KHUTBAH: SEPUTAR MENGGANTI KATA ‘KAFIR’

KHUTBAH: SEPUTAR MENGGANTI KATA ‘KAFIR’

إن اَلْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ تَعَالَى وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ . وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا . مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ . وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ . وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ . صلى الله عليه و على اله و صحبه و من اتبع هداه إلى يوم الدين …فَيَقُوْلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابَ اللهِ وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار.

Ma’asyarol Muslimin, Jamaah Sidang Jumat yang Dirahmati oleh Allah….

Alhamdulillah, puji dan syukur tidak henti-hentinya kita panjatan kehadirat Allah subhanahu wata’ala atas segala kenikmatan yang telah Allah anugerahkan kepada kita.

Shalawat serta salam, semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad, keluarga, para sahabat, serta pengikut beliau hingga akhir zaman.

Ma’asyarol Muslimin, Jamaah Sidang Jumat yang Dirahmati oleh Allah….

Melalui mimbar khutbah jum’at ini, khotib berwasiat kepada seluruh jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah subhanahu wata’ala, kapan pun dan di mana pun kita berada. Hendaknya kita selalu istiqomah, konsisten dalam menjalankan perintah-perintah Allah, serta menjauhi larangan-larangan-Nya.

Ma’asyaral muslimin rahimakumullah…

Kata-kata ‘kafir’ sesungguhnya bukanlah kata yang asing bagi kaum muslimin. Mereka semua memahami bahwa maknanya adalah orang di luar Islam. Di dalam ajaran Islam, kata kafir inilah yang dipakai untuk menunjukkan kelompok orang yang kufur, hatinya tertutupi, tidak mau menerima ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Ma’asyaral muslimin yang semoga dimuliakan oleh Allah…

Namun cukup menyedihkan, belakangan ini sebutan kafir sering mendapat kritikan langsung dari pihak-pihak tertentu. Bahkan di dalam sebuah acara diusulkan agar tidak lagi menggunakan sebutan kafir untuk warga negara yang tidak memeluk agama Islam karena inni dapat menyakiti para non-muslim di Indonesia.

Kata mereka ucapan kafir ini mengandung unsur kekerasan teologis, oleh karena itu hendaknya kata kafir diganti dengan ‘Muwathinun’ atau warga negara, untuk menunjukkan bahwa status mereka setara dengan warga negara yang lain.

Ma’asyarol Muslimin, Jamaah Sidang Jumat yang Dirahmati oleh Allah….

Sebagai seorang muslim kita harus yakin bahwa satu-satunya agama yang benar, diridhai dan diterima oleh Allah Azza wa Jalla adalah Islam. Adapun agama-agama lain, selain Islam, tidak akan diterima oleh Allah Azza wa Jalla.

Di dalam Al Quran surat Ali Imran ayat ke 19 Allah berfirman,

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab, kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya.”

Demikian juga di dalam ayat yang ke-85, Allah Azza wa Jalla berfirman,

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.”

Ma’asyaral muslimin yang semoga dimuliakan oleh Allah…

Kekufuran orang-orang di luar Islam adalah sangat jelas. Baik dia dari kalangan ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani) maupun dari kalangan musyrikin. Di dalam Al Quran, surat Al Bayyinah ayat yang pertama Allah Ta’ala berfirman,

لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ حَتَّى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ

“Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata.”

Demikian juga Allah berfirman, pada surat yang sama ayat ke-6,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.”

Demikian juga di dalam surat Al Maaidah ayat ke-17, Allah berfirman tentang orang-orang Nashrani,

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata:
“Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam”.

Demikian juga Allah berfirman,

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah, Rabbku dan juga Rabbmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (Al-Maaidah: 72)

Demikian juga Allah berfirman,

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada sesembahan kecuali sesembahan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (Al-Maaidah [5]: 73)

Di dalam tafsirnya, Al Imam Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan,

قُولُ تَعَالَى مُخْبِرًا وَحَاكِمًا بِكُفْرِ النَّصَارَى فِي ادِّعَائِهِمْ فِي الْمَسِيحِ ابْنِ مَرْيَمَ -وَهُوَ عبدٌ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ، وَخَلْقٌ مِنْ خلقه-أنه هو اللَّهِ، تَعَالَى اللَّهُ عَنْ قَوْلِهِمْ عُلُوًّا كَبِيرًا

Allah ta’ala mengkhabarkan tentang kekafiran orang-orang Nasrani karena mereka mengakui bahwa Isa Al Masih putranya Maryam (sebagai Tuhan yang mereka sembah). Padahal seseungguhnya Nabi Isa adalah salah seorang dari hamba-hamba Allah dan salah satu dari makhluk yang diciptakan-Nya. Maka Maha­tinggi Allah dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang setinggi-tingginya.

Ma’asyaral muslimin yang semoga dimuliakan oleh Allah…

Kekufuran mereka sudah sangat jelas. Paska diutusnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, maka ahlul kitab, baik dari kalangan Yahudi maupun Nashrani adalah kafir yang apabila mereka tidak masuk Islam, tetap berada di dalam kekufurannya, mereka akan menjadi penghuni neraka, kekal abadi di dalamnya. Sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ يَسْمَعُ بِى أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ يَهُودِىٌّ وَلاَ نَصْرَانِىٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِى أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

“Demi Allah, yang jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya. Tidak ada seorang pun dari umat ini, baik dia seorang Yahudi, maupun seorang Nashrani, lalu ia mati dalam keadaan tidak beriman pada wahyu yang aku diutus dengannya, kecuali ia pasti termasuk penduduk neraka.”

Inilah wahai kaum muslimin rahimakumullah, pandangan yang benar terhadap permasalahan ini. Bahwa penamaan mereka sebagai orang-orang yang kafir adalah penamaan yang benar, yang tidak perlu kita ubah-ubah sama sekali.

Namun perlu diingat, bahwa penamaan kafir ini tidak kemudian menjadikan legitimasi bagi kita untuk berbuat zhalim kepada orang-orang di luar Islam. Wajib bagi kita untuk memperlakukan mereka dengan baik dan adil.

Hendaknya kita menunaikan hak-hak mereka, memberikan bantuan bagi mereka yang membutuhkan, serta bersabar atas gangguan dari mereka dalam bertetangga. Bahkan dengan memperlakukan mereka dengan akhlaq yang baik ini akan menjadi sebab diterimanya dakwah kita di tengah-tengah mereka dengan seizin Allah tabaraka wata’ala.

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam surat Al Mumtahanah ayat ke 8,

لا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ
أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil”.

Hanya saja, sikap baik dan adil itu hendaknya tidak melampaui batas sampai kemudian menghilangkan label ‘kafir’ yang melekat pada diri mereka. Semoga Allah selalu memberikan hidayah dan menjauhkan diri kita dari segala bentuk penyimpangan dan kesesatan dalam beragama.

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم، أقول قولي هذا واستغفر الله، لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اله إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله.اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أله وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ

Ma’asyaral muslimin rahimakumullah…

Pada khutbah pertama kita telah bacakan ayat-ayat dan hadits yang menyebutkan dengan jelas bahwa orang-orang di luar Islam adalah kafir. Maka barangsiapa yang mengingkari kafirnya Yahudi dan Nashrani yang tidak beriman kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, berarti ia mendustakan ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan juga mendustakan hadits Rasulullah. Sedangkan mendustakan Allah adalah kekafiran. Barangsiapa yang ragu terhadap kekafiran Yahudi dan Nashrani maka tidak ada keraguan tentang kafirnya dia.

Subhanallah…

Bagaimana orang ini merasa ridha untuk mengatakan bahwa kita tidak boleh mengatakan kafir kepada orang-orang di luar Islam padahal mereka tidak menyembah Allah, atau mengatakan bahwa Allah itu adalah salah satu dari tuhan yang tiga?!

Ma’asyaral muslimin rahimakumullah…

Inilah yang namanya toleransi yang kebablasan. Toleransi yang sampai mengorbankan prinsip-prinsip beraqidah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَلَا تُطِعِ الْمُكَذِّبِينَ (8) وَدُّوا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ (9)

Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah). Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak, lalu mereka lunak kepadamu). (Al Qalam 8-9)

Jangan ia bermudahanah, mengorbankan prinsip agama demi menjaga perasaan orang-orang kafir. Hendaknya dia jaga prinsip aqidahnya sebagaimana yang Allah tegaskan dalam surat Al Kafirun:

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (1) لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (2) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (3) وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (4) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (6)

Katakanlah, “Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah. Dan kalian bukan penyembah apa yang aku sembah. Dan aku tidak pernah men]adi penyembah apa yang kalian sembah, dan kalian tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untuk kalianlah agama kalian, dan untukkulah agamaku.”

Semoga Allah menjaga aqidah kita dari segala bentuk penyimpangan.

Semoga Allah senantiasa memberikan kepada kita dan juga kepada kaum muslimin hidayah dan keistiqomahan di atas agama-Nya.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات

ربنا اغفر لنا ولوالدينا وللمؤمنين يوم يقوم الحساب

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ،

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عباد الله…. إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

وصلى الله وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه اجمعين…

Oleh Ustadz Wira Bachrun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.