Mudahnya syarat mendapat kemuliaan dan kebahagiaan…

✨ *Mudahnya syarat mendapat kemuliaan dan kebahagiaan…*

✍Allah beefirman,

إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا

“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).”(An-Nisa : 31)

Berkata Imam Ibnu Katsir,
Apabila kalian menjauhi dosa-dosa besar yang dilarang kalian mengerjakannya. maka Kami akan menghapus dosa-dosa kecil kalian, dan Kami masukkan kalian ke dalam surga. Oleh karena itu, dalam firman selanjutnya disebutkan:
وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيماً
dan Kami masukkan kalian ke tempat yang mulia (surga). (An-Nisa: 31)
Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muammal ibnul Hisyam, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Khalid ibnu Ayyub, dari Mu’awiyah ibnu Qurrah. dari Anas yang mengatakan, “Kami belum pernah melihat hal yang semisal dengan apa yang disampaikan kepada kami dari Tuhan kami, kemudian kami rela keluar meninggalkan semua keluarga dan harta benda, yaitu diberikan pengampunan bagi kami atas semua dosa selain dosa-dosa besar.” Allah Swt. telah berfirman: Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kalian mengerjakannya, niscaya Kami hapuskan kesalahan-kesalahan kalian (dosa-dosa kalian yang kecil). (An-Nisa: 31), hingga akhir ayat.

Salman Al-Farisi menceritakan bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم pernah bersabda kepadanya, “Tahukah kamu, apakah hari Jumat itu?”
Salman Al-Farisi menjawab, “Hari Jumat adalah hari Allah menghimpun kakek moyangmu (yakni hari kiamat terjadi pada hari Jumat).”
Nabi bersabda: Tetapi aku mengetahui apakah hari Jumat itu. Tidak sekali-kali seorang lelaki bersuci dan ia melakukannya dengan baik, lalu ia mendatangi salat Jumat dan diam mendengarkan khotbah hingga imam menyelesaikan salatnya, melainkan hari Jumat itu merupakan penghapus bagi dosa-dosa (kecil)nya antara Jumat itu sampai Jumat berikutnya selagi dosa-dosa yang membinasakan (dosa besar) dijauhi (nya).”(HR Ahmad)

Abu Huroiroh berkata, Rasulullah صلى الله عليه وسلم di suatu hari berkhotbah kepada para sahabat. Beliau bersabda,
“Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya.”
Kalimat ini diucapkannya tiga kali, lalu beliau menundukkan kepalanya. Maka masing-masing dari kami menundukkan kepala pula seraya menangis; kami tidak mengetahui apa yang dialami oleh beliau. Setelah itu beliau mengangkat kepalanya, sedangkan pada roman wajahnya tampak tanda kegembiraan; maka hal tersebut lebih kami sukai ketimbang mendapatkan ternak unta yang unggul. Lalu Nabi bersabda: Tidak sekali-kali seorang hamba salat lima waktu, puasa Ramadan, menunaikan zakat, dan menjauhi tujuh dosa besar, melainkan dibukakan baginya semua pintu surga, kemudian dikatakan kepadanya, “Masuklah dengan selamat.”(HR Al-Bukhory)

Berkata Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar,
Makna Kata:
{ﺇﻥ ﺗﺠﺘﻨﺒﻮا}
“in tajtanibuu”
Jika kalian menjauhi. Menjauhi adalah meninggalkan sesuatu dari sisinya dengan jarak yang jauh, tidak menerima dan tidak mendekatinya.

{كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ}
kabaa iru maa tunhauna ‘anhu: kabair
(dosa besar) adalah lawan kata dari shoghoir (dosa kecil). Dan dosa besar diketahui dengan adanya had (hukuman) bukan dengan dengan hitungan. Dosa besar adalah dosa yang diancam pelakunya oleh Allah dan Rasul-Nya, dilaknat pelakunya atau disyariatkan had kepada yang melanggarnya. Telah disebutkan di dalam hadits yang shohih penjelasan yang banyak tentang dosa besar. Wajib bagi seorang muslim untuk mengetahuinya agar bisa dijauhi.
{نُكَفِّرْ}
nukaffir:
Kami menutup dosa dan membungkusnya, tidak kami tuntut dan kami hukum karenanya.
{مُدْخَلاً كَرِيماً}
mudkholan kariima:
tempat masuk yang mulia, ialah surge yang merupakan kampung orang-orang yang bertakwa.
Makna Ayat:
Allah lah zat Yang Maha Tinggi Keagungannya, Maha Pemberi dan Mulia Kekuasaan-Nya di atas kaum mukminin dari kalangan umat Islam dengan menjanjikannya janji yang benar bahwa barang siapa yang menjauhi dosa-dosa besar, Allah akan mengampuninya dari dosa-dosa kecil yang dilakukannya dan memasukkannya ke dalam surga kampung keselamatan serta mengangkatnya kedalam ridho Allah. Allah berfirman
{إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ}
“jika kalian menjauhi dosa-dosa besar yang terlarang” yang dilarang oleh aku (Allah) dan Rosul,
{نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ}
“niscaya Kami akan mengampuni dosa-dosa kalian” selama bukan dosa besar ,
{وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلاً كَرِيماً}
“dan Kami akan memasukkan kalian kedalam kemuliaan” yang mana itu adalah surga. Segala puji dan anugrah adalah milik Allah . Oleh karenanya ayat ini adalah kabar gambira bagi umat ini.
Pelajaran dari Ayat:
1. wajib menjauhi semua dosa besar dan sabar dalam hal itu sampai maut menjemput.
2. Dosa dibagi menjadi dua jenis, dosa besar dan dosa kecil. Oleh karena itu wajib diketahui untuk menghindari dosa kecil dan besar sebisa mungkin. Barang siapa yang tergelincir, hendaklah dia bertaubat. Sejatinya orang yang taubat dari dosa adalah seperti orang yang tidak berdosa.
3. Surga tidak akan dimasuki kecuali oleh orang-orang yang mempunyai jiwa yang suci dengan menjauhi yang dapat mengotori hati, baik itu dosa besar, dosa kecil ataupun perbuatan keji.
(Zubdatut Tafsir, Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar)
Wallahu a’lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒.🌹…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.