KENAPA KOK TAUHID TERUS???

KENAPA KOK TAUHID TERUS???
Ustadz Fadlan Fahamsyah

“Setiap hari yang didakwahkan kok tauhiiiid melulu nggak ada peningkatan sama sekali, dari awal ngaji sampai sekarang msih aja bahas tauhid tauhid..apa nggak bosen?

Setidaknya ada 4 bantahan utama tentang opini di atas:

  1. Bantahan pertama:

Rasululullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebelum wafat di hadapan para sahabat yang ahli tauhid, yang beliau didik puluhan tahun tentang tauhid, di ujung hayat beliau masih tetap berwasiat tentang tauhid.

Dari โ€˜Aisyah dan Ibnu โ€˜Abbas, mereka berdua berkata : Ketika Rasulullah shallallaahu โ€˜alaihi wa sallam kesehatannya menurun pada saat-saat akhir hidupnya, beliau menutupkan kain khamishah-nya pada wajahnya, namun beliau melepas kain tersebut dari wajahnya ketika napasnya semakin terganggu seraya bersabda:

ู„ูŽุนู’ู†ูŽุฉู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ูŠูŽู‡ููˆุฏู ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ุตูŽุงุฑูŽู‰ ุงุชูŽู‘ุฎูŽุฐููˆุง ู‚ูุจููˆุฑูŽ ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุฆูู‡ูู…ู’ ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏูŽ ูŠูุญูŽุฐูู‘ุฑู ู…ูŽุง ุตูŽู†ูŽุนููˆุง

โ€œLaknat Allah atas orang-orang Yahudi dan Nashara yang telah menjadikan kubur para nabi mereka sebagai masjidโ€. Aisyah berkata : โ€œBeliau memperingatkan agar tidak melakukan seperti apa yang mereka lakukanโ€ [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 435 & 436 dan Muslim no. 531].

Dalam riwayat yang lain 5 hari menjelang wafat beliau bersabda:

ุŒ ุฃูŽู„ุงูŽ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽูƒูู…ู’ ูƒูŽุงู†ููˆู’ุง ูŠูŽุชู‘ูŽุฎูุฐููˆู’ู†ูŽ ู‚ูุจููˆู’ุฑูŽ ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุฆูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุตูŽุงู„ูุญููŠู’ู‡ูู…ู’ ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏูŽุŒ ุฃูŽู„ุงูŽ ููŽู„ุงูŽ ุชูŽุชู‘ูŽุฎูุฐููˆุง ุงู„ู’ู‚ูุจููˆู’ุฑูŽ ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏูŽุŒ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูŽู†ู’ู‡ูŽุงูƒูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ

โ€œKetahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kubur para Nabi mereka dan orang-orang shalih di antara mereka sebagai masjid. Maka, janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai masjid. Sesunguhnya aku melarang kalian melakukan hal tersebutโ€ [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah 2/374-375; shahih sesuai persyaratan Muslim

Lihatlah: dihadapan para sahabat, pemuka-pemuka tauhid, pejuang-pejuang tauhid puluhan tahun bersama nabi, tapi wasiat terakhir nabi masih tentang tauhid, maka jangan pernah anda bosan dengan tauhid, karena anda tidak lebih baik dan tidak lebih mulia dari para sahabat.

  1. Bantahan yang kedua

Para rasulpun yang merupakan imam-imam yang memegang panji2 tauhid masih khawatir tertimpa kesyirikan.

Sampai-sampai Nabi Ibrahim berdoa:

ูˆูŽุงุฌู’ู†ูุจู’ู†ููŠ ูˆูŽุจูŽู†ููŠูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ ู†ูŽุนู’ุจูุฏูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุตู’ู†ูŽุงู…ูŽ

โ€œYa Allahโ€ฆdan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala (shonam).โ€ (QS. Ibrahim: 35).

Lihatlah: nabi ibrahim berdoa agar beliau dan anak cucunya terlepas dari kesyirikan padahal beliau adalah nabi, anaknya beliau Ismail dan Ishaq pun nabi, cucu beliau Ya’qub pun nabi, cicit beliau Yusuf pun nabiโ€ฆtapi meskipun demikian beliau masih takut tertimpa kesyirikan.

Bahkan nabi terbaikpun Muhammad shallallahu alaihi wasallam berdoa khawatir tertimpa kesyirikan:

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ุฃูุดู’ุฑููƒูŽ ุจููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููƒูŽ ู„ูู…ูŽุง ู„ุง ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู

โ€œYa Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahuiโ€. dishahihkan al-Albani dalam shahih al-Jami’).

  1. Bantahan ketiga:

Masyarakat ahli tauhidpun bisa berubah menjadi masyarakat ahli syirik jika tidak ada da’i yang mengingatkannya, sebagaimana dahulu antara Adam dan Nuh alaihissalam 10 abad manusia di atas tauhidโ€ฆakan tetapi ketika berlalu manusia pun berubah menjadi penyembah berhala.

  1. Bantahan keempat:

Realita ummat mengatakan bahwa mereka sekarang masih membutuhkan dakwah dan pencerahan tentang tauhid, masih banyak orang yang mengagungkan benda2 keramat, mempercayai dukun, tukang sihir dan para tukang ramalan, masih percaya tathayyur (merasa apes atau sia), memintah kepada pohon,penghuni kubur, goa keramat dan dan dan seterusnya.

Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.