Serial Kajian Kitab Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa’ (002)

Serial Kajian Kitab Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa’ (002)

Setelah mendapat pertanyaan tentang “bagaimana cara agar terbebas dari belenggu hawa nafsu?”, Ibnul Qoyyim rahimahullah memulai jawabannya dengan mengutip sebuah hadits riwayat Imam Al-Bukhori dalam kitab shohihnya, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

“Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan Allah turunkan pula obatnya”.

Dan juga hadits riwayat Imam Muslim dalam kitab shohihnya, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

لِكُلَِ دَاءٍ دَوَاءٌ ، فَإِذَا أُصِيْبَ دَوَاءٌ الدَّاءَ ، بَرِأَ بٍإِذْنِ اللهِ

“Setiap penyakit ada obatnya, dan jika sebuah obat mengenai penyakit maka akan sembuh dengan izin Allah”.

Ibnul Qoyyim rahimahullah selanjutnya mengatakan, “dan ini umum untuk semua jenis penyakit, baik penyakit hati, penyakit ruh, penyakit badan dan juga obat-obatnya. Dan Nabi mengkategorikan kebodohan sebagai salah satu jenis penyakit, obatnya adalah bertanya kepada para ulama” [Hal.6].

Didalam sebuah hadits riwayat Abu Dawud yang dihasankan oleh Syeikh al-Albani, dari Jabir bin Abdillah berkata, “suatu hari kami keluar untuk bersafar, dan dalam perjalanan salah seorang dari kami terkena batu dikepalanya hingga terluka.

Pada malam harinya orang tersebut bermimpi basah, maka dia pun bertanya kepada teman-teman rombongannya, “apakah ada keringan bagiku untuk bertayammum?”

“Kami tidak ketahui ada alasan keringanan bagimu, karena kamu bisa dengan mudah mendapatkan air!” Jawab teman-temannya.

Maka orang itupun mandi dan meninggal dunia karenanya!

Ketika kami telah kembali berhadapan dengan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, beliaupun diceritakan tentang kejadian itu. beliau lantas bersabda :

قَتَلُوهُ قَتَلَهُمْ اللَّهُ أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا فَإِنَّمَا شِفَاءُ الْعِيِّ السُّؤَالُ إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيهِ أَنْ يَتَيَمَّمَ وَيَعْصِرَ أَوْ يَعْصِبَ شَكَّ مُوسَى عَلَى جُرْحِهِ خِرْقَةً ثُمَّ يَمْسَحَ عَلَيْهَا وَيَغْسِلَ سَائِرَ جَسَدِهِ

“Mereka sungguh telah membunuh orang itu, semoga Allah membinasakan mereka, kenapa mereka tidak bertanya jika tidak mengetahui?! karena sesungguhnya obat dari kebodohan adalah dengan bertanya! Sebenarnya cukup bagi orang itu untuk bertayammum dan meletakkan sepotong kain pada lukanya, kemudian dia mengusapnya dan kemudian membasuh seluruh bagian tubuh lainnya…”

Ibnul Qoyyim memberikan suatu isyarat dari pembukaan jawaban diatas, bahwa “belenggu hawa nafsu” adalah bagian dari penyakit! Bahkan penyakit ini bukanlah penyakit biasa, namun penyakit yang dapat membinasakan kebahagiaan di dunia dan juga di akhirat!

Ada yang menarik dari hadits terakhir yang kami kutipkan diatas… bagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menampakkan kemurkaan kepada sebagian orang yang dengan berani ‘berfatwa’ tentang agama padahal dia tidak memiliki pengetahuan tentang masalah yang ditanyakan! Bahkan beliau sampai menyatakan kematian sahabat dalam riwayat diatas sebagai tindak pembunuhan yang dinisbatkan kesalahannya kepada para pembuat ‘fatwa’! Tidak hanya itu, beliau-pun menambah ancaman dengan menyebutkan kalimat, “semoga Allah membinasakan mereka”…

Saudaraku, urusan agama pada zaman sekarang ini telah menjadi urusan yang setiap orang berhak bicara tentangnya… sehingga tidak sulit kita dapati orang-orang yang bahkan tidak dapat membaca al-Qur’an-pun dengan mudah mengatakan, “menurut saya begini dan begitu…” tentang agama ini!

Fadhilatus Syaikh al-Albani rahimahullah berkata tentang hadits tersebut :

هذا الحديث يجب أن يكون ماثلا دائما وأبدا أمام أعين طلاب العلم حتى لا يتجرؤوا على الإفتاء فيصيبهم مثل ما أصاب ذلك الرجل الذي دعى عليه الرسول عليه السلام بأن يقاتله الله تبارك وتعالى

“Hadits ini harus senantiasa menjadi permisalan dan perhatian bagi segenap para penuntut ilmu agar mereka tidak nekat berfatwa yang bisa mengakibatkan seperti orang yang didoakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam agar Allah ta’ala membinasakannya…” [http://www.tasfiatarbia.org/vb/showthread.php?t=13689]

wallahu a’lam.
Ditulis oleh : Abu Abbas Aminullah Yasin
Pekalongan, 9 Maret 2016.

4 comments

  • Bismillah
    Ustadz apakah termasuk kedalam larangan bicara tanpa ilmu seseorang (saya) yang begitu mudahnya share artikel yg didalamnya ada perkataan nabi meski ia telah mencamtumkan sumber dr artikel tsb?
    Syukron

    • Ada beberapa rambu2 dalam share artikel agama:

      1. Niatkan ikhlas karena Allah sebagai nasehat untuk kaum muslimin.

      2. Selektif dalam memilih artikel, dg memperhatikan isi dan penulisnya.

      3. Tidak semua yg shohih yg kita ketahui boleh kita share, hanya yg baik dan bermanfaat dari artikel2 shohih yg kita dapati yg boleh kita share. Sebagaimana sabda Nabi :

      كفى بالمرء كذبا ان يحدث بكل ما سمع

      “Cukuplah seseorang berbuat dusta krn dia menyampaikan semua hal yg dia dengar”.

      Wallahu a’lam.

  • Afwan ustad,
    Seandainya kita telibat pembicaraan tentang masalah agama. Kebetulan kita mendapati ada penyimpangan dan kita tahu dalil yg benar. Tp kita merasa belum cukup ilmu. Apakah kita berkewajiban meluruskan, atau diam saja?

    • Secara umum, ketika kita melihat kemungkaran, wajib bagi kita melakukan inkarul munkar. Hanya saja dalam melakukan inkarul munkar kita harus melihat dan menimbang situasi serta kondisi…

      ?? jika tidak dikhawatirkan adanya mudhorot yg lebih besar dari kemungkaran yg terjadi dan ada maslahat yg lebih besar, maka seseorang harus segera melakukan inkarul munkar dg tangan/kekuasaannya.

      ?? jika nasehat dan ucapan sdh cukup dan lebih maslahat, maka lakukan inkarul munkar dg ucapan.

      ?? jika kondisi tdk memungkinkan, spt dikhawatirkan ada mudhorot yg sama atau lebih besar dari kemungkaran yg terjadi. Maka lakukan inkarul munkar dg hati, yaitu kita meninggalkan majelis tsb sampai pembicaraannya tidak lagi pada kemungkaran.

      Tidak disyaratkan kita harus menjadi ulama untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, karena amar ma’ruf nahi munkar adalah kewajiban bagi setiap muslim.

      Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.