Kemuliaan orang yang membaca Kitabullah dan mengamalkannya

🌹 *Kemulyaan orang yang membaca Kitabullah dan mengamalkannya …*

✍Allah memuji hambanya yang beriman dengan Kitabnya, lalu mengamalkannya dengan pujian yang tinggi dan balasan yang besar. Allah berfirman,

إِنَّ ٱلَّذِینَ یَتۡلُونَ كِتَـٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُوا۟ مِمَّا رَزَقۡنَـٰهُمۡ سِرࣰّا وَعَلَانِیَةࣰ یَرۡجُونَ تِجَـٰرَةࣰ لَّن تَبُورَ ۝
لِیُوَفِّیَهُمۡ أُجُورَهُمۡ وَیَزِیدَهُم مِّن فَضۡلِهِۦۤۚ إِنَّهُۥ غَفُورࣱ شَكُورࣱ.
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,
Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.”[Surat Fathir 29 – 30]

Berkata Imam Ibnu Katsir رحمه الله,
Allah menceritakan tentang hamba-hamba-Nya yang beriman, yaitu orang-orang yang membaca Kitab-Nya dan beriman kepadanya serta mengamalkan isi yang terkandung di dalamnya, antara lain mendirikan salat dan menginfakkan sebagian dari apa yang diberikan oleh Allah kepada mereka di waktu-waktu yang telah ditetapkan, baik malam ataupun siang hari, baik sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan.
{يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ}
mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. (Fathir: 29)
Maksudnya, mereka mengharapkan pahala di sisi Allah yang pasti mereka dapati, seperti yang telah kami terangkan dalam permulaan kitab tafsir ini dalam pembahasan keutamaan Al-Qur’an, bahwa dikatakan kepada pelakunya, “Sesungguhnya tiap-tiap orang itu berada di belakang perniagaannya, dan sesungguhnya kamu pada hari ini berada di belakang semua perniagaan” Karena itulah disebutkan oleh firman berikutnya:
{لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ}
agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. (Fathir: 30)
Yakni agar Allah menyempurnakan pahala amal perbuatan mereka dan melipatgandakannya dengan tambahan-tambahan yang belum pernah terdetik dalam kalbu mereka.
{إِنَّهُ غَفُورٌ}
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun. (Fathir: 3 0)
terhadap dosa-dosa mereka.
{شَكُورٌ}
lagi Maha Bersyukur. (Fathir: 30)
Yaitu tetap akan membalas amal perbuatan mereka betapapun kecilnya amal perbuatan mereka.
(Tafsir Ibnu Katsir)

Berkata Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili,
Allah kemudian memuji ahli qur’an dan shalat serta sedekah dengan berkata : Sesungguhnya yang membaca Al Qur’an, mengamalkan apa yang ada padanya, mengerjakan perintahnya, menjauhi larangannya, membenarkan dengan menegakkan shalat terus menerus demikian dengan menjaga rukunnya, wajibnya, sunnahnya dan mencintainya, kemudian juga bersedekah dari harta-harta mereka yang telah Allah berikan dalam diam dan keramaian; Maka barangsiapa yang memiliki sifat demikian maka mereka berharapa perniagaan yang menguntungkan, bukan merugikan, tidak juga kehancuran bagi mereka.
Mereka yang mengerjakan amalan-amalan itu selaras dengan perintah Allah, Allah balas dengan balasan atas amalan mereka secara sempurna, lengkap tanpa dikurangi. Bahkan Allah tambahkan dalam ganjaran mereka. Sesungguhnya Dia memiliki banyak ampunan bagi siapa yang meminta ampun dan bertaubat.
(Tafsir Al-Wajiz, Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili)

Wallahu a’lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒.🎗…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.