Persaksian iman bagi yang memakmurkan masjid

🔥 Persaksian iman bagi yang memakmurkan masjid …

✍Allah berfirman,

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. “(At-Taubah: 18)

Allah mempersaksikan keimanan orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid, seperti yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

Kemudian Allah menyebutkan sifat-sifat orang yang beriman yang suka memakmurkan masjid.
Firman Allah :
وَأَقَامَ الصَّلَاةَ
…dan mendirikan salat. Salat merupakan ibadah badaniah yang paling besar.
وَآتَى الزَّكَاةَ
…dan menunaikan zakat. Zakat adalah amal yang paling utama, manfaatnya mengalir sampai kepada orang lain dalam bentuk santunan. Firman Allah .:
وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ
…dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah.
Yakni tidak takut dan tidak gentar kecuali hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ.
…maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

Ali Ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
Sesungguhnya orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid Allah adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian.
Yakni orang yang mentauhidkan Allah dan beriman dengan adanya hari kemudian, yakni beriman kepada apa yang diturunkan oleh Allah.
…dan mendirikan salat. Yaitu salat lima waktu.
…dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah.
Maksudnya, tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah. Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala. berfirman:
…maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. Yakni sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang berbahagia, seperti pengertian yang terkandung di dalam firman Allah kepada Nabi­Nya:
عَسَىٰۤ أَن یَبۡعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامࣰا مَّحۡمُودࣰا
mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. ( Al-lsra: 79)
Yaitu syafaat.
Semua lafaz ‘asa yang terdapat di dalam Al-Qur’an mengandung arti “hal yang pasti’. Muhammad ibnu Ishaq ibnu Yasar mengatakan bahwa ‘asa (mudah-mudahan) yang dari Allah mengandung nal yang pasti.
(Tafsir Ibnu Katsir)

Berkata Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili,
“Memakmurkan masjid terbagi dua; zhahir dan batin. Zhahir berkaitan dengan fisik (seperti bersih dan nyaman), sedangkan batin berkaitan dengan dzikrullah dan syi’ar-syi’ar Islam (seperti azan, shalat Jum’at, dan shalat berjama’ah, membaca Al Qur’an, berdzikr, beribadah, dsb.) dan kegiatan keagamaan (seperti pengajian dan pendalaman agama). Allah menyifati mereka dengan iman yang bermanfaat, mengerjakan amal saleh yang induknya adalah shalat dan zakat, dan memiliki rasa takut kepada Allah yang merupakan pangkal semua kebaikan. Karena rasa takut kepada Allah, mereka menjauhi yang dilarang-Nya dan memperhatikan hak-hak-Nya yang wajib. Mereka inilah yang pantas memakmurkannya. Adapun orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, serta tidak memiliki rasa takut kepada Allah, maka mereka tidaklah pantas memakmurkan masjid-Nya meskipun mereka mengaku yang berhak memakmurkannya.”
(Tafsir Al-Wajiz, Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili)

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒.💧…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.