Kajian Fikih Praktis (003) : KITAB THAHARAH (Tentang Najis)

KAJIAN FIKIH PRAKTIS (003)

بسم الله والصلاة والسلام على رسول الله، اما بعد؛

✅ LANJUTAN BENDA-BENDA NAJIS SESUAI DENGAN DALIL SYAR’I

7⃣ AIR LIUR ANJING

Hadits Abi Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; mensucikan bejana yang terkena jilatan anjing adalah dengan mencucinya 7 kali dan pertamanya dengan debu. (HR. Muslim)

8⃣ BANGKAI

Sedangkan bangkai adalah makhluk bernyawa yang mati dengan sendirinya tanpa disembilih secara syar’i.

Dalilnya : sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam; “Jika kulit bangkai itu disamak, maka ia akan menjadi suci.” (HR. Muslim)

Mafhum hadits ini menunjukkan akan najisnya bangkai. Akan tetapi ada pengecualian dalam masalah ini, yakni ada beberapa bangkai yang tetap suci, yaitu;

➡BANGKAI IKAN DAN BELALANG.
Dengan dasar sabda Nabi Shallallahu alaihi wasallam, “Telah dihalalkan bagi kita dua bangkai dan dua darah, adapun dua bangkai adalah bangkai ikan dan belalang, adapun dua darah adalah hati dan limpa.” (HR. Ibnu Majah, Ahmad dengan sanan shahih)

➡BANGKAI DARI BINATANG YG TIDAK MEMILIKI DARAH YANG MENGALIR.
Seperti; Lalat, lebah, semut dll.
Dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam tentang lalat, Beliau bersbda; “Jika ada lalat jatuh ke salah satu bejana kalian, maka tenggelamkanlah seluruh bagiannya kemudian baru dibuang, karena pada salah satu sayapnya itu ada penyakitnya namun pada sayap yang lainnya terdapat penawarnya.” (HR. Al Bukhari)

➡TULANG, TANDUK, KUKU, RAMBUT DAN BULU DARI HEWAN MATI

Semua ini itu tetap suci berdasar hukum asal, sebagaimana imam Al Bukhari menyebutkan riwayat dari Iamam Az Zuhri, tentang tulang dari bangkai gajah dan lainnya beliau mengatakan, “Aku mendapati manusia dari kalangan ulama salaf menjadikannya sisir, dan menaruh minyak padanya, yang demikian itu tidak mengapa bagi mereka. (Shaih Al Bukhari 1/342)
Hammad juga mengatakan, “Tidak mengapa menggunakan bulu dari binatang yang mati.”

9⃣ DAGING YG DIPOTONG DARI BINATANG YG MASIH HIDUP

Misal; kuping atau kaki kambing yg dipotong dari kambing yg masih hidup.

Hal ini berdasar sabda Nabi Shallallahu alaihi wasallam; “Apa saja yang dipotong dari binatang yang masih hidup maka ia dihukumi bangkai.” (HR. At Tirmizi, Abu Daud dan Ibnu Majah).

Inilah benda-benda najis yang ditunjukkan oleh dalil.

Wallahu ta’ala a’lam bish shawab.

PIA Tengaran, Sabtu 26/03/16

? Al Wajiz Fi Fiqhis Sunnah wal Kitabil Aziz, Syeikh Abdul Azhim Badawu
Shahih fiqhis Sunnah wa adillatuhu wa Taudhihu Mazahibi Aimah, Abu Malik Kamal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.