/358 da 359 Al-Hafizh Ibnu Hajar melemahkan hadits ” Dunia adalah 7000 tahun dan aku diutus di akhirnya ” dengan mengatakan : ” Hadits ini dari Ibnu Zaml dan sanadnya lemah sekali “.
Abdurrahman Ibn ‘Abdillah As-Suhaili
Al-Hafizh menyatakan bahwa As-Suhaili melemahkan hadits tentang umur dunia di dalam Fathul Baari 11/359.
Al-Imam Al-Baihaqi
Beliau berkata di dalam kitab Dalaail Nubuwwah 7/36 :
( باب ما روى فى رؤية ابن زمل الجهنى وفى إسناده ضعف )
” Bab tentang apa yang diriwayatkan tentang mimpi Ibnu Zaml Al-Juhani dan di dalam sanadnya ada kelemahan ”
Adapun Al-Imam Abu Ja’far Ibn Jarir Ath-Thobari maka beliau di dalam Tarikhnya tidak memperhatikan terhadap keshahihan dan kelemahan riwayat-riwayat yang beliau bawakan akan tetapi beliau membawakan riwayat-riwayat tersebut dengan sanad-sanadnya sebagai jalan untuk meneliti keshahihannya ( Lihat Sirah Nabawiyyah Shahihah hal. 67 ).
Beliau berkata di dalam Muqaddimah Tarikhnya :
ما يكن في كتابي هذا من خبر ذكرناه عن بعض الماضين مما يستنكره قارئه أو يستشنعه سامعه من أجل أنه لم يعرف له وجها في الصحة ولا معنى في الحقيقة فليعلم أنه لم يؤت في ذلك من قبلنا وإنما أتي من قبل بعض ناقليه إلينا وأنا إنما أدينا ذلك على نحو ما أدي إلينا
” Apa saja yang ada di dalam kitabku ini dari khobar yang kami sebutkan dari sebagian orang-orang terdahulu dari hal-hal yang diingkari oleh pembacanya atau dianggap aneh oleh pendengarnya karena tidak dikenal baginya segi dari keshahihan dan makna pada hakekatnya maka hendaknya diketahui bahwa hal itu tidaklah datang dari kami akan tetapi hanyalah datang dari arah sebagian para penukilnya kepada kami dan sesungguhnya kami hanyalah menyampaikan hal itu sebagaimana yang sampai kepada kami ” ( Tarikh Al-Umam wal Muluk 1/13 ).

KEDUSTAAN PENULIS

Penulis berkata di dalam hal. 44 : ” Maka bilangan umur umat Islam adalah 1500 tahun dikurangi 600 tahun, yakni sama dengan 900 tahun lebih sedikit ditambah lima ratus tahun. Jadi umur umat Islam adalah 1400 tahun lebih sedikit “, kemudian dia berkata di dalam catatan kaki : ” Tambahan yang 500 tahun ini terdapat di dalam sebuah hadits marfu’ dari Sa’ad bin Abi Waqqash; di mana telah bersabda Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam : ” Sesungguhnya aku berharap, bahwa umatku tidak akan lemah di depan Rabb mereka selama setengah hari “. Kemudian Sa’ad ditanya : ” Berapakah lamanya setengah hari itu ? ” Ia menjawab : ” Lima ratus tahun “. Ini adalah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, Al-Hakim dan Abu Nu’aim di dalam kitabnya Al-Hilyah. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani dalam kitab Ash-Shahihah miliknya, nomer 1643 dan dalam Shahih Al-Jami’ pada beberapa tempat “.
Kami katakan : Demikianlah penulis menyatakan bahwa hadits ini oleh Syaikh Al-Albani dalam kitab Ash-Shahihah miliknya, nomer 1643, padahal kenyataannya pada kitab tersebut Syaikh Albani tidak menshahihkan hadits tersebut bahkan melemahkannya. Yang beliau shahihkan adalah hadits Abu Tsa’labh Al-Khusyani yang berbunyi : ” Sesungguhnya Alloh tidaklah melemahkan umat ini dari setengah hari “.
Adapun hadits Sa’ad bin Abi Waqqash maka Syaikh Al-Albani menyebutkan ada dua jalan, yang pertama terputus antara Syuraih bin Ubaid dan Sa’ad dan jalan yang kedua ada Sa’id bin Abi Maryam yang dia lemah ( Lihat Silsilah Shahihah 4/197-198 ).

MEMBAWAKAN HADITS-HADITS LEMAH DAN PALSU

Penulis berkata di dalam hal. 13 : ” Pada pembahasan kali ini akan kita bicarakan mengenai tanda-tanda kecil kiamat yang utama. Dalam pembahasan tanda-tanda ini kami tidak akan memberikan keterangan-keterangan tambahan, kecuali apabila hal itu diperlukan, agar pembahasan tidak terlalu panjang. Dan pada setiap tanda tersebut akan kami ketengahkan dalil dari setiap tanda tersebut, yang bersumber dari hadits-hadits atau Sunnah yang shahih “.
Kami katakan : Demikianlah penulis menyatakan akan menyebukan dalil atas setiap tanda kiamat dari hadits yang shahih, akan tetapi kenyataannya banyak sekali dari tanda-tanda tersebut yang tidak disertai dengan dalil, dan kalaupun dia sebutkan dalil-dalilnya maka kebanyakannya adalah lemah, seperti :
Dalam tanda ke-29 dia menyebutkan hadits : ” Akan ada onta untuk setan dan rumah untuk setan ” kemudian dia sebutkan di dalam catatan kaki : ” Hadits shahih riwayat Abu Dawud dari Abi Hurairah, dan dalam Ash-Shahihah Al-Albaani, nomer 93 “.
Hadits ini terputus antara Sa’id bin Abu Hind dan Abu Hurairah, karena itulah Syaikh Al-Albani telah memindahkan hadits ini dari Silsilah Shahihah ke Silsilah Dha’ifah no. 2303, karena itulah cetakan yang baru dari Silsilah Shahihah ( tahun 1415 H Darul Ma’arif ) tidak ada hadits yang lemah tersebut dan juga Syaikh Al-Albani telah melemahkan hadits ini di dalam Dha’if Sunan Abu Dawud no. 553.
Dalam tanda 39-43 dia membawakan hadits : ” Apabila harta rampasan perang ( milik umum ) dikuasaioleh segelintir orang, amanah jadi rampasan, harta zakat jadi hutang, seroang laki-laki ( suami ) menaati istrinya dan mendurhakai ibunya … “, kemudian dia menyebutkan di dalam catatan kaki : ” Hadits Riwayat Tirmidzi dari Ali dan Abu Hurairah, dan Tirmidzi berkata bahwa ini adalah hadits gharib “.
Hadits Ali tersebut dikatakan oleh Tirmidzi ( di dalam Sunannya 8/412 ):
هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ عَلِىِّ بْنِ أَبِى طَالِبٍ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَلاَ نَعْلَمُ أَحَدًا رَوَاهُ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الأَنْصَارِىِّ غَيْرَ الْفَرَجِ بْنِ فَضَالَةَ. وَالْفَرَجُ بْنُ فَضَالَةَ قَدْ تَكَلَّمَ فِيهِ بَعْضُ أَهْلِ الْحَدِيثِ وَضَعَّفَهُ مِنْ قِبَلِ حِفْظِهِ.
” Hadits ini adalah gharib kami tidak mengetahuinya dari hadits Ali kecuali dari jalan ini dan kami tidak mengetahui seorang pun yang meriwayatkan dari Yahya bin Sa’id Al-Anshori selain Fataj bin Fadhalah, sebagaian ahli hadits telah membicarakannya dan melemahkannya dari segi hafalannya “.
Hadits ini dikatakan oleh Daruquthni : ” Bathil”, dikatakan oleh Adz-Dzahabi : ” Munkar ” ( Lihat Silsilah Dha’ifah 3/172 ).
Adapun hadits Abu Hurairah maka dikatakan oleh Tirmidzi ( di dalam Sunannya 8/413 ) ” Ini adalah hadits gharib dan kami tidak mengetahuinya kecuali dari jalan ini “, Syaikh Al-Albani melemahkan hadits ini di dalam Dha’if Sunan Tirmidzi 1/250.
Di dalam hal. 140 penulis membawakan hadits dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam bersabda : ” Binatang bumi itu akan keluar dengan membawa Tongkat Musa dan Cincin Sulaiman, maka ia akan mencap hidung orang kafir dengan tongkat dan akan membuat terang wajah orang mu’min dengan cincin, sehingga dengan demikian apabila telah berkumpul beberapa orang-orang yang makan di suatu meja hidangan, maka salah seorang dari mereka akan berkata : ” Makanlah ini wahai orang mu’min “, dan ” makanlah ini wahai orang kafir “, kemudian di dalam catatan kaki penulis menyatakan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud Ath-Thoyalisi, Ahmad, dan Ibnu Majah, dari Hammad bin Salamah dari Abu Hurairah.
Kami katakan : Hadits ini adalah hadits yang lemah, di dalam sanadnya ada Ali bin Zaid bin Jad’an yang dia adalah lemah. Dan juga di dalam sanadnya terdapat Aus bin Khalid yang dimasukkan oleh Bukhari di dalam perawi-perawi yang lemah dan dikatakan oleh Ibnul Qaththan bahwa dia memiliki tiga hadits yang mungkar dari Abu Hurairah. Hadits ini dikatakan munkar oleh Syaikh Al-Albani di dalam Dha’iful Jami’ : 2413 dan Silsilah Dha’ifah : 1108.
Penulis berkata di dalam hal. 164 : ” Begitu Nabi Muhammad Shollallohu Alaihi wa Sallam terlahir ke dunia pada tahu Gajah, maka muncullah ke dunia ini angin timur dan udara yang paling segar dan suci sehingga padamlah api Persia … dan bergoncanglah istana Kisra da jatuhlah terasnya …semenjak itu muncullah ” panah api ” yang melintas langit untuk mengawasi dan membakar setiap setan yang berusaha untuk mencuri ” pendengaran ” … ”
Kami katakan : Ini adalah cerita-cerita yang palsu, Syaikh Akram Dhiya’ Al-‘Umari berkata di dalam kitabnya Sirah Nabawiyyah Shahihah hal. 100 :
وردت روايات موضوعة حول هواتف الجآنّ فى ليلة مولده – صلى الله عليه وسلم – وتبشيرها به وانتكاس بعض الأصنام فى المعابد الوثنية بمكة وحول ارتكاس ديوان كسرى وسقوط شرفاته وخمود نيران المجوس …
” Telah datang riwayat-riwayat yang palsu seputar bisikan-bisikan jin pada mala kelahiran Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam dan berita gembir tentang kedatangannya, dan tersungkurnya sebagian berhala-berhala di tempat-tempat pemujaan berhala di Makkah, dan seputar bergoncangnya istana Kisra da jatuhlah terasnya dan padamnya api Majusi … “.

HADITS PALSU TENTANG UMUR DUNIA

Penulis berkata di dalam hal. 172 : ” Ibnu Hajar mengutip perkataan para sahabat dan para imam ( ulama besar ) tentang umur dunia. Beliau mengemukakan banyak riwayat yang menunjukkan bahwa Abdullah bin Abbas yang bergelar tinta umat telah berkata : ” Bahwa umur dunia adalah sama dengan satu jum’at ( satu pekan ) dari Jum’atnya akhirat ” Yaitu selama 7000 tahun … “.
Kami katakan : Hadits bahwa umur dunia adalah 7000 tahun adalah hadits yang palsu sebagaimana dijelaskan oleh para ulama :
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata :
وهذا الحديث إنما هو عن ابن زمل وإسناده ضعيف جداً أخرجه ابن السكن فى الصحابة وقال إسناده مجهول وليس بمعروف فى الصحابة … وقد أورده ابن الجوزى فى الموضوعات ، وقال ابن الأثير ألفاظه موضوعة
” Hadits ini adalah datang dari Ibnu Zaml dan sanadnya lemah sekali dikeluarkan oleh Ibnu Sakan di dalam Ash-Shohabah dan dia berkata : Sanadnya adalah majhul dan tidak dikenal dan dia tidak dikenal di kalangan sahabat … dan dibawakan oleh Ibnul Jauzi di dalam Al-Maudhu’aat. Dan berkata Ibnul Atsir : Lafazh-lafazhnya adalah palsu ” ( Fathul Baari 11/358 dan 359 ).
Al-Hafizh Ibnul Qayyim berkata :
حديث مقدار الدنيا و انها سبعة الآف سنة و نحن فى الألف السابعة . وهذا الحديث من أبين الكذب
” Hadits tentang perhitungan dunia dan bahwa dia adalah 7000 tahun dan kita sekarang sedang di ribuan tahun yang ketujuh. Hadits ini termasuk kedustaan yang paling jelas ” ( Al-Manarul Muniif 1/80 ).

DAJJAL KELUAR SETELAH ARMAGEDDON ?!

Penulis berkata di dalam hal. 106 : ” Apabila terjadi perang dunia Armageddon maka setelah itu, tunggulah kemunculan Dajjal dalam waktu yang dekat “.
Kami katakan : Ini adalah perkataan tanpa ilmu dan tanpa dalil, tidak ada satu pun nash dari Al-Qur’an dan Sunnah yang menyatakan bahwa Dajjal akan muncul setelah perang dunia Armageddon, ini termasuk mengada-adakan perkataan-perkataan atas Alloh tanpa ilmu yang merupakan dosa besar sebagaimana Alloh  berfirman :
 إنما حرم ربي الفواحش ما ظهر منها وما بطن والإثم والبغي بغير الحق وأن تشركوا بالله ما لم ينزل به سلطانا وأن تقولوا على الله ما لا تعلمون
” Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi , dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar ,( mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan perkataan atas Allah apa yang tidak kamu ketahui “ ( Surat Al-A’raf : 33).
Al-Imam Ibnul Qayyim berkata : “ Alloh membagi perkara-perkara yang diharamkan menjadi empat tingkatan, Dia mulai dengan yang paling ringan yaitu perbuatan-perbuatan yang keji kemudian berikutnya dengan yang lebih sangat keharamannya yaitu dosa dan kedholiman, yang ketiga dengan yang lebih haram dari keduanya yaitu kesyirikan terhadapnya, dan yang keempat dengan yang lebih haram dari semuanya itu yaitu yaitu mengada-adakan perkataan atas Alloh tanpa ilmu, yang ini meliputi pembicaraan atas Alloh tanpa ilmu di dalam nama-namaNya, sifat-sifatNya, perbuatan-perbuatanNya, agamaNya, dan syari’atNya “ ( I’lamul Muwaqqi’in 1/38 ).

MENGIMANI RAMALAN-RAMALAN PARA DUKUN KAFIR

Penulis banyak menukil ramalan-ramalan orang-orang kafir untuk mendukung ramalan-ramalannya, sebagaimana bisa dilihat di dalam hal. 48-50 dia menukil ramalan-ramalan Nixon, Bat Robertson, Bily Graham, Hal Landes, Jerry Folwel, Mina Jirjis, dan Destrous.

PENUTUP

Inilah yang bisa kami sampaikan kepada para pembaca tentang jawaban-jawaban terhadap syubhat-syubhat buku ini, sebetulnya masih banyak hal-hal lain dari syubhat-syubhat buku ini yang perlu dijelaskan, akan tetapi Insya Alloh yang telah kami paparkan di atas sudah bisa memberikan peringatan kepada kita tentang bahaya buku ini. Semoga Alloh selalu menjadikan kita termasuk orang-orang yang mendengarkan nasehat dan mengikutinya. Amin.

والله أعلم بالصواب
Akhukum : Abu Ahmad Arif Fathul Ulum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.