Kajian Fikih Praktis (005) : KITAB THAHARAH (Tentang Najis)

KAJIAN FIKIH PRAKTIS (005)

بسم الله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن ولاه،اما بعد.

Poro anggota kajian kadang temanggung, monggo kito lajengaken pembahasan feqih kito;

✅ CARA MENSUCIKAN NAJIS (2)

3⃣ Mensucikan pakaian yang terkena darah haidh.

Dari Asma’ binti Abi Bakar, ia berkata, “Salah seorang
perempuan datang menemui Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa
Sallam dan berkata, ‘Salah seorang di antara kami bajunya terkena darah
haid, apa yang mesti dilakukan?’ Beliau menjawab, “Hendaknya ia mengorek darah
tersebut, kemudian menggosoknya (menyikatnya) dengan siraman air. Setelah
itu, pakaian tersebut dapat digunakan untuk shalat’!”. (HR. Bukhari Muslim)

❓Jika bekas darah haidhnya itu masih ada dan tidak bisa hilang bagaimana????

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata : Khaulah
bertanya : “Ya Rasulullah, bagaimana kalau darah itu
tidak hilang? Rasulullah bersabda : “cukup bagimu
mencucinya dengan air, dan tidak mengapa dengan bekasnya”. (HR. Abu Daud).

Namun jika ada pembersih lain seperti sabun, deterjen dan pembersih lainnya maka itu lebih baik, sebagaimana hadits Qais binti Mihshan, ketika ia bertanya tentang darah haidh yang mengenai dipakaian. Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda;

Gosoklah (sikat) dengan kayu lalu cucilah ia dengan air yang dicampur daun bidara. (HR. Abu Daud).

4⃣ Mensucikan madzi dan wadi.

Cara membersihkan madzi dan wadi adalah dengan
mencuci kemaluan, berdasarkan riwayat dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu yang menyuruh Miqdad bin al-Aswad radhiyallahu ‘anhu untuk bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam perihal dirinya yang sering mengeluarkan
madzi, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,

ﻳﻐـﺴﻞ ﺫﻛﺮﻩ ﻭﻳﺘـﻮﺿﺄ
“(Hendaklah) dia mencuci kemaluannya dan berwudhu’.” (HR. Bukhari Muslim)

Apabila air madzi itu mengenai pakaian, maka
cukup dibersihkan dengan menyiramkan air setelapak tangan ke pakaian yang terkena madzi tersebut. Hal ini berdasarkan riwayat Sahl bin Hunaif radhiyallahu ‘anhu , dia bertanya kepada
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai
madzi yang mengenai pakaiannya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

ﻳﻜﻔﻴﻚ ﺃﻥ ﺗﺄﺧﺬ ﻛﻔﺎ ﻣﻦ ﻣﺎﺀ ﻓﺘـﻨﻀﺢ ﺑﻪ ﺛﻮ ﺑﻚ ﺣﻴﺚ ﺗﺮﻯ
ﺃﻧﻪ ﻗﺪ ﺃﺻﺎﺏ ﻣﻨﻪ
“Cukuplah bagimu mengambil air satu telapak tangan, lalu tuangkanlah ke pakaianmu (yang terkena madzi) sampai engkau lihat air tersebut mengenainya
(membasahinya). ” (Hadits Hasan, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Wallahu ta’ala a’lam bishawab

5⃣6⃣7⃣8⃣9⃣… Bersambung

? Khoiri Assalaky
PP Islam Al Irsyad, 16/04/2016
? Al Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil Aziz
Shahih Fiqhus Sunnah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.