Mendatangkan Kecintaan Allah

?Mendatangkan Kecintaan Allah ?

✍Dicintai Alloh merupakan idaman setiap orang muslim yang benar imannya.
Ketika seseorang dicintai Alloh berarti dia diridhoi Alloh.
Dan siapapun yang dicintai Alloh maka Alloh pasti akan menjaganya.

Allah berfirman,
قل إن كنتم تحبون الله فاتبعوني يحببكم الله ويغفر لكم ذنوبكم والله غفور رحيم. آل عمران:31
“Katakanlah (Ya Muhammad),”Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu,”Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”(Ali Imron:31)

Ayat ini merupakan Penentu untuk mengetahui kadar kecintaan seseorang kepada Allah, apakah benar pernyataannya ataukah dusta. Para Ulama menyebut ayat ini sebagai ayat ujian bukti kecintaan seseorang kepada Allah. Dalam ayat ini, Allah menjadikan syarat mutlak datangnya kecintaan-Nya kepada seorang hamba adalah mengikuti ajaran Nabi صلَّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ. Tidak ada jalan bagi seorang Muslim untuk keluar dari Sunnah Rasulullah صلَّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ, sebagai bukti cintanya kepada Allah.
Hendaknya kita tidak menyia-nyiakan Sunnah Rasulullah walau sekecil apapun, hanya sekedar makan dengan tangan kanan sampai sunnah-sunnah yang lebih besar. Kita harus siap untuk menerapkan Sunnah itu dalam 24 jam kehidupan kita, mulai dari bangun tidur sampai ketidur lagi.
Berkata para Salafus shalih : Sederhana dalam sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh (tetapi) dalam bid’ah.
Allah berfirman :”Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kalian siapa yang terbaik amalannya.” (Al-Mulk : 2)

Al Imam Al Fudlail bin Iyadl berkata : “Yang paling baik amalnya adalah yang paling ikhlas dan paling benar (cocok dengan sunnah).”
Bahkan tidur dengan cara sunnah lebih baik daripada bangun malam dengan cara bid’ah, sebagaimana dikatakan oleh Salam Abul Ahwash ketika berkata pada dirinya : Wahai Sallam, tidurlah di atas sunnah lebih baik daripada engkau bangun di atas bid’ah.

Betikut ini diantara tanda dan sebab kecintaan Alloh

⏺Mengikuti petunjuk Nabi صلى الله عليه و سلم.
Ini merupakan sebab utama untuk mendapatkan kecintaan Alloh.
Sebagaimana dalam surat Ali imron: 31 diatas.

⏺Berlemah lembutlah kepada kaum mukminin, bersikap keras terhadap orang-orang kafir, berjihat di jalan Allah, dan tidak takut kecuali kepada-Nya.

Allah berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.” (QS. Al Maidah:54)

⏺Menegakkan amalan-amalan sunnah sesudah yang fardu, sebagaimana yang terdapat dalam hadists Qudsi.
“Dan tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada ia mengerjakan apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan tidaklah hamba-Ku (setelah menjalankan yang wajib) dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya.” (HR. Al-Bukhari)

⏺Mencintai, mengunjungi, menolong dan menasehati karena Allah.

“Kecintaan-Ku untuk orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, Kecintaan-Ku untuk orang-orang yang saling mengunjungi karena-Ku, Kecintaan-Ku untuk orang-orang yang saling berkorban di jalan-Ku, Kecintaan-Ku diberikan untuk orang-orang yang saling menyambung kekerabatan karena-Ku.” (HR. Ahmad disohihkan Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, 3019)

Dari Mu’adz bin Jabal beliau berkata: Telah bersabda Rasulullah : “Allah Ta’ala berfirman : ‘Orang yang saling mencintai karena-Ku pasti diberikan cinta-Ku, orang yang saling menyambung kekerabatannya karena-Ku pasti diberikan cintaKu dan orang yang saling menasehati karena-Ku pasti diberikan cintaKu serta orang yang saling berkorban karena-Ku pasti diberikan cinta-Ku. Orang-orang yang saling mencintai karena-Ku (nanti di akhirat) berada di mimbar-mimbar dari cahaya. Para Nabi, shiddiqin dan orang-orang yang mati syahid merasa iri dengan kedudukan mereka ini'” (HR. Imam Ahmad dishahihkan al-Albani 4198).

⏺Mendapat ujian dari Allah berupa musibah dan bencana.
Musibah dan bencana yang menimpa seorang mukmin bisa menjadi sebab datangnya kecintaan Allah dan menjadi bagian dari tanda cinta-Nya kepada hamba. Ia laksana obat, walaupun pahit ia akan meminumnya untuk mendapatkan  kesehatan.
Rasululloh صلى ألله عليه وسلم bersabda,
“Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum pasti Dia menguji mereka. Maka siapa yang ridha (terhadapnya) maka baginya keridhaan Allah, dan siapa marah (terhadapnya) maka baginya kemurkaan Allah.” (HR. Al-Tirmidzi disphihkan Al-Albany).
Semoga bermanfaat.
Wallohu waliyyut taufiq

?Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏?✒.?..?✨

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.