Silsilah Fawaid: Beberapa Sebab Dikabulkannya Doa

? Silsilah Fawaid ?
Kamis, 11 Rabi’ut tsani 1437 H (21 Januari 2016 M)

Oleh ustadz Nurhammid hafizhohullah
Berkata Abu Hurairah رضي اللّٰه عنه:
” Kekasihku Rasulullah صلى اللّٰه عليه وسلم berwasiat kepadaku ( untuk melakukan) tiga perkara:
Puasa tiga hari dari setiap bulan, Sholat dua raka’at dhuha, dan agar aku shalat witir sebelum tidur”
( Muttafaq ‘alaihi )
============================

Adalah Nabi صلى اللّٰه عليه وسلم berkata dalam do’a-Nya:

“اللهم إني أعوذبك من التردي والهرم واغرق والحرق وأعوذبك أن يتخبطني الشيطان عند الموت ”
” Ya Allah, sesungguhnya hamba memohon perlindungan kepada-Mu dari jatuh, pikun, tengelam dan terbakar dan hamba berlindung kepada-Mu dari dikalahkan oleh syaiton ketika mati”

Berkata Al Manawi dalam menjelaskan do’a Nabi صلى الله عليه وسلم:
” وأعوذبك أن يتخبطني الشيطان عند الموت”

yaitu ( berlindung) dari dia ( syaitan) agar tidak menjatuhkanku, mempermainkan aku, dan merusak agama dan akalku pada saat akan mati dengan bisikan-bisikanya yang tajam yang bisa mengelincirkan kaki.
Dan menjatuhkan akal-akal dan terkadang dia ( syaitan) menguasai seseorang pada saat berpisah dengan dunia lalu syaitan menyesatkan dan menghalangi seseorang dari bertaubat.
===========================

Rasulullah صلى اللّٰه عليه وسلم bersabda:
” Aku belum pernah melihat wanita yang kurang akal dan agamanya bisa mengalahkan laki-laki yang berakal kuat dari pada kalian semua ( kaum wanita)”
Hadits ini menunjukkan untuk tidak mencela laki-laki jika dikalahkan oleh cintanya terhadap keluarganya,karena Nabi صلى اللّٰه عليه وسلم memberi udzur dengan sabda-Nya:
” Aku tidak melihat wanita yang kurang akal dan agamanya”
maka jika kalian semuanya bisa mengalahkan laki-laki yang kuat maka bagaimana dengan laki-laki yang lain”
( Ibnu Bathal)
============================

Hendaknya manusia menjaga umurnya, maka hendaknya dia
mengisinya dalam perkara yang diridloi oleh Allah عز وجل dan bisa menghantarkan kesurga dan keridloan-Nya.
( ‘ Abdul Karim Al Khudloer)

============================
Barangsiapa yang memperbaiki ibadahnya kepada Allah تعالى dimasa mudanya, maka Allah تعالى akan memberikan hikmah kepadanya dimasa tuanya, yang demikian telah Allah تعالى firmankan:
( ولما بلغ أشده واستوى آتيناه حكما وعلما وكذالك نجزي المحسنين) القصص: 14

( Dan setelah dia ( Musa) dewasa dan sempurna akalnya, kami anugrahkan kepadanya hikmah ( kenabian) dan pengetahuan.)
(Al Hasan Al Basyri)
====================

Seorang da’i hendaknya memanfaatkan sebab-sebab diijabahi do’a baik yang dzohir atau yang batin.
Adapun yang batin:
Dengan mendahulukan taubat yang bersih dari dosa-dosa, mengembalikan kedzoliman ( minta diqisas atau minta diihlaskan dari orang yang didzolimi),memperbagus makananya, menjauhi perkara-perkara yang diharamkan, menjaga diri dari perkara-perkara syubhat ( samar), menghadirkan hati ( khusyu’), percaya kepada Allah تعالى ( yakin dengan janji Allah تعالى), dan kuat raja’nya ( rasa harapnya kepada Allah تعالى).

Dan adapun sebab-sebab Dzohir adalah:
Dengan mendahulukan amal sholih, seperti: shodaqoh, berwudlu, sholat, mengangkat kedua tanganya ( dalam berdo’a) memanfaatkan waktu-waktu diijabahi do’a pada waktu-waktu yang yang utama ( seperti sepertiga akhir malam,saat puasa, saat bepergian dll), keadaan-keadaan yang baik dan tempat-tempat yang mulia ( Makkah, madinah masjid-masjid dll. )

 

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
? www.kajiantemanggung.com
? channel telegram https://goo.gl/foFM5Z
? Sunduq Dakwah BRI 0842-01-029843-53-2 (an. SUKAEMI)
? WA & Telegram Kajian Kadang Temanggung (+62 856-9438-9556)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.