Kesempurnaan seorang mukmin

🌹 *Kesempurnaan seorang mukmin …*

✍Allah telah menyebutkan sifat kesempurnaan seorang mukmin dalam firmannya,

قَدۡ أَفۡلَحَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ۝ ٱلَّذِینَ هُمۡ فِی صَلَاتِهِمۡ خَـٰشِعُونَ ۝ وَٱلَّذِینَ هُمۡ عَنِ ٱللَّغۡوِ مُعۡرِضُونَ ۝ وَٱلَّذِینَ هُمۡ لِلزَّكَوٰةِ فَـٰعِلُونَ ۝ وَٱلَّذِینَ هُمۡ لِفُرُوجِهِمۡ حَـٰفِظُونَ ۝ إِلَّا عَلَىٰۤ أَزۡوَ ٰ⁠جِهِمۡ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَیۡمَـٰنُهُمۡ فَإِنَّهُمۡ غَیۡرُ مَلُومِینَ ۝ فَمَنِ ٱبۡتَغَىٰ وَرَاۤءَ ذَ ٰ⁠لِكَ فَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلۡعَادُونَ ۝ وَٱلَّذِینَ هُمۡ لِأَمَـٰنَـٰتِهِمۡ وَعَهۡدِهِمۡ رَ ٰ⁠عُونَ ۝ وَٱلَّذِینَ هُمۡ عَلَىٰ صَلَوَ ٰ⁠تِهِمۡ یُحَافِظُونَ ۝ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلۡوَ ٰ⁠رِثُونَ ۝ ٱلَّذِینَ یَرِثُونَ ٱلۡفِرۡدَوۡسَ هُمۡ فِیهَا خَـٰلِدُونَ.
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang yang khusyuk dalam shalatnya dan orang yang menjauhkan diri dari yang tidak berguna dan orang yang menunaikan zakat, dan orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri mereka dan budak belian yang mereka miliki; maka sesungguhnya dalam hal seperti itu tidak tercela. Barang siapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang yang memelihara amanat, memelihara janjinya, dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah yang akan mewarisi surga firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (Al-Mukminun : 1-11).

Seorang mukmim yang telah menyatakan ikrar hanya Allah semata sebagai Tuhan yang disembahnya dan tiada Tuhan selain-Nya dan Muhammad adalah Nabi dan utusan-Nya, maka haruslah selalu tunduk dan patuh atas segala perintah-Nya serta berserah diri seluruh hidup dan matinya hanya untuk Allah. Sebagai bentuk konsekwensi dari implementasinya, seorang mukmin harus menunjukkan sikap ketundukannya kepada Allah dan Rasul-Nya melalui prinsip ketaatan menjalankan perintahnya dan menjauhi segala larangannta. Prinsip akidah ini merupakan tanda kesempurnaan iman seorang mukmin dan lurus tidaknya tauhidnya.

Menjaga iman dan menyempurnakannya bukanlah perkara mudah namun juga tidak berarti tidak bisa diupayakan. Hanya ada satu syarat seorang Mukmin bisa menyempurnakan iman dengan sebaik-baiknya, yaitu menjadi Muslim secara kaffah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ ادْخُلُواْ فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqarah : 208).

Ada nasihat yang indah dari Imam Asy-Syafi’i رحمه الله bagi mereka yang menginginkan kesempurnaan dirinya.

قال الشافعي رحمه الله:
لا يكمل الرجل إلا بأربع:
• بالديانة،
• والأمانة،
•والصيانة،
•والرزانة.
📚المجموع, للنّوويّ: (1/ 557)

Berkata Imam Asy-Syafi’i رحمه الله :
Tidak ada akan sempurna seseorang melainkan dengan empat hal :
• Agama,
• Amanah,
• Penjagaan (dirinya), dan
• Keteguhan (jiwanya).
📚Al-Majmu’, Imam An-Nawawy : (1/557).

Wallahu a’lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒.🎗..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.