SILSILAH Al-Qowāidul Arba ■ Halaqah 19 | Qoidah

■ SILSILAH Al-Qowāidul Arba
■ Halaqah 19 | Qoidah

Halaqah yang ke-19 Penjelasan Al-Qowāidul Arba’.

Kemudian beliau mengatakan :

والشفاعة المثبَتة هي: التي تُطلب من الله، والشّافع مُكْرَمٌ بالشفاعة

Adapun syafa’at yang ada, yang ditetapkan yang akan bermanfaat di hari kiamat adalah syafa’at yang diminta dari Allāh.

Seseorang di dunia mengatakan :

✓ “Ya Allāh aku meminta syafa’at para Malaikat dihari kiamat ”

Atau mengatakan :

✓ “Ya Allāh aku meminta syafa’at Nabi Muhammad dihari kiamat ”

Berarti dia telah meminta syafa’at dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Berbeda dengan sebagian yang dia datang misalnya kesebuah kuburan wali misalnya atau seorang Nabi, dia mengatakan :

⇒ ” Wahai Nabi aku meminta syafa’atmu di hari kiamat ”

Atau mengatakan:

⇒ ” Berilah aku syafa’at mu pada hari kiamat ”

Lain antara yang pertama tadi atau dengan yang kedua.

Yang pertama memohon kepada Allāh [Ya Allāh aku meminta syafa’at Nabi mu pada hari kiamat]. Adapun yang kedua dia mengatakan [Wahai Nabi aku meminta syafa’at mu pada hari kiamat].

Yang pertama meminta kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla dan ini adalah cara yang benar & ini syafa’at yang bermanfaat di hari kiamat.

Oleh karena itu Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan :

قُلْ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا ۖ

“Katakanlah wahai Muhammad, bahwasanya syafa’at semuanya adalah milik Allāh”
[Surat Az-Zumar 44]

Apabila syafa’at semuanya adalah milik Allāh, maka seseorang tidak meminta syafa’at tersebut kecuali kepada yang memiliki yaitu adalah Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Adapun selain Allāh siapapun dia maka dia tidak memiliki

وَالَّذِينَ تَخَدُ مِنْ دُنِهِ الشُّفَعَة
أَمِ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ شُفَعَاءَ ۚ قُلْ أَوَلَوْ كَانُوا لَا يَمْلِكُونَ شَيْئًا وَلَا يَعْقِلُونَ

[Surat Az-Zumar 43]

Apakah mereka menjadikan selain Allah sebagai pemberi syafa’at pemberi syafa’at

قُلْ أَوَلَوْ كَانُوا لَا يَمْلِكُونَ شَيْئًا وَلَا يَعْقِلُونَ

“Katakanlah apakah kalian tetap meminta syafa’at kepada mereka, padahal mereka tidak memiliki sesuatu dan mereka tidak berakal ”

Kita meminta syafa’at dari Dzat yang memiliki

قُلْ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا ۖ

” Katakanlah bahwasanya syafa’at semuanya milik Allāh Subhānahu wa Ta’āla”

Maka inilah syafa’at yang akan bermanfaat dihari kiamat. Orang yang di dunia meminta syafa’at nya kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Kemudian beliau mengatakan :

والشّافع مُكْرَمٌ بالشفاعة

Dan orang yang memberikan syafa’at di hari kiamat, berarti dia telah diutamakan / di mulia kan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla dengan syafa’at tersebut.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla di hari kiamat mampu untuk mengeluarkan seseorang yang berdosa dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga,

✓ Tanpa adanya orang yang memberikan syafa’at.

✓ Tanpa adanya Malaikat yang memberikan syafa’at.

✓ atau Nabi yang memberikan syafa’at atau orang yang shaleh memberikan syafa’at.

Namun kenapa Allāh Subhānahu wa Ta’āla menjadikan di hari kiamat adanya syafa’at, disini beliau mengatakan

والشّافع مُكْرَمٌ بالشفاعة

Karena tujuannya adalah untuk memuliakan orang yang memberikan syafa’at tersebut, ingin menunjukkan kemuliaan dia disisi Allāh dihadapan makhluk-Nya.

Bagaimana keutamaan para Nabi, kemuliaan Rasulullãh ﷺ, kemuliaan orang-orang yang beriman. Allāh ingin menunjukkan keutamaan mereka & kemuliaan mereka disisi makhluk-Nya.

Wabillahi taufiq wal hidayah
Wassalaamu’alaykum warahmatullaah wabarakaatuh

Abdullāh Roy
———————
_Materi Halaqah Silsilah Ilmiah Abdullah Roy_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.