Membela agama Allah…

?Membela agama Allah…

✍Kita diperintah oleh Alloh untuk membela Agama Allah dengan semua kemampuan kita.

Kewajiban ini bukan saja kepada Ummat Islam tetapi juga pernah diwajibkan kepada ummat-ummat para Nabi sebelumnya, seperti kepada Ummat Nabi Isa عليه السلام yaitu kaum Nashara sebagaimana terdapat dalam firman Allah berikut,
“Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.” (Ali imron: 52)

Allah mewajibkan kepada Ummat Nabi Muhammad sebagaimana Allah telah mewajibkan kepada Ummat Nabi Isa عليه السلامmembela agama Allah. “Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. (Ash-Shoff:14)”

Jadi kita sebagai Ummat Muslim lebih berkewajiban membela agama Allah dibandingkan Ummat para Nabi sebelumnya karena Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم adalah Nabi terakhir yang diutus Allah kepada seluruh Ummat Manusia. Sementara Nabi Isa عليه السلام hanya diutus kepada kaumnya saja dan sudah diwajibkan membela agama Allah. Apalagi kita sebagai Ummat Nabi Muhmmad yang merupakan rahmatan lil’aalamiin, kewajiban membela agama Allah ini bukan karena fatwa ulama tetapi perintah Allah.

Bagaimana caranya menolong (Agama) Allah?
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz menjelaskan,”Maka inilah bentuk pertolongan kepada Allah dengan melakukan perintah-perintah Nya dan meninggalkan larangan-larangan Nya dengan keimanan dan keikhlasan kepada Allah serta mentauhidkan-Nya, juga keimanan kepada Rasul-Nya…. Maka menolong agama Allah adalah dengan mentaati Allah, mengagungkan-Nya dan ikhlas kepada-Nya, serta mengharapkan apa-apa yang ada di sisi-Nya, mengamalkan syariat-Nya karena menginginkan pahala darinya dan untuk menegakkan agama-Nya.” “Jadi, siapa yang menginginkan datangnya pertolongan Allah dan keselamatan bagi agamanya serta menginginkan kesudahan yang baik, maka hendaklah bertakwa kepada Allah, dan bersabar dalam ketaatan kepada-Nya. Juga hendaknya menjauhi larangan-larangan Allah dimana pun dia berada. Inilah sebab-sebab pertolongan Allah padanya…”(Asbaabu Nashrillaahi lil Mu’miniin ‘alaa A’daa ihim, Daar al Imam Ahmad, Cet. I, 2003 M).

?Dan menjauhi segala bentuk kesyirikan dan kemaksiatan merupakan bentuk nyata membela agama Allah. Karena kesyirikan dan kemaksiatan merupakan sebab utama datangnya kehancuran alam semesta ini.

?Oleh karena itulah, disini pentingnya ilmu agama. Dengan ilmu agama ini, seseorang bisa mengetahui mana jalan-jalan yang bisa mendekatkan diri kepada Allah dan mana jalan-jalan yang menjauhkan dirinya dari Allah. Dengan ilmu agama seseorang bisa membedakan jalan yang benar dan mana jalan yang salah. Salah satu jalan yang menjauhkan kita dari Allah adalah segal bentuk penyimpangan dari Islam. Allah berfirman,”Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al Baqarah : 214)
“Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.” (Ar Ruum : 47). “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40) Wallahu a’lam.

?Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏?✒.?..?✨

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.