MENJAGA AGAMA DARI PENYIMPANGAN

MENJAGA AGAMA DARI PENYIMPANGAN

Tidak pernah muncul suatu bidah dalam ummat melainkan diingkari oleh salaf dari kalangan shahabat, tabiin, dan para imam agama ini yang mengikuti mereka dalam kebaikan , mereka selalu memperingatkan ummat dari bidah-bidah ini, dan mengingkari ahli bidah terhadap kebidahan mereka. Mereka nampakkan sikap berlepas diri dari ahli bidah dan menyatakan kebencian dan permusuhan kepada ahli bidah sampai mereka bertaubat.

Dari Ibnu Umar bahwasanya dia mengatakan kepada seorang yang menyampaikan berita kepadanya tentang kelompok qodariyyah : Jika Engkau bertemu mereka beritahukan bahwa Ibnu Umar berlepas diri dari mereka, dan mereka berlepas diri dari Ibnu Umar ( Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya 1/140 ).

Dari Abul Jauza dia berkata : Kalau aku bertetangga dengan kera dan babi itu lebih aku sukai daripada bertetangga dengan seorang dari ahli bidah ( Dikeluarkan oleh Ibnu Baththah dalam Ibanah Kubro 2/467 dan Lalikai dalam Syarh Usul Itiqod 1/131 ).

Al-Imam Baghawy berkata : Para shahabat , tabiin, tabiit tabiin dan para ulama sunnah sepakat atas permusuhan terhadap ahli bidah dan pemboikotan terhadap mereka ( Syarhus Sunnah 1/227 ).

MEMBANTAH PENYIMPANGAN-PENYIMPANGAN ADALAH BAGIAN DARI AGAMA

Al-Imam Ibnul Qoyyim berkata : Demikian sangat keingkaran salaf dan para imam terhadap bidah, mereka tunjukkan kepada ummat ahli-ahli bidah di seluruh muka bumi, mereka peringatkan ummat dari fitnah mereka dengan sangat, mereka sangat berlebihan dalam hal itu, hal yang tidak pernah mereka lakukan dalam keingkaran mereka terhadap kemashiyatan, kedhaliman, dan permusuhan; karena madharat bidah dan kerusakannya terhadap agama lebih sangat dibanding kemashiyatan dan yang semisalnya ( Madaarijus Salikin 1/327 ).

Membantah ahli bidah merupakan perkara yang masyhur di kalangan ulama; mereka sebutkan tempat-tempat yang dibolehkan di dalamnya seorang disebut dengan hal yang tidak disukainya dan hal itu tidak dianggap ghibah, tetapi nasihat yang wajib- : jika orang itu adalah ahli bidah dari shufiyyah dan selainnya, atau seorang yang fasiq, dinampakkan kepada orang-orang yang berbolak-balik kepadanya agar di mengetahui, dikhawatirkan dia mendapat madharat darinya, maka dijelaskan keadaannya kepadanya ( Al-Ilan bit Taubikh Liman Dzammat Tarikh hal. 461 oleh Sakhawy ).

Dari sinilah, maka bantahan ahli sunnah atas ahli bidah adalah perkara yang sangat diharapkan, bahkan orang yang membantah ahli bidah adalah seorang mujahid ( Majmu Fatawa : 4/13 ).

Dalil yang sangat jelas atas hal ini adalah bahwasanya daftar nama kitab-kitab yang didalamnya terdapat bantahan ahli sunnah atas ahli bidah, sampai satu jilid besar, bahkan berjilid-jilid ( Ar-Raddu Alal Mukhalif hal. 38 oleh Syaikh Bakr Abu Zaid ).

Bahkan telah ditulis kitab-kitab yang khusus tentang itu yang dikenal di kalangan ulama dengan nama Sejarah Ahli Bidah ( Al-Ilan bit Taubikh Liman Dzammat Tarikh hal. 577 oleh Sakhawy ).

Adapun orang-orang yang memutar-mutar lidah mereka untuk mengingkari kritikan terhadap kebathilan maka walaupun di antara mereka terdapat kebaikan – , tetapi penyakit wahan dan lemahnya ketekadan telah menimpa mereka, atau karena mereka ini lemah dalam menjangkau kebenaran, bahkan pada hakekatnya perbuatan mereka ini adalah sikap lari dari tanggungjawab menjaga agama Allah dan membelanya, dalam keadaan di mana orang yang diam tidak mau mengucap kebenaran kedudukannya seperti pengucap kebathilan dari segi dosanya.

Abu Ali Ad-Daqqoq berkata : Orang yang diam dari kebenaran adalah setan yang bisu, dan orang yang bicara tentang kebatilan adalah setan yang bicara .

Nabi ( telah mengkhabarkan bahwa ummat ini akan terpecahbelah menjadi 73 kelompok, yang selamat hanya satu yaitu yang mengikuti manhaj kenabian, apakah mereka-mereka ini ingkin meringkas ummat ini menjadi satu kelompok saja, bersama adanya perbedaan yang jelas secara aqidah dan manhaj ?!

Ataukah ini merupakan : seruan kepada persatuan yang menghancurkan kalimat tauhid ?! ,( Waspadalah kalian wahai kaum muslimin terhadap seruan ini !! )
Mereka ini tidak punya argumen kecuali omongan-omongan yang bathil :
Janganlah kalian menghancurkan barisan dari dalam !
Janganlah kalian masukkan debu dari luar !
Janganlah kalian timbulkan perselisihan di antara kaum muslimin !
Kita bertemu atas yang kita sepakati dan masing-masing dari kita saling memberi udzur atas apa yang kita perselisihkan !
… dan seterusnya !!
Dan selemah-lemah keimanan adalah jika dikatakan kepada mereka-mereka ini :
Adakah para pemilik kebathilan ( dari ahli bidah dan yang lainnya ) diam sehingga kita juga diam ?!
Ataukah mereka ini menyerang aqidah dalam keadaan kita melihat dan mendengar kemudian kita diminta untuk diam ?!
Demi Allah, tidak …
Maka kita memohonkan perlindungan kepada Allah bagi setiap muslim dari kerasukan argumen Yahudi, orang-orang yahudi ini berselisih pada Kitabullah dan menyelisihi Kitabullah … tetapi mereka menampakkan diri mereka seakan-akan bersatu dan seia sekata ! Allah telah mendustakan mereka dengan firmanNya :
(ุชูŽุญู’ุณูŽุจูู‡ูู…ู’ ุฌูŽู…ููŠุนู‹ุง ูˆูŽู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู…ู’ ุดูŽุชู‘ูŽู‰(
โ€œ Kalian kira mereka itu bersatu padahal sebenarnya hati mereka berpecah belah โ€œ ( Al-Hasyr : 14 ) ,
dan di antara sebab mereka ini dilaknat oleh Allah adalah apa yang disebutkan Allah dalam firmanNya :
(ูƒูŽุงู†ููˆุง ู„ูŽุง ูŠูŽุชูŽู†ูŽุงู‡ูŽูˆู’ู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ููŽุนูŽู„ููˆู‡ู(
โ€œMereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. โ€œ ( Al-Maidah : 79 ) โ€œ( Ar-Raddu alal Mukhalif hal. 75-76 ).

LANDASAN SYARโ€™I DALAM MEMBANTAH PEMIKIRAN-PEMIKIRAN YANG MENYIMPANG

Landasan masalah ini adalah nash-nash yang menyebutkan perintah kepada yang maโ€™ruf dan melarang dari yang mungkar seperti firman Allah ( :
(ูˆูŽู„ู’ุชูŽูƒูู†ู’ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุฃูู…ู‘ูŽุฉูŒ ูŠูŽุฏู’ุนููˆู†ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู ูˆูŽูŠูŽุฃู’ู…ูุฑููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‡ูŽูˆู’ู†ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุญููˆู†ูŽ(
โ€œ Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung โ€œ ( Ali Imran : 104 )

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata : Perintah kepada sunnah dan melarang dari bidah adalah perintah kepada yang maruf dan mencegah dari yang mungkar, bahkan ini adalah termasuk amal sholih yang paling utama ( Minhajus Sunnah 5/253 ).

Maka tidak sepantasnya kelompok-kelompok Islam sekarang ini merasa berang jika dikritik ; karena kritikan ini termasuk tugas menegakkan keadilan dan persaksian karena Allah yang kita semua diperintahkan untuk melakukannya, meskipun atas diri-diri kita dan atas saudara-saudara seagama sebagaimana dalam firman Allah ( :

(ูŠูŽุงุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุกูŽุงู…ูŽู†ููˆุง ูƒููˆู†ููˆุง ู‚ูŽูˆู‘ูŽุงู…ููŠู†ูŽ ุจูุงู„ู’ู‚ูุณู’ุทู ุดูู‡ูŽุฏูŽุงุกูŽ ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ููุณููƒูู…ู’ ุฃูŽูˆู ุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุจููŠู†ูŽ ุฅูู†ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ุบูŽู†ููŠู‘ู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ููŽู‚ููŠุฑู‹ุง ููŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูˆู’ู„ูŽู‰ ุจูู‡ูู…ูŽุง ููŽู„ูŽุง ุชูŽุชู‘ูŽุจูุนููˆุง ุงู„ู’ู‡ูŽูˆูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุนู’ุฏูู„ููˆุง ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูŽู„ู’ูˆููˆุง ุฃูŽูˆู’ ุชูุนู’ุฑูุถููˆุง ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุจูู…ูŽุง ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ ุฎูŽุจููŠุฑู‹ุง(
โ€œWahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjaan. ( Ali Imran : 104 )

Tidak diragukan lagi bahwa perasaan cemburu yang Allah letakkan di hati setiap mumin atas pelanggaran kehormatanNya adalah yang mendorongnya untuk melaksanakan tugas ini, sebagaimana sabda Nabi ( :

ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ูŠุบุงุฑ ูˆุฅู† ุงู„ู…ุคู…ู† ูŠุบุงุฑ ูˆุบูŠุฑุฉ ุงู„ู„ู‡ ุฃู† ูŠุฃุชูŠ ุงู„ู…ุคู…ู† ู…ุง ุญุฑู… ุนู„ูŠู‡
โ€œ Sesungguhnya Allah cemburu dan seorang muโ€™min juga cemburu, dan kecemburuan Allah adalah jika seorang muโ€™min melakukan hal yang diharamkan Allah atasnya ( Muttafaq Alaih, Shahih Bukhari 5/2002 dan Shahih Muslim 4/2114 ).

Jika setiap ada seorang mumin melaksanakan tugas ini kemudian dikatakan kepadanya : Ini bukan saatnya karena orang-orang kafir sedang mengintai kita ! , maka kapan dia akan tahu kesalahannya?! kapan dia meninggalkan kesalahannya ?! dan kapan yang sakit menjadi sehat dan kapan yang lemah menjadi kuat ?, sedangkan Rasulullah ( telah bersabda :
ุงู„ู…ุคู…ู† ู…ุฑุขุฉ ุงู„ู…ุคู…ู† ูˆุงู„ู…ุคู…ู† ุฃุฎูˆ ุงู„ู…ุคู…ู† ูŠูƒู ุนู„ูŠู‡ ุถูŠุนุชู‡ ูˆูŠุญูˆุทู‡ ู…ู† ูˆุฑุงุฆู‡
โ€œ Seorang muโ€™min adalah cermin bagi muโ€™min yang lainnya, seorang muโ€™min adalah saudara bagi muโ€™min yang lainnya, dia gabungkan penghidupannya kepadanya, dan dia jaga dia dari belakangnya ( Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunannya 4/280 dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albany dalam Silsilah Shahihah : 926 dan Shahih Abu Dawud 3/206 ).

Bukanlah dikatakan loyal kepada Islam sedikitpun jika Engkau membantu saudaramu dalam kebatilan dengan alasan dia ini melawan orang-orang komunis, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bahwasanya Rasulullah ( bersabda :
ุงู†ุตุฑ ุฃุฎุงูƒ ุธุงู„ู…ุง ุฃูˆ ู…ุธู„ูˆู…ุง ูู‚ุงู„ ุฑุฌู„ ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุฃู†ุตุฑู‡ ุฅุฐุง ูƒุงู† ู…ุธู„ูˆู…ุง ูุฑุฃูŠุช ุฅุฐุง ูƒุงู† ุธุงู„ู…ุง ูƒูŠู ุฃู†ุตุฑู‡ ู‚ุงู„ ุชุญุฌุฒู‡ ุฃูˆ ุชู…ู†ุนู‡ ู…ู† ุงู„ุธู„ู… ูุฅู† ุฐู„ูƒ ู†ุตุฑู‡
โ€œ Tolonglah saudaramu dalam keadaan dholim atau didholimi ! โ€œ , seseorang berkata : Wahai Rasulullah aku tolong dia jika dia didholimi ,maka jika aku melihat dia dalam keadaan dholim bagaimana aku menolongnya ?, Rasulullah ( bersabda : Kamu halangi dia atau kamu cegah dia dari kedholiman, maka itulah pertolongan baginya ( Diriwayatkan oleh Bukhary dalam Shahihnya 6/2550 ). ( Madarikun Nadhar fis Siyasah hal. 69-70 ).

BERSIKAP KERAS DI DALAM MEMBANTAH PENYIMPANGAN BUKAN BERARTI LOYAL KEPADA ORANG-ORANG KAFIR

Hukum asal dalam perintah kepada yang maruf dan melarang dari yang mungkar adalah dengan cara yang halus dan lembut sebagaimana dalam firman Allah ( :
( ุงุฏู’ุนู ุฅูู„ูŽู‰ ุณูŽุจููŠู„ู ุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ุจูุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุนูุธูŽุฉู ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู ูˆูŽุฌูŽุงุฏูู„ู’ู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ู‘ูŽุชููŠ ู‡ููŠูŽ ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ู(
โ€œSerulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. ( An-Nahl : 125 )

Tetapi jika kemungkaran tidak bisa diubah kecuali dengan kekerasan maka tidak apa-apa jika sikap keras dipakai, walaupun terhadap kaum muslimin, tidakkah Engkau melihat bahwa Allah membolehkan perang untuk mengubah kemungkaran, dan tidak ada sikap yang lebih keras dibanding perang, Allah ( berfirman :
( ูˆูŽุฅูู†ู’ ุทูŽุงุฆูููŽุชูŽุงู†ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ุงู‚ู’ุชูŽุชูŽู„ููˆุง ููŽุฃูŽุตู’ู„ูุญููˆุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ููŽุฅูู†ู’ ุจูŽุบูŽุชู’ ุฅูุญู’ุฏูŽุงู‡ูู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰ ููŽู‚ูŽุงุชูู„ููˆุง ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุชูŽุจู’ุบููŠ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽูููŠุกูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽู…ู’ุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู(
โ€œDan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’min berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah ( Al-Hujurat : 9 ),

Maka kadang-kadang seorang mumin perlu bersikap keras di dalam mengingkari kemungkaran saudaranya lebih daripada sikapnya terhadap musuhnya, tidakkah Engkau melihat bagaimana Musa bersikap lemah lembut kepada Firaun, dan bersikap keras kepada Harun saudaranya, sampai Musa memegang (rambut) kepala saudaranya (Harun) sambil menariknya ke arahnya ( Al-Araf : 150 ).

Bahkan kadang Rasulullah ( mencerca dengan keras para ulama dari kalangan sahabat jika melakukan kesalahan, seperti tegurannya kepada Muadz bin Jabal ketika dia menjadi imam kemudian memanjangkan sholat sehingga memberatkan mamum : Apakah Engkau mau menjadi pembuat fitnah wahai Muadz ?! ( Muttafaq Alaih ), di sisi lain Rasulullah ( bersikap lemah lembut dengan seorang Baduwi yang kencing di masjid ( Diriwayatkan oleh Bukhari dan yang lainnya ).Ketika Usamah bin Zaid membunuh seorang dalam peperangan sesudah orang tersebut mengucapkan kalimat tauhid Rasulullah ( menegurnya dengan keras : โ€œ Wahai Usamah ! kamu bunuh dia padahal dia sudah mengucap ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ?! โ€œ. Usamah berkata : โ€œ Tidak henti-hentinya Rasulullah ( mengulang-ulang ucapannya sampai aku berandai-andai jika aku belum masuk Islam sebelum saat itu โ€œ ( Diriwayatkan oleh Muslim dan yang lainnya ).

Usamah bin Zaid mendapatkan pelajaran yang berharga dari teguran Rasulullah ( di atas di zaman fitnah setelah terbunuhnya Utsman bin Affan sebagaimana dikatakan oleh Al-Imam Adz-Dzahaby : Dia menahan tangannya ( dari menumpahkan darah kaum muslimin ), dan berdiam di rumahnya ( Siyar Alam Nubala 2/501 ).

Allahu Akbar ! alangkah agungnya tarbiyyah Nabi (! dan alangkah hinanya tarbiyyah kelompok-kelompok khowarij !, kelompok-kelompok khowarij ini mengharamkan kritikan dan bantahan kepada ahli bidah dalam keadaan mereka halalkan darah-darah kaum muslimin yang tidak berdosa dengan nama jihad !.

PENUTUP

Jelaslah dari uraian dia atas bahwa membantah pemikiran-pemikiran yang menyimpang dari para daI dan yang lainnya adalah salah satu dari pokok-pokok yang agung dari agama, bahkan merupakan jihad fi sabilillah yang paling utama, karena ahli bidah lebih berbahaya dibandingkan orang-orang kafir.Membantah ahli bidah adalah salah satu pokok-pokok manhaj salaf yang dipraktekkan oleh para ulama salaf dari masa ke masa. Semoga Allah selalu memberikan keteguhan kepada kita semua di atas jalan yang lurus dan manhaj yang shahih.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ

Disusun oleh : Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.