MAKSIAT DAN KESYIRIKAN PENYEBAB SEMUA BENCANA

MAKSIAT DAN KESYIRIKAN PENYEBAB SEMUA BENCANA

Telah sering kita membaca ayat-ayat Alloh di dalam kitabNya tentang bencana yang menimpa umat-umat terdahulu tatkala mereka durhaka kepada RabbNya.

➡Lihatlah bagaimana Alloh menenggelamkan kaum Nuh yang durhaka kepada Alloh dengan menjadikan berhala-berhala : Wadd, Suwa’, Yaghut dan Nashr sebagai tandingan-tandingan Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

➡Lihatlah bagaimana Alloh membinasakan kaum ‘Ad dengan badai besar selama 8 hari 7 malam yang menjadikan mereka mayat-mayat yang bergelimpangan.

➡Lihatlah bagaimana Alloh membinasakan kaum Tsamud dengan suara yang keras yang meluluhlantakkan kampung mereka dan semua yang di dalamnya.

➡Lihatlah bagaimana Alloh mengangkat negeri kaum Luth ke atas kemudian membalikkannya dan menghempaskan dengan keras hingga mereka terbenam di dalam tanah semuanya. Kaum dikenal dengan liwath ( sex sejenis ) mereka.

Ketika kita mengunjungi Palu dan sekitarnya seakan-akan kisah-kisah di atas terulang kembali.

➡Di pantai Talise ribuan orang mati tenggelam dengan tanah yang mereka pijak ketika mereka hendak merayakan acara Palu Nomoni yaitu parade tarian dan nyanyian yang ditambah belakangan dengan adat persembahan kepala Kerbau dan yang lainnya.

➡Di Kampung Petobo ribuan orang tenggelam dengan rumah-rumah mereka dalam waktu kurang dari satu menit. Kampung tersebut adalah pusat perjudian dan minuman keras.

➡Di Jono Oge likuifaksi yaitu bergesernya tanah sejauh beberapa kilometer serta pembenaman rumah-rumah beserta para penghuninya ke dalam tanah.
Jalan yang besar hilang digantikan dengan kebun jagung dan kelapa yang semuanya masih hidup.
Saksi mata menyebutkan daerah tersebut adalah tempat kesyirikan dan kema’shiyatan.

➡Di kampung Balaroa ratusan rumah terkubur dalam-dalam bersama para penduduknya dalam waktu singkat. Tempat tersebut adalah pusat komunitas LGBT atau sex sejenis.

Kemudian di banyak tempat yang lain rumah-rumah hancur digoncang gempa dan dihempas oleh Tsunami.

Demikianlah jika manusia telah melampaui batas maka Alloh mengirimkan balatentara Nya yang berupa air bah, gempa, penyakit dan bumi yang menelan manusia-manusia yang durhaka kepadaNya.

Betapapun kuatnya manusia tidak akan ada yang bisa melawan balatentara Alloh Azza wa Jalla.

Sebelum datangnya balatentara Alloh marilah kita bertaubat kepadaNya, marilah kita tinggalkan kema’shiyatan dan kesyirikan yang merupakan penyebab semua bencana dunia dan akhirat.

Akhukum Abu Ahmad Arif Fathul Ulum bin Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.