KESHALIHAN SEORANG BAPAK DAN PENGARUHNYA TERHADAP ANAK-ANAKNYA

KESHALIHAN SEORANG BAPAK DAN PENGARUHNYA TERHADAP ANAK-ANAKNYA

Keshalihan seorang bapak akan berpengaruh kepada keshalihan anak-anaknya, bahkan keshalihan seorang bapak akan memberikan manfaat kepada anak-anaknya di dunia dan di akhirat. Lihatlah bagaimana Alloh menjaga harta anak-anak yatim dan menjaga perbendaharaan mereka dengan sebab keshalihan bapak mereka, Alloh  berfirman :

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلاَمَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ

” Adapun dinding rumah maka adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, Maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; ” ( Al-Kahfi : 82 ).

Ketika Musa dan Khidhir melewati sebuah negeri maka keduanya meminta jamuan kepada penduduk negeri tersebut sebagai hak keduanya sebagai tamu, akan tetapi mereka enggan untuk memberikan jamuan kepada keduanya. Kemudian di negeri tersebut keduanya mendapati sebuah tembok yang sudah condong hendak roboh maka Khidhir langsung memperbaikinya. Musa merasa heran dan berkata kepada Khidhir : ” Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu “. ( Al-Kahfi : 77 ), maka jawaban Khidhir adalah : ” Adapun dinding rumah maka adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, Maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; “. Alloh menjaga harta benda simpanan dua anak yatim tersebut dengan sebab keshalihan bapak mereka. Di antara keshalihan seorang bapak bahwa dia tidak mengumpulkan harta kecuali dengan jalan yang halal sehingga Alloh memberkahinya dan menjaganya.

Demikian juga Alloh berfirman :

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا

” Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. ” ( An-Nisa’ : 9 ).

Ayat di atas menunjukkan korelasi yang kuat antara ketaqwaan dan antara penjagaan Alloh terhadap keturunan. Karena itulah maka hendaknya seorang bapak berusaha untuk bertaqwa kepada Alloh dan memperbanyak amal yang shalih, mengikhlaskan amal semata karena Alloh dan mengikuti petunjuk Rasulullah ( . Telah datang dari sebagian salaf bahwa dia berkata kepada anaknya : ” Wahai anakku sesungguhnya aku menambah sholatku karenamu ” . Maksudnya : Aku banyak melakukan sholat dan banyak mendoakanmu di dalam sholatku.

Jika orang tua banyak membaca Al-Qur’an terutama surat Al-Baqarah dan Mu’wwidzat maka sesungguhnya para malaikat akan turun mengelilinginya, dan syaithan akan lari darinya. Tidak syak lagi bahwa turunnya para malaikat akan disertai dengan ketenangan dan rahmah, yang jelas sangat berpengaruh terhadap kebaikan dan keselamatan anak-anaknya.

Adapun jika orang tua tidak membaca Al-Qur’an dan lalai dari berdzikir maka pada saat itulah syaithan akan datang dan menyerang rumah-rumah yang meninggalkan bacaan Al-Qur’an dan lalai dari dzikrullah, syaithan akan menyerang dan menguasai rumah-rumah yang penuh musik yang hingar bingar dan gambar-gambar yang diharamkan, yang ini semua akan membawa para penghuni rumah kepada kema’shiyatan.

SURI TAULADAN SEORANG BAPAK TERHADAP ANAK-ANAKNYA

Seorang anak akan selalu berusaha meniru orang yang dianggap lebih baik darinya, sedangkan orang terdekat kepadanya adalah orang tuanya.

Seorang anak yang melihat bapaknya selalu berdzikir, selalu bertasbih, bertahmid, dan bertakbir, maka anak tersebut akan berusaha untuk menirukan dzikir-dzikir tersebut.

Seorang anak yang biasa disuruh bapaknya untuk mengirim shadaqah kepada faqir miskin akan berbeda keadaannya dengan seorang anak yang biasa disuruh bapaknya untuk membelikan rokok dan minuman keras.

Seorang anak yang menyaksikan bapaknya selalu sholat Jum’at dan berjama’ah di masjid pasti akan berbeda kejiwaan dan keadaannya dengan seroang anak yang melihat bapaknya selalu berkeliling di diskotek dan tempat-tempat kema’shiyatan.

Lihatlah bagaimana seorang anak yang sering mendengat suara adzan maka dia akan mengulang-ulang adzan tersebut, dan lihatlah bagaimana seorang anak yang sering mendengar bapaknya menyanyi maka dia juga akan selalu menyanyi !

Jika seorang bapak selalu berbuat kebajikan kepada kedua orang tuanya dan mendoakan keduanya maka anak-anaknya insya Alloh akan mengambil akhlaq itu darinya.

Wahai seorang bapak bertakwalah Engkau kepada Alloh pada anak-anakmu, jadilah Engkau suri tauladan yang baik bagi anak-anakmu, semoga Engkau mendapatkan bagian yang besar dari sabda Rasulullah ( :
من سن في الإسلام سنة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها بعده
” Siapa yang memberi contoh kebaikan dalam Islam maka ia mendapat pahala amalannya dan pahala orang-orang yang mengikuti (meniru) amalannya itu ..” ( Shahih Muslim 2/705 )

JANGANLAH ENGKAU MELARANG DARI SESUATU KEMUDIAN ENGKAU JUSTRU MELAKUKANNYA !

Di antara hal yang akan meruntuhkan keagungan seorang bapak di mata anaknya adalah tatkala bapaknya melarang dia dari suatu perbuatan dan ternyata bapaknya tersebut justru melakukannya.

Seperti seorang bapak yang melarang anaknya berdusta, akan tetapi ternyata seorang bapak ini justru berdusta di hadapan anak-anaknya, ketika datang seorang tamu yang kurang dia sukai maka di suruh anaknya untuk menemui tamu tersebut seraya mengatakan : ” Bapak sedang tidak ada ” !.

Wahai seorang bapak bagaimana Engkau memerintah anakmu agar menepati janji tetapi ternyata Engkau justru mengingkari janjimu terhadapnya ?!

Wahai seorang bapak, bagaimana Engkau melarang anak-anakmu dari mencaci sedangkan Engkau sendiri mencaci mereka ?!

Wahai seorang bapak, bagaimana Engkau melarang anak-anakmu merokok akan tetapi justru kamu merokok di hadapan anak-anakmu ! , padahal Alloh  berfirman :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لاَ تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لاَ تَفْعَلُونَ

” Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan ” ( Ash-Shaff : 2-3 ).

Seorang penyair berkata :

لا تنه عن خلقٍ وتأتي مثله … عارٌ عليك إذا فعلت عظيم
ابدأ بنفسك وانهها عن غيها … فإذا انتهت عنه فأنت حكيم
فهناك يقبل ما وعظت ويقتدى … بالعلم منك وينفع التعليم

Janganlah Engkau melarang dari suatu perbuatan kemudian justru Engkau melakukannya
itu adalah aib besar atasmu jika Engkau lakukan
Mulailah dari dirimu dan laranglah dari kelancungannya
jika dirimu sudah meninggalkan dari perbuatan itu maka sungguh kamulah orang yang bijak
Pada saat itulah diterima nasihatmu dan ditauladani
dengan ilmu darimu dan akan bermanfaat pengajaranmu ( Lihat Khizanatul Adab 3/276 ).

ALLOH MENGINGATKAN MANUSIA TENTANG KESHALIHAN BAPAK-BAPAK MEREKA

Di antara hal yang menunjukkan besarnya pengaruh keagungan seorang bapak terhadap tarbiyyah anak-anaknya bahwasanya Alloh Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan manusia terhadap keshalihan bapak-bapak mereka agar mereka menauladaninya, Alloh  berfirman :

ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ إِنَّهُ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا

” Wahai anak cucu dari orang-orang yang kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur ” ( Al-Isra’ : 3 ).

Wahai anak cucu orang-orang yang beriman yang kami bawa bersama-sama Nuh di dalam perahu, sungguh bapak-bapak kalian dahulu adalah orang-orang yang beriman, karena tidaklah naik perahu bersama Nuh kecuali orang-orang yang beriman, dan ingatlah sifat Nuh yang selalu banyak bersyukur kepada Alloh, jadilah kalian orang-orang yang shalih seperti bapak-bapak kalian !.

Demikian juga Alloh banyak berfirman di dalam KitabNya : ” Wahai Bani Israil … ” yaitu : wahai anak cucu Nabi yang mulia Israil ( yaitu Ya’qub ), mengingatkan mereka bahwa bapak mereka dan kakek mereka yang mulia adalah seorang nabi yang shalih, ini sekaligus merupakan hasungan kepada mereka agar menauladaninya di dalam kebaikan dan keshalihan.

Bertakwalah Engkau wahai seorang bapak agar Engkau menjadi tauladan yang baik bagi anak cucumu !.

KESHALIHAN SEORANG BAPAK BERMANFAAT KEPADA ANAK DI AKHIRAT

Lihatlah bagaimana manfaat keshalihan seorang bapak tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh anak-anaknya di dunia bahkan juga mereka rasakan di akhirat, Alloh  berfirman :

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ
” Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. ” ( Ath-Thur : 21 ).

Maksudnya: Jika seorang anak kedudukannya di sorga tidak mencapai derajat bapaknya, maka Alloh tinggikan derajat anak tersebut hingga sama dan bertemu dengan bapaknya di dalam surga.

Ibnu Abbas berkata : ” Mereka adalah anak cucu orang yang beriman, mereka mati di atas keimanan. Jika derajat bapak-bapak mereka lebih tinggi daripda derajat mereka maka Alloh tinggikan derajat mereka sampai derajat bapak-bapak mereka dengan tanpa megurangi sedikit pun dari pahala amalan bapak-bapak mereka ” ( Tafsir Ibnu Katsir 4/291 ).

Akhirul Kalam kami hendak menyerukan kepada para bapak agar selalu ingat bahwa Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan kita semua sebagai penanggung jawab keluarga dan anak-anak kita di hadapan Alloh Subhanahu wa Ta’ala, Alloh  berfirman :

يُوصِيكُمْ اللَّهُ فِي أَوْلاَدِكُمْ

” Allah berwasiat kepada kalian tentang anak-anak kalian ” ( An-Nisa’ : 11 ), dan Alloh  berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلاَئِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادٌ لاَ يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

” Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. ” ( At-Tahrim : 6 ).

Semoga Alloh  selalu memberikan taufiq dan pertolongan kepada kita semua agar bisa melaksanakan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Amin.

والله أعلم بالصواب

Akhukum : Abu Ahmad Arif Fathul Ulum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.