PELAJARAN-PELAJARAN BERHARGA DARI TRAGEDI SURIA

PELAJARAN-PELAJARAN BERHARGA DARI TRAGEDI SURIA
Disusun oleh : Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah

Merupakan hal yang telah diketahui secara luas fitnah-fitnah yang menimpa negeri-negeri Islam secara umum dari penindasan dan pembantaian orang-orang kafir, tidak terkecuali di ngeri Suria dari penindasan dan pembantaian keji yang dilakukan oleh rezim Nushairi Basyar Al-Asad penguasa Suria sekarang, dan sebelumnya sekitar tiga puluh tahun yang lalu apa yang dilakukan oleh bapak Basyar yaitu Hafizh Al-Asad yang telah membumihanguskan dan membunuh puluhan ribu kaum muslimin di bagian selatan Suria.
Meskipun tragedi ini begitu pahit akan tetapi dengan sebab peristiwa-peristiwa ini banyak pelajaran-pelajaran yang bisa diambil darinya sebagi bekal setiap muslim di dalam menghadapi ujian-ujian di dalam kehidupannya.
Insya Alloh di dalam bahasan ini akan kami paparkan sebagian pelajaran-pelajaran tersebut dengan menukil dari perkataan-perkataan para ulama Rabbaniyyin yang dikenal dengan kelurusan itikad dan langkah mereka di dalam menasehati umat.

WAJIB KEMBALI KEPADA PARA ULAMA KIBAR DI DALAM MENGHADAPI FITNAH

Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman berkata : Yang wajib sebenarnya adalah mengumumkan dan menampilkan dengan kuat dan jelas perkataan-perkataan para ulama kibar kita di dalam fitnah-fitnah dan nawazil, dan agar kita menjauhkan saudara-saudara kita dengan kuat dari fitnah-fitnah yang menggila ini.
Dan tidak sepantasnya diam di dalam semua kondisi apalagi sampai meremehkan dengan mengecilkan apa yang terjadi, apa yang terjadi sebenarnya adalah suatu perkara dari perkara-perkara dan fitnah-fitnah terbesar yang melewati negeri-negeri kaum muslimin, fitnah berjalan dari satu negeri ke negeri yang lain bersamaan dengan kekuatan opini publik dan perang dingin yang berupa media-media massa pada hari ini. Hal ini semua menjadikan kewajiban atas orang-orang yang berilmu lebih besar, maka manusia di dalam fitnah membutuhkan mereka, Al-Imam Ahmad berkata : Manusia membutuhkan para ulama sebagaimana kebutuhan mereka kepada air dan udara , maka sesungguhnya kebutuhan manusia kepada para ulama di dalam fitnah lebih besar dan lebih sangat dengan tanpa keraguan lagi, dan tidaklah tersembunyi atas kalian apa yang diriwayatkan oleh Abu Nuaim di dalam Al-Hilyah di dalam biografi Hasan Al-Bashri Rahimahullah tatakala beliau berkata : Fitnah jika datang diketahui oleh ulama, dan jika dia berpaling dan berlalu maka diketahui oleh setiap orang yang bodoh ; maka fitnah-fitnah ini membutuhkan dari kita bashirah ( Dari Kalimah Ilmiyyah Tashiliyyah Haamah Lisyaikhina Masyhur bin Hasan Alu Salman Fi Nawazili Badhil Buldan yang ditranskrip oleh https://kulalsalafiyeen.com/ ).

MASALAH DEMONSTRASI DAN UNJUK RASA

Tidaklah tersembunyi bagi setiap muslim bahwa di antara pemicu-pemicu fitnah di negeri-negri Islam termasuk Suria adalah turunnya kaum muslimin di jalan-jalan melakukan demonstrasi, sedangkan para ulama ahli sunnah sepakat bahwa demonstrasi adalah produk orang-orang kafir dan bukanlah dari ajaran Islam sedikit pun :
Syaikh Al-Allamah Ahmad bin Yahya An-Najmi berkata : ” … Aksi unjuk rasa dan demonstrasi, sedangkan Islam tidak mengakui perbuatan ini, dan tidak membenarkannya, bahkan dia adalah perkara yang baru, buatan orang-orang kafir, dan telah menular dari mereka kepada kita … ” ( Al-Maurid Al-‘Adzbu Zallal hal. 228 ).
Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz berkata : ” Nabi ( tinggal di Makkah selama 13 tahun, beliau tidak pernah menggunakan demonstrasi dan unjuk rasa, beliau tidak pernah mengancam manusia akan merusak harta benda mereka dan menculik mereka ” ( Majalah Buhuts Islamiyyah Edisi 38 hal. 310 ).
Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata : ” Sesungguhnya demonstrasi adalah perkara baru, – tidak pernah dikenal pada zaman Nabi ( , tidak juga pada zaman Khulafaur Rasyidin, dan pada zaman sahabat Radhiyallahu Anhum ” ( Al-Jawabul Abhar oleh Fuad Siraj hal. 75 ).
Maka melakukan demonstrasi adalah tasyabbuh (penyerupaan) dengan orang-orang kafir, padahal Rasulullah ( bersabda :
من تشبه بقوم فهو منهم
“ Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk mereka “ ( Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunannya 4/44, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnafnya 4/216, dan Ahmad dalam Musnadnya 2/50 dan dikatakan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Ghalil : 1269 : Hasan Shahih ).

WAJIBNYA MENGIKUTI LANGKAH PERUBAHAN YANG SYARI

Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman berkata : Sesungguhnya fitnah akan menghantam siapa yang saja yang menampakkan diri kepadanya dan tidak boleh bagi seorang manusia untuk menceburkan diri ke dalam kebinasaan, meskipun tampil di dalam tuntutan kebebasan, karena di dalam terdapat pertumpahan darah dan pembunuhan terhadap orang-orang yang tidak bersalah sehingga mafsadah jelas tegak dengan sebab mashlahat yang hanya merupakan dugaan yang lemah dan hal yang lebih mirip dengan angan-angan belaka yang tidak ada di dalamnya langkah yang hakiki untuk perubahan yang syari.
Dan melompat dari sunnatullah di dalam perubahan bukanlah termasuk perbuatan orang-orang yang berakal dan bukan termasuk perbuatan orang-orang yang cerdas, orang-orang yang membaca Kitabullah dan mengenal Sunnatullah di dalam perubahan.
Maka pokok yang terjaga di sisi kita yang selalu kami ulang-ulang dan tidak boleh kita melampauinya selamanya adalah firman Aloh Ta’ala :
{إن الله لا يغير مابقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم}
” Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri “ ( Ar-Ra’du : 11 ).
Ayat ini dimulai dengan Inna sebagai penguat dan diakhiri dengan fi’il at-taghyiir. Dimulainya denga jumlah ismiyyah menunjukkan atas ketetapan dan kontinyuitas berbeda jika dimulai dengan jumlah fi’liyyah yang tidak menunjukkan atas hal itu.
Dan {ما بقوم}adalah nakirah dalam konteks nafi, dan nakirah di dalam konteks nafi termasuk lafazh-lafazh umum menurut para ahli Ushul Fiqh, yaitu agar meliputi seluruh kaum dan seluruh tempat dan zaman…
Di dalam ayat di atas Alloh telah menyebutkan dua perubahan, Alloh menyandarkan perubahan yang pertama kepada suatu kaum dan menyandarkan perubahan yang kedua kepada diri-diri mereka. Alloh menjadikan sebab perubahan yang Dia tentukan di dalan SunnahNya syariyyah dan kauniyyah atas perubahan yang Dia letakkan yaitu dengan manusia mengubah diri-diri mereka. Selama manusia tidak mengubah diri-diri mereka maka perubahan Alloh terhadap SunnahNya yang Dia ridhai adalah tertutup dari mereka ( Dari Kalimah Ilmiyyah Tashiliyyah Haamah Lisyaikhina Masyhur bin Hasan Alu Salman Fi Nawazili Badhil Buldan yang ditranskrip oleh https://kulalsalafiyeen.com/ ).
Telah datang pertanyaan yang ditujukan kepada SyaikhMasyhur bin Hasan Alu Salman yang berbunyi : Semoga Alloh memberkahimu wahai Syaikhuna, tashil ini Insya Alloh tidak tersembunyi bagi Salafiyyin secara umum sebelum fitnah ini, dan di sana ada tashil tentang tidak bolehnya khuruj atas penguasa yang muslim sama sekali, atau penguasa yang kafir, untuk menggunakan sarana-sarana syari yang shahih dan Sunnah Kauniyyah yang benar untuk perubahan. Akan tetapi Syaikhana sekarang jika terjadi apa yang terjadi di Suria, orang-orang ketika akan khuruj mereka tidak meminta fatwa dan tidak akan meminta fatwa setela mereka khuruj, dan setiap ikhwah Salafiyyin walhamdulillah mereka mengarahkan saudara-saudara mereka dan sahabat-sahabat mereka yang memiliki kepedulian terhadap ilmu syari agar menjauhi hal-hal ini dan tidak masuk kepadanya. Akan tetapi sekarang sehubungan dengan situasi di Suria sesudah terjadi apa yang terjadi apakah upaya yang dilakukan, apa jalan syari di dalamnya karena mereka kembali ke belakang ?
Syaikh Masyhur berkata : Upaya di dalam hal itu adalah apa yang dikatakan oleh Al-Hasan Al-Bashri tatkala Hajjaj bin Yusuf mati, Al-Hasan berkata di dalam nasehat-nasehatnya : Wahai manusia bertaqwalah kalian kepada Alloh karena masih banyak Hajjaj-Hajjaj di sisi Alloh .
Maka pertama bahwa mafsadah yang terjadi di Suria adalah dibunuhnya orang-orang yang tidak bersalah, bahkan sampai berita kepada kami bahwa anak-anak kecil telah disiksa, dirusak muka-muka mereka dan dicabut kuku-kuku mereka. Dan ini tidak syak lagi adalah tragedi, akan tetapi mafsadah tegak dan jelas akan terjadi, jika boleh bagi kita mengucapkan sesuatu maka akan kami sebutkan sebagian hadits-hadits yang akan saya jadikan muqaddimah bagi perkara yang saya maksud.
Di dalam Shahih Bukhari dari Usamah bin Zaid – Radhiyallahu Anhuma – dia berkata :
أستشرف – أي صعد – رسول الله -صلى الله عليه وسلام- أُطماً – أي : تلة – من أطام المدينة فقال : أترون ما أراه قالوا لا قال إني أرى الفتن تتخلل بيوتكم كما تتخللها مواقع القطر
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam naik ke atas salah satu dari benteng-benteng Madinah lalu berkata: “Apakah kalian melihat sebagaimana aku melihat?. Sungguh aku melihat tempat-tempat terjadinya fitnah di sela-sela rumah kalian seperti tempat jatuhnya tetesan (air hujan) “. ( Muttafaq Alaih Shahih Bukhari : 1745 dan Shahih Muslim : 5135 ).
Mafsadah yang terjadi di Suria jika boleh kita melihatnya maka kita bisa menampakkan bahwa dia berwujud seakan-akan sesuatun yang bisa dilihat dan diraba, akan tetapi manakah mashlahat yang ditunggu-tungguh oleh para penggerak revolusi ? dari kepala-kepala mereka ?
Kepala-kepala tanpa bashirah ( penglihatan ), tidak dilihat dari mereka cahaya keimanan dan bashirah di dalam perbuatan-perbuatan …
Pembahasannya bukanlah pembahasan dikafirkan atau tidak, pembahasannya bukanlah pembahasan perubahan penguasa dari penguasa satu ke penguasa yang lain. Ini bukanlah bahasan kita. Kita menghendaki perubahan meskipun lambat akan tetapi dia adalah perubahan yang syari yang akan menolong agama Alloh Taala ( Dari Kalimah Ilmiyyah Tashiliyyah Haamah Lisyaikhina Masyhur bin Hasan Alu Salman Fi Nawazili Badhil Buldan yang ditranskrip oleh https://kulalsalafiyeen.com/ ).
KAUM MUSLIMIN ADALAH SATU TUBUH

Syaikh Prof. Dr. Ahmad bin Muhammad Hallil Hafizhahullah – qadhi Agung negeri Yordania berkata :
Sesungguhnya apa yang terjadi pada keluarga kita dan saudara-saudara kita di Suria adalah stempel aib di kening umat Islam dan Arab.
Dia adalah perang sekte yang terlaknat, yang telah menampakkan taring-taringnya. Dia adalah kejahatan-kejahatan perang melawan bangsa yang terpencil yang tidak memiliki daya dan upaya ; menghadapi arus kelompok pendengki yang melampaui batas dan segelintir para pendurhaka yang zhalim. Mereka membunuh orang-orang mulia yang merdeka, mereka menyebarkan kengerian dan penyiksaan terhadap anak-anak yang tidak berdosa, mereka memperkosa para mukminat yang mulia, mereka robohkan masjid-masjid, mereka bekukan tempat-tempat ibadah, mereka bakar dan hancurkan rumah-rumah yang para penghuninya terusir dan terlunta-lunta.
Derita-derita dan musibah-musibah yang menggoncangkan tempat-tempat peraduan untuk melontarkan kepahitan-kepahitan yang panjang.
Ini adalah amanah di leher-leher umat seluruhnya baik sebagai pemerintah maupun rakyat, baik sebagai para pemimpin maupun bangsa, agar mereka segera mengambil sikap-sikap yang benar dan jujur dalam tempo cepat tanpa mengulur-ulur waktu dan menunda-nunda, untuk menghentikan kezhaliman dan kesewenang-wenangan dari kelompok yang melampaui batas yang tidak mengindahkan kehormatan dan jaminan atas mukmin dan mukminah.
Sesungguhnya saudara-saudara kita dan keluarga-keluarga kita di Suria yang datang kepada kita dan menuju kepada perlindungan kita adalah dari kita dan kita dari mereka.
Mereka berhak mendapatkan dukungan, perhatian, dan bantuan secara moril dan materil.
Pihak-pihak yang berwenang beserta anak-anak bangsa Yordania yang luhur lagi mulia telah menampakkan upaya-upaya dukungan, pertolongan, dan bantuan kepada mereka, untuk menjaga kemuliaan dan kemanusiaan mereka, menjauhkan mereka dari api penindasan yang mengusir mereka dan kesewenang-wenangan yang menelantarkan mereka dengan tanpa dosa ataupun kejahatan yang mereka lakukan dan cukuplah Alloh bagi kita dan Dia adalah sebaik-baik penjamin -.
Sesungguhnya bangsa Urdun akan selalu di samping saudara-saudara mereka dan keluarga-keluarga mereka yang terusir dan tertindas karena memenuhi panggilan Alloh Azza wa Jalla :
((((((((((((((((( ((((((((((((((((( (((((((((( (((((((((((( (((((( (
“ Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. “ ( At-Taubah : 71 ).
Dan sabda Rasulullah Sholallohu Alaihi wa sallam :
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Orang-Orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya) ( Muttafaq Alaih, Shahih Bukhari : 6011 dan Shahih Muslim : 2586 ).
Saya memohon kepada Alloh yang agung qudrahNya dan luhur hikmahNya agar melapangkan kesedihan-kesedihan mereka dan mengulurkan dukungan dan pertolongan kepada mereka, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan ( Dinukil dari kitab Kalimatu Haqqin Ilmiyyah Fi Ahdatsi Suriyah hal. 24-28 ).

SERUAN UNTUK MEMBANTU KAUM MUSLIMIN YANG TERTINDAS DI SURIA

Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh mufti Am Kerajaan Saudi Arabia berkata :
Kondisinya adalah berbahaya lagi mengenaskan, dan kewajiban kita hanyalah berdoa kepada Alloh, bersandar kepadaNya, dan berserah diri kepadaNya sebelum segala sesuatu -.
Kemudian mengerahkan daya upaya untuk menyampaikan sumbangan kepada mereka jika memungkinkan -.
Sebagaimana wajib atas negeri-negeri Islam agar mendukung saudara-saudara kita dia Suria, dan agar mereka sadar atas bahaya besar yang telah menumpahkan darah-darah dan melanggar kehormatan-kehormatan.
Dan tidak pernah diketahui di dalam sejarah masakini suatu kejahatan seperti yang dilakukan terhadap Suria. Dari perbuatan-perbuatan keji dan kejam, kekasaran, penindasan, dan pelanggaran atas kehormatan manusia apa yang Alloh lebih tahu tentangnya -.
Dia pada hakekatnya adalah bala dan musibah yang besar.
Kami memohon kepada Alloh agar menghilangkan kedukaan dan agar tidak menghukum kami ; ( Dinukil dari kitab Kalimatu Haqqin Ilmiyyah Fi Ahdatsi Suriyah hal. 33-36 ).

MEMBANTU KAUM MUJAHIDIN DI SURIA

Telah datang pertanyaan yang ditujukan kepada Syaikh Al-Allamah Abdul Muhsin bin Hamd Al-Abbad : Apakah boleh bagi kita untuk menyumbang kepada Mujahidin di Suria untuk membeli kebutuhan dan senjata ? Apakah jihad mereka Fi Sabilillah ?
Syaikh menjawab :
Diharapkan semoga Fi Sabilillah, diharapkan semoga Fi Sabilillah.
Sumbangan untuk kebajikan kepada mereka, apa yang menyambung hidup mereka dan apa yang bermanfaat bagi mereka : tidak syak lagi bahwa dia termasuk amalan-amalan yang baik.
Dan kami memohon kepada Alloh Taala agar menunjukkan mereka kepada semua kebaikan, melindungi mereka dari semua kejelekan, dan agar memberikan taufiq kepada mereka untuk mendapatkan apa yang mereka kehendaki dari istiqomah, dijauhkan dan diselamatkan dari penguasa yang menimpaka madharat atas mereka dan agar keselamatan mereka dari hak tersebut di atas kebaikan agama dan dunia mereka ( Dari Majelis Syaikh di Masjid Nabawi pada tanggal 18-04-1433 H dengan perantaraan kitab Kalimatu Haqqin Ilmiyyah Fi Ahdatsi Suriyah hal. 30-32 ).

Samahatu Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rahimahulllah ketika ditanya : Apa kewajiban atas seorang muslim terhadap Mujahidin di Suria sekarang ? maka beliau menjawab :
Yang kami ketahui tentang keadaan mereka : bahwa mereka dizhalimi, mereka berhak mendapatkan pertolongan dan bantuan, sedangkan pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang kafir, Nushairiyyah Alawiyyah Rafidhah Bathiniyyah.
Maka wajib agar mereka ditolong dan dibantu, hingga mereka bisa menyelamatkan negeri mereka dari tangan-tangan musuh mereka yang kafir lagi mulhid, yang selalu menimpakan kejelekan terhadap kaum muslimin dan selalu menimpakan kerusakan atas kaum muslimin ( Dinukil dari kitab Kalimatu Haqqin Ilmiyyah Fi Ahdatsi Suriyah hal. 62-63 ).

Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh mufti Am Kerajaan Saudi Arabia berkata :
Kemudian jika diketahui bahwa bantuan dana akan sampai kepada Al-Jaisy Al-Hurr dengan baik dengan amanah dan ketelitian maka tidak syak lagi bahwa Insya Alloh bahwa dia adalah Jihad Fi Sabilillah, karena sesungguhnya apa yang menguatkan kekuatan A-Jaisy Al-Hurr ini dan yang melemahkan mereka ( pemerintahan Basyar ) adalah dituntut secara syari ( Dinukil dari kitab Kalimatu Haqqin Ilmiyyah Fi Ahdatsi Suriyah hal. 33-36 ).

BOLEHKAH PERGI JIHAD KE SURIA ?

Telah datang pertanyaan kepada Syaikh Shalih Al-Fauzan : Apa hukum pergi ke Suria, dan apakah hal itu termasuk jihad ?, Syaikh Shalih Al-Fauzan menjawab :
Alhamdulillah, seorang manusia memuji Alloh atas keselamatan dari fitnah-fitnah. Ini adalah fitnah-fitnah jangan sampai seseorang masuk ke dalamnya dan hendaknya menjauh darinya. Akan tetapi hendaknya dia mendoakan kaum muslimin, mendoakan kaum muslimin agar mendapatkan pertolongan dan kelapangan, dan banyak berdoa.
Adapun pergi ke sana maka tidak boleh. Pertama : Karena dia memiliki keluarga, memiliki kedua orang tua dan tanggungan. Kedua : Harus dengan izin Waliyyul Amr. Maka tidak boleh tidak dari dua perkara : izin Waliyyul Amr dan izin orang tua.
Ini adalah fitnah hendaknya seorang muslim menjauh darinya ( Liqo Al-Jumah di Thaif bersama Syaikh Shalih Al-Fauzan pada tanggal 1/7/1434 H, 10/5/2013 M dari www.islamancient.com ).

TERSINGKAPNYA KEDOK KOMPLOTAN-KOMPLOTAN SYIAH RAFIDHAH

Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi berkata : Saudara-saudaraku. Seandainya tidak ada efek positif dalam waktu dekat dari apa yang sudah dan sedang berjalan kecuali penjagaan terhadap aqidah dan tauhid ; dari sela-sela apa yang Alloh bongkar kedok perkara dakwah – gesit lagi keji kepada Syiah yang keji dan tasyayyu yang parah, yang sangat tersebar di Suria di tahun-tahun terakhir, entah dengan sokongan dana Iran atau dengan bantuan pasukan Syiah Syaithan yang dipimpin oleh Rafidhi Libanon Hasan Nashrusyirik – terlebih lagi tentang sebagian gembong-gembong kesesatan yang tidak terbongkar kedok-kedok mereka bagi kebanyakan manusia ( meski sudah tersingkap kepada kami sebelumnya secara aqidah ) kecuali dari peristiwa ini; demikian juga Al-Buthi pendusta dan Mufti mereka Al-Hassun yang tidak terjaga, dan para pengikut keduanya yang tidak bertaqwa kepada Rabb mereka : maka sungguh Alloh mencukup kalian dan mencukupkan kami wahai kaum muslimin yang hakiki – … ( Kalimatu Haqqin Ilmiyyah Fi Ahdatsi Suriyah hal. 28-29 ).

SIKAP YANG BENAR TERHADAP BASYAR – REZIM SURIA SAAT INI –

Apa pertanyaan yang ditujukan kepada Syaikh Shalih Al-Luhaidan : Samahatul Walid sebagian orang menyebarkan suatu perkataan atau perkataan yang dinisbahkan kepada Anda di internet yang isinya adalah mendukung pemberontakan-pemberontakan dan para pemberontak di sebagian negeri-negeri Arab seperti Suria melawan para penguasa, dan jikalau sepertiga rakyat terbunuh maka yang dua pertiga akan selamat. Apakah benar penisbahan ucapan ini kepada Anda ?
Syaikh Shalih Al-Luhaidan menjawab :
Ini sebenarnya tidaklah saya katakan bahwa hal tersebut dilakukan.
Adapun yang berhubungan dengan Pemerintah Suria maka Pemerintah Suria adalah Nushairi dan bukanlah seorang muslim. Nushairiyyah adalah bagian dari Fathimiyyin, Daulah Fathimiyyah yang para ulama mengatakan tentang mereka bahwa zhahir mereka adalah Rafdh, mereka menampakkan diri mereka seakan-akan sebagai Syiah Rafidhah, dan bathin mereka adalah kufur yang tulen. Ini dari satu sisi.
Dan dari sisi yang lain, bahwa Basyar adalah Batsi, pengikut Partai Bats, yaitu orang-orang yang memandang bahwa Al-Bats adalah tuhan, tuhan mereka, hingga di koran-koran mereka melantunkan syair bahwa Al-Bats adalah tuhan yang tidak ada sekutu baginya.
Sehubungan dengan demonstrasi atau memberontak kepada pemerintahan yang sah, tidak syak lagi yang aku katakan dan yang dikatakan oleh ahli ilmu secara umum adalah tidak boleh, tidak boleh bagi seorang pun memberontak kepada pemerintah yang sah, hingga seandainya pemerintah tersebut memiliki penyelewengan-penyelewengan. Tidak boleh khuruj kecuali jika terjadi kekufuran buwah yaitu yang jelas tidak tersembunyi, yaitu dia telah mengumumkan kekafirannya, contohnya dia mengatakan : sholat tidak wajib, atau seperti yang dikatakan oleh Al-Qodzdzafi ( Muammar Qadafi ) : Setiap sunnah kita tidak butuh kepadanya, Al-Qodzdzafi mengatakan : Kita tidak butuh kepada Sunnah semuanya kita cukup dengan Al-Quran.
Adapun Suria maka tidak syak lagi bahwa penguasanya adalah Nushairi dan Hizb Al-Bats yang dikenal. Jika Ahli Syam mampu untuk melepaskan diri dari orang ini ( Basyar ) maka saya menganggap ini termasuk kebaikan dan keistimewaan mereka.
Adapun tentang sepertiga dan aku mengisyaratkan bahwa sepertiga … ( kalimat kurang jelas pentranskrip ) Al-Imam Malik diriwayatkan itu dari beliau dan tidak shahih, bahwa beliau mengatakan bahwa terbunuh yang sepertiga untuk kebaikan dua pertiga, akan tetapi saya tidak mengatakan : Wahai Ahli Suria berupayalah dengan sungguh-sungguh hingga terbunuh sepertiga kalian.
Adapun seperti orang ini ( Basyar ) maka tidak nampak penghalang apapun jika kaum muslimin mampu untuk melepaskan diri darinya. Akan tetapi penguasa yang kafir tidak boleh diberontak jika orang-orang yang memberontak tidak mampu untuk menghilangkannya, yang pemberontakan mereka akan menjadikan penguasa kafir ini menindas kaum muslimin yang lainnya dan menjadikan negerinya sebagai tempat pembantaian yang besar, hal itu tidak dikatakan oleh seorang yang berakal, tidak dikatakan oleh seorang yang berakal. Orang yang dia memiliki berbagai jenis persenjataan maka dia mampu melumatkan beberapa kampung sebagaimana Hafizh Al-Asad melumatkannya 30 tahun atau 29 tahun yang lalu dia bagian selatan Suria, puluhan ribu orang terbunuh ( Dari http://www.ahl-elathar.net /vb/showth…ed=1#post10541 dan http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=29793) .

KEJAHATAN RAFIDHAH PASTI DIBALAS OLEH ALLOH TAALA

Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh mufti Am Kerajaan Saudi Arabia berkata :
Mereka ( kaum Rafidhah ) ini telah merusak dan melampaui batas, akan tetapi Alloh selalu mengawasi, Rasulullah Sholallohu Alaihi wa sallam bersabda :
إِنَّ اللَّهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ حَتَّى إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ قَالَ ثُمَّ قَرَأَ { وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ }
“ Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta ‘ala akan menangguhkan siksaan bagi orang yang berbuat zhalim. Dan apabila Allah telah menghukumnya, maka Dia tidak akan pernah melepaskannya.” Kemudian Rasulullah membaca ayat yang berbunyi: ‘Begitulah adzab Tuhanmu, apabila Dia mengadzab penduduk negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya adzab-Nya itu sangat pedih dan keras.’ (Qs. Huud (11): 102) ( Muttafaq Alaih, Shahih Bukhari : 4686 dan Shahih Muslim : 2583 ).
Dan Alloh Azza wa Jalla berfirman di dalam hadits Qudsi :
يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلَا تَظَالَمُوا
“Hai hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan diri-Ku untuk berbuat zhalim dan perbuatan zhalim itu pun Aku haramkan diantara kamu. Oleh karena itu, janganlah kamu saling berbuat zhalim! ( Shahih Muslim : 2577 ).
Dan tidak ragu lagi bahwa kesewenang-wenangan dan kejahatan ini harus ada akhirnya. ( Dinukil dari kitab Kalimatu Haqqin Ilmiyyah Fi Ahdatsi Suriyah hal. 33-36 ).

MENDOAKAN KAUM MUSLIMIN DI SURIA

Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi berkata : Saudara-saudaraku kaum muslimin, hampir-hampir saya memastikan seandainya Anda semua mengerahkan jerih-jerih payah kalian sebagai ganti dari pembahasan, diskusi, dan perdebatan serta banyak bicara di dalam berdoa kepada Rabb kita yang Mha Agung dan menghadap kepadaNya : agar memberikan taufiq kepada saudara-saudara kita yang dizhalimi di Suria supaya melaksanakan haq Alloh Taala dan mendapatkan apa yang merupakan kebaikan bagi mereka dari apa-apa yang dicintai Alloh Taala, dan memohon dengan sangat kepada Alloh agar membalas rezim mereka pengikut parta Bats Nushairi yang kafir bahkan bukan muslim dari asalnya dan juga para komplotannya yang membantu kesewenang-wenangannya dan kediktatorannya , maka ini tentunya lebih berfaidah dan lebih bermanfaat kepada saudara-saudara kalian yang terzhalimi di Suria ( Kalimatu Haqqin Ilmiyyah Fi Ahdatsi Suriyah hal. 23-24 ).

PENUTUP

Kami akhiri bahasan ini dengan kalimat yang agung dari Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi Hafizhahullahu Taala – :
Ini adalah bisikan bagi bapak-bapak kami, kakek-kakek kami, anak-anak kami, dan paman-paman kami serta saudara-saudara kami di Dimasyq dan sekitarnya dari bumi Suria:
Sungguh telah pergi dari negeri kalian yang baik lagi diberkahi banyak dari para ulama Rabbaniyyi, para dai kepada agama Rabbil Alamin, dan kaum muslimin yang shalih karena terdesak dan terpaksa ! dan hamba Alloh yang lemah ini adalah salah satu dari mereka, dengan sebab kelancungan orang-orang Nushairiyyin ini, kesewenang-wenangan mereka yang terlaknat, dan kedengkian lama mereka, yang tidak bisa kembali terkubur selama sepertiga generasi -.
Maka barangkali pertemuan adalah dekat .. dekat …
Janji pertemuan kita dengan anugrah Alloh dan taufikNya :
Bisajadi di puncak Qasiyyun ilmu, sejarah, dan peradaban di mana di sanalah ilmu para Al-Maqdisi, Ibnu Taimiyyah, Ibnu Katsir, Ibnul Qayyim, dan …
Atau di sisi menara putih di bagian timur Dimasyq sebagaimana dijanjika oleh Nabi kita yang mulia Alaihi Sholawatullahi wa Salamuhu
( (((((((((((( (((((((( ((((((((((((((( ((( (((((((( (((( ( ((((((( ((( (((((((( ( (((((( ((((((((((( (((((((((( (((
“ dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,. Karena pertolongan Allah. dia menolong siapa yang dikehendakiNya. dan dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. ( Ar-Rum : 4-5 ).
Agar bercampur pada saat itu air mata kerinduan dengan luapan kegembiraan, dengan hangatnya pertemuan dengan tanpa rasa sakit dan kesempitan -.
Ini adalah kalimat-kalimat dari pecinta, pemerhati, pencermat, penelaah, peneliti, dan pengharap kepada Rabbnya …
Ya Alloh tolonglah KitabMu, agamaMu, dan hamba-hambaMu yang beriman. Menangkanlah petunjuk dan agama yang benar yang Engkau utus dengannya Nabi kami Muhammad – Shollallohu Alaihi wa Sallam atas semua agama.
Ya Alloh adzablah orang-orang kafir dan orang-orang munafiq yang menghalangi dari jalanMu, mengganti agamaMu, dan memusuhi kaum mukminin. Ya Alloh perselisihkanlah kalimat mereka, ceraiberaikanlah hati-hati mereka, jadikanlah kehancuran di dalam makar merek, dan putarkanlah kisaran kejelekan atas mereka … ( Kalimatu Haqqin Ilmiyyah Fi Ahdatsi Suriyah hal. 51-55 ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.