MENITI JALAN KEPADA TAQWA

MENITI JALAN KEPADA TAQWA

Taqwa dari kata ( ุงู„ูˆู‚ุงูŠุฉ ) yang berarti : perlindungan , yaitu bahwasanya seorang hamba menjadikan perlindungan bagi dirinya dari adzab Allah ( dengan melaksanakan ketaatan kepadaNya dan menjauhi kemaโ€™shiyatan terhadapNya ( Lihat Lisanul Arab 15/403 dan Maqayiisul Lughah 6/131 ).

Semua kebajikan yang dicintai Alloh ( adalah pokok ketaqwaan sebagaimana dalam firman Alloh ( :
( ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุจูุฑู‘ูŽ ู…ูŽู†ู ุงุชู‘ูŽู‚ูŽู‰(
โ€œ akan tetapi kebajikan itu ialah orang yang bertakwa. โ€œ ( Al-Baqarah : 183 ).

Barangsiapa yang berbuat kebajikan maka sungguh dia telah bertaqwa, dan barangsiapa yang bertaqwa maka sungguh dia telah mentazkiyyah jiwanya.

Taqwa dengan menyucikan jiwa adalah buah dari ibadah sebagaimana dalam firman Alloh ( :
( ูŠูŽุงุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุงุนู’ุจูุฏููˆุง ุฑูŽุจู‘ูŽูƒูู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุชู‘ูŽู‚ููˆู†ูŽ(
โ€œHai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. โ€œ ( Al-Baqarah : 21 ).
Inilah manhaj para nabi dalam penyucian jiwa, di mana Alloh ( memerintahkan mereka agar beribadah kepadaNya sebagaimana dalam firman Alloh ( :
( ุฅูู†ู‘ูŽ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุฃูู…ู‘ูŽุชููƒูู…ู’ ุฃูู…ู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู‹ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฑูŽุจู‘ููƒูู…ู’ ููŽุงุนู’ุจูุฏููˆู†ู(
โ€œSesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kalian semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhan kalian, maka beribadahlah kepadaKu. โ€œ ( Al-Anbiyaโ€™ : 92).
Kemudian Alloh ( memerintahkan mereka agar beribadah kepadaNya sebagaimana dalam firman Alloh ( :
( ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุฃูู…ู‘ูŽุชููƒูู…ู’ ุฃูู…ู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู‹ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฑูŽุจู‘ููƒูู…ู’ ููŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆู†ู(
โ€œSesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kalian semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhan kalian, maka bertakwalah kepada-Ku. ( Al-Muminun : 52 ).

Dengan ini jelaslah bahwa jalan yang menuju kepada taqwa dengan menyucikan jiwa adalah ibadah.

Dan ibadah adalah nama yang meliputi segala yang dicintai dan diridloi Alloh ( baik dari perkataan maupun perbuatan, yang lahir dan yang batin ( Al-Ubudiyyah oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah hal. 38 ).

RUKUN-RUKUN TAQWA :

1. Ikhlash
2. Ini

Dua hal ini adalah realisasi dari syahadatain : ุดู‡ุงุฏุฉ ุฃู† ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุดู‡ุงุฏุฉ ุฃู† ู…ุญู…ุฏุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ , sebagaimana seorang muslim diperintahkan agar tidak beribadah kecuali kepada Alloh ( demikian juga dia diperintahkan agar ittibaโ€™ kepada Rasulullah ( dan menauladaninya.
3. Ilmu
Islam menyuguhkan ilmu sebagai aqidah yang mendorong jiwa kepada keimanan, menghidupkan hati, sehingga menjadi khusyu dan cinta kepada penciptanya, dan membangkitkan anggota tubuh sehingga kembali kepada fithrahnya yang suci.
Islam menjadikan ilmu sebagai manhaj yang shahih untuk memandang segala peristiwa yang terjadi kemudian menjadikannya sebagai ibrah, Alloh ( berfirman :
( ุณูŽู†ูุฑููŠู‡ูู…ู’ ุกูŽุงูŠูŽุงุชูู†ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุขููŽุงู‚ู ูˆูŽูููŠ ุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู…ู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุชูŽุจูŽูŠู‘ูŽู†ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู (
โ€œKami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Dia adalah benar. ( Fushilat : 53 ).
Alloh ( berjanji akan memperlihatkan kepada manusia tanda-tanda kekuasaanNya di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Dia adalah haq : Dia adalah sesembahan yang haq, agama ini adalah agama yang lurus, Kitab ini adalah kitab yang agung, dan Rasul yang mulia ini adalah mengajak manusia kepada kebenaran.
Sesungguhnya membaca lembaran-lembaran ayat kauniyah akan membawa hati kepada perasaan khasyah ( takut ) dan khusyu kepada Penciptanya, sebagaimana dijelaskan oleh Kitabullah yang diturunkan kepada NabiNya Muhammad ( . Inilah manhaj Islami dalam membentuk jiwa-jiwa Islami dan kehidupan yang Islami…
Adapun studi teoritis belaka yang menghalangi ilmu dari buahnya yang berupa keimanan dan khasyah, maka dia bukanlah ilmu yang sebenarnya, karena tidak menjaga dari cinta dunia dan bujukan syaithan, bahkan tidak menyuguhkan kebaikan sama sekali kepada kehidupan manusia. Barangsiapa yang mau menelaah kehidupan orang-orang kafir yang tertipu oleh gemerlapnya materi, akan melihat bukti dari ucapan ini.
Kelompok ini – yaitu kelompok yang menghalangi ilmu dari buahnya ditandingi oleh kelompok-kelompok shufiyyah yang mengklaim bahwa taqwa dan khasyah akan menumbuhkan ilmu dan marifat dalam hati, sehingga tidak ada alasan untuk menuntut ilmu dan berpayah-payah untuk mendalaminya !!!.
Pendapat ini adalah batil, di antara hal-hal yang membantahnya adalah :
1. Alloh ( mengiringkan talim dengan tazkiyatun nufus sebagaimana dalam firmanNya :
( ูƒูŽู…ูŽุง ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ู’ู†ูŽุง ูููŠูƒูู…ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู‹ุง ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ูŠูŽุชู’ู„ููˆ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุกูŽุงูŠูŽุงุชูู†ูŽุง ูˆูŽูŠูุฒูŽูƒู‘ููŠูƒูู…ู’ ูˆูŽูŠูุนูŽู„ู‘ูู…ููƒูู…ู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉูŽ (
โ€œSebagaimana (Kami telah menyempurnakan ni`mat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah (As Sunnah) ( Al-Baqarah : 151 ).
2. Rasulullah ( mengiringkan ilmu dengan taqwa sebagaimana dalam hadits yang shahih : Ketahuilah bahwasanya yang paling berilmu tentang Alloh adalah aku dan yang paling bertaqwa kepadaNya adalah aku ( Dikeluarkan oleh Bukhary 9/104 dan Muslim 9/175 ).
3. Alloh ( mengiringkan Al-Huda ( petunjuk ) dengan taqwa sebagaimana dalam firmanNya :
( ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ู„ูŽุง ุฑูŽูŠู’ุจูŽ ูููŠู‡ู ู‡ูุฏู‹ู‰ ู„ูู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููŠู†ูŽ(
โ€œKitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, โ€œ ( Al-Baqarah : 2 ).
Maka Al-Huda adalah landasan dari taqwa, dan Al-Huda adalah maโ€™rifat tentang Al-Haq dengan dalilnya, karena itulah tidak akan kokoh ketaqwaan di dalam hati kecuali dengan petunjuk dari RabbNya.
Al-Imam Adz-Dzahaby berkata : Tidak akan terjadi taqwa kecuali dengan amalan, tidak akan benar amalan kecuali dengan ilmu dan ittiba, dan tidak akan bermanfaat itu semua kecuali dengan ikhlas kepada Alloh ( ( Siyar Alam Nubala 4/601 ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.