Nilai kesempurnaan manusia

🎗 *Nilai kesempurnaan manusia …*

✍Dalam pandangan Islam, manusia itu makhluk yang mulia dan terhormat di sisi-Nya, yang diciptakan Allah dalam bentuk yang paling baik baik dan sempurna.

Manusia diberi akal dan hati, sehingga dapat memahami ilmu yang diturunkan Allah, berupa Al-Qur’an dan Al-Hadits yang disampaikan Nabi صلى الله عليه وسام.
Dengan ilmu manusia mampu berbudaya, berkarya dan mukia. Allah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baik bentuknyanya.

لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ فِیۤ أَحۡسَنِ تَقۡوِیمࣲ
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” [Surat At-Tin: 4].
Namun demikian, manusia akan tetap bermartabat mulia kalau mereka sebagai khalifah Allah di permukaan bumi dan menjalankan amanah dengan baik dan benar sesuai tuntinan hidup dengan ajaran Allah.

وَهُوَ ٱلَّذِی جَعَلَكُمۡ خَلَـٰۤىِٕفَ ٱلۡأَرۡضِ وَرَفَعَ بَعۡضَكُمۡ فَوۡقَ بَعۡضࣲ دَرَجَـٰتࣲ لِّیَبۡلُوَكُمۡ فِی مَاۤ ءَاتَىٰكُمۡۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِیعُ ٱلۡعِقَابِ وَإِنَّهُۥ لَغَفُورࣱ رَّحِیمُۢ
“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”[Surat Al-An’am: 165]

Karena ilmunya itulah manusia dilebihkan dan bisa dibedakan dengan makhluk lainnya, dan Allah menciptakan manusia untuk berkhidmat kepada-Nya, sebagaimana firman Allah,

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِیَعۡبُدُونِ
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”[Surat Adz-Dzariyat: 56]

Berkata Imam Asy-Syafi’i رحمه الله,

من تعلم القرآن عظمت قيمته ، ومن تكلم في الفقه نما قدره ، ومن كتب في الحديث قويت حجته ، ومن نظر في اللغة رق طبعه ، ومن نظر في الحساب جزل رأيه ، ومن لم يصن نفسه لم ينفعه علمه.
📚تاريخ ابن عساكر ” 15 / 16 / 2، و” مناقب البيهقي ” 1 / 282

Siapa yang mempelajari Al-Quran akan menjadi tinggi kehormatannya, dan siapa yang berbicara dalam masalah fiqh akan tumbuhlah kemampuannya, dan siapa yang menulis Hadist akan menjadi kuat argumennya, dan siapa yang memperhatikan bahasa akan menjadi lembut perangainya, dan siapa yang memperhatikan ilmu hisab akan menjadi mudah pemikirannya, dan barangsiapa yang tidak menjaga dirinya maka tidak akan memberikan manfaat baginya pengetahuannya.
📚Tarikh Ibnu Asakir 2/16/15, Manaqib Al-Baihaqy, 1/282

Wallahu a’lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒.✨…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.