Silsilah Fawaid : Puasa Syawal

? Silsilah Fawaid ?
Oleh ust Nurhammid Tembarak

? Sebagian ulama’ telah berwasiat kepadaku: Kamu jangan berhenti mengarang sekalipun kamu hanya menulis dua baris dalam satu hari.
Maka aku pegang wasiatnya hinga aku mendapati buah ( manfaat ) dari wasiatnya.
==========================

? Rasulilah صلى اللّٰه عليه وسلم bersabda:

” من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر”

” Barangsiapa yang puasa ramadhon lalu disusul dengan enam hari bulan syawal, maka seakan-akan dia puasa satu tahun”
Rasulullah صلى اللّٰه عليه وسلم menjelaskan bahwa puasa enam hari itu dilakukan setelah puasa ramadhon, maka wajib bagi setiap muslim untuk bergegas dan memulai mengqodho’ puasanya sekalipun luput puasa enam hari syawalnya, berdasarkan hadits diatas dan karena sesungguhnya puasa fardlu lebih didahulukan dari pada puasa sunnah.
( Syaikh Bin Baz رحمه اللّٰه تعالى )

==========================

? Semua hari dari bulan syawal adalah waktu untuk melakukan puasa syawal, puasa enam hari bisa dilakukan oleh seorang mukmin pada hari yang dia pilih dari bulan itu.
Seorang mukmin bisa
melakukanya pada awal bulan, pertengahan bulan, atau akhir bulan,dan dia juga bisa puasa secara berurutan atau terpisah-pisah.
Dan seandainya seorang mukmin bersegera melakukanya pada awal bulan maka itu yang lebih utama, karena itu masuk dalam bab bersegera dalam melakukan kebaikan, dan itu tidak menjadikan amalan tersebut menjadi fardlu,bahkan boleh seseorang tidak melakukanya pada tahun- tahun tertentu. Akan tetapi melakukanya secara terus-menerus itu lebih utama dan lebih sempurna.
( Syaikh Ibnu Baz رحمه اللّٰه تعالى)

===================

? Orang yang mendapatkan taufiq Allah تعالى maka dia bergembira degan ied fitri karena dia telah terbebas dari dosa-dosa,dimana Allah تعالى mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Dan orang yang lalai bergembira dengan ied fitri karena dirinya telah terbebas dari puasa yang
penuh dengan penderitaan dan beban berat.
Sangat berbeda kegembiraan diantara mereka.
( Syaikh Ibnu Utsaimin رحمه اللّٰه تعالى)
Magelang Syawal 1437 H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.