Jihad yang terlalaikan

💧 *Jihad yang terlalaikan …*

✍Jihad yang benar hanya dapat dilakukan oleh ahli ilmu.
Jihad itu termasuk jalan yang berat karena akan dimusuhi orang banyak.

Jihad melawan orang munafik termasuk seutama-utama jihad dengan lisan dan tulisan.
Dan Allah telah memerintahkan jihad melawan orang-orang munafik dan bersikap keras terhadap mereka. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ‌ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ‌
Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya. (At-Taubah : 73).

Adapun maksud jihad melawan kaum munafik ini tidak lah sama dengan jihad melawan kaum kafir yang jelas menunjukkan sikap permusuhannya terhadap Islam dan kaum muslimin. Sebagian ahli tafsir menjelaskan bahwa jihad melawan kaum kafir yang memerangi umat Islam itu dengan pedang sedangkan jihad melawan kaum munafik itu dengan lisan sebagaimana yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas.

Berkata Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram,
Firman Allah,

يٰٓأَيُّهَا النَّبِىُّ جٰهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنٰفِقِينَ
(Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu)
Dan berjihad melawan orang-orang kafir adalah dengan memerangi mereka sampai mereka masuk Islam. Sedangkan berjihad melawan orang-orang munafik adalah dengan menegakkan hujjah atas mereka, dan menegakkan hukum had kepada mereka karena mereka adalah orang-orang yang paling banyak melanggar had sebab mereka tidak takut kepada Allah.

وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ
(dan bersikap keraslah terhadap mereka)
Makna (الغلط) yakni hati yang keras dan sikap yang tegas; beginilah seharusnya muamalat orang-orang beriman kepada dua golongan ini (orang kafir dan munafik) di dunia, dan bagi mereka azab neraka di akhirat.
(Tafsir Al-Mukhtashar, Markaz Tafsir, Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid)

Berkata Imam Ibnu Katsir رحمه الله,
Allah telah menyuruh Rasul-Nya untuk berjihad melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafik serta bersikap keras kepada mereka. Sebagaimana Allah juga telah menyuruhnya untuk bersikap lemah-lembut kepada orang-orang mukmin yang mengikutinya. Selain itu, Allah juga memberitahukan bahwa tempat kembali orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu adalah neraka di akhirat kelak.
Dari Amirul Mukminin `Ali bin Abi Thalib, ia menceritakan, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم diutus dengan empat macam ayat saif (ayat pedang):
Pertama, ayat saif Yang ditujukan kepada orang-orang musyrik:
“Apabila sudah habis bulan-bulan haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrik itu.” (at-Taubah: 5)
Kedua, ayat sair yang ditujukan kepada orang-orang kafir dari kalangan ahlul kitab:
“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak pula kepada hari akhir. Dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya serta tidak beragama dengan agama yang benar [agama Allah]. [Yaitu orang-orang] yang diberikan al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (At-Taubah: 29)
Ketiga, ayat saif yang ditujukan kepada orang-orang munafik:
“Berjihadlah melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu.” (At-Taubah: 73)
Keempat, ayat saif yang ditujukan kepada orang-orang yang berbuat aniaya:
“Maka perangilah golongan yang berbuat aniaya tersebut, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah.” (Al-Hujuraat: 9)

Yang demikian itu menunjukkan, bahwa mereka berjihad dengan membawa pedang, jika mereka memperlihatkan kemunafikan. Pendapat ini merupakan pilihan Ibnu Jarir.
Mengenai firman Allah:
جَاهِدِ الْكُفَّارَ‌ وَالْمُنَافِقِينَ
“Berjihadlah melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu.” Ibnu Mas’ud mengatakan: “Yaitu dengan menggunakan tangan, jika tidak mampu, maka dengan memperlihatkan wajah muram.”
Sedangkan Ibnu `Abbas mengatakan: “Allah telah memerintahkan kepada Rasulullah untuk berjihad melawan orang-orang kafir dengan menggunakan pedang dan terhadap orang-orang munafik dengan menggunakan lisan, serta tidak menampakkan kelembutan kepada mereka”.
Adh-Dhahhak mengatakan:
“Perangilah orang-orang kafir dengan menggunakan pedang dan bersikap keraslah terhadap orang-orang munafik melalui ucapan, yang demikian itu merupakan jihad melawan mereka.”
Hal yang senada juga diceritakan dari Muqatil dan ar-Rabi’ bin Anas.
Al-Hasan al-Bashri, Qatadah dan Mujahid mengatakan:
“Jihad melawan mereka itu berwujud pemberlakuan hudud [hukum] kepada mereka.”
(Tafsir Ibnu Katsir)

Termasuk dalam barisan orang-orang munafik adalah para pemimpin yang sesat. Mereka juga harus diperangi dengan membuka kedok kesesatannya.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم lebih khawatir akan keberadaan mereka dibanding dengan dajjal.
Diriwayatkan dari Abu Dzar berkata:

” كُنْتُ أَمْشِي مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ : ( لَغَيْرُ الدَّجَّالِ أَخْوَفُنِي عَلَى أُمَّتِي ) قَالَهَا ثَلَاثًا . قَالَ : قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ ، مَا هَذَا الَّذِي غَيْرُ الدَّجَّالِ أَخْوَفُكَ عَلَى أُمَّتِكَ ؟ قَالَ : أَئِمَّةً مُضِلِّين
“Aku berjalan bersama Rasulullah lalu Beliau bersabda: Sungguh selain Dajjâl ada yang sangat membuatku khawatir atas umatku. Beliau sampaikan tiga kali,
lalu Abu Dzar berkata: Aku bertanya: Wahai Rasulullah, Apa yang lebih Engkau khawatirkan atas umatmu selain Dajjâl ?
Beliau menjawab: Para pemimpin yang menyesatkan.”(HR Ahmad dalam Al-Musnad, 21296 dishohihkan Sl-Albany dalsm Silsilah As-Shahihah, 1989]

Didalam hadits yang lain Nabi صلى الله عليه وسلم sangat khawatir sekali akan keberadaan mereka.
Beliau bersabda:

إِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي الْأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ
“Yang aku takuti atas umatku hanyalah para pemimpin yang menyesatkan.”[HR Abu Daud, 4252 dan At-Tirmidzi, 2229 dishahihkan Al-Albani)

Imam Ibnu Qayyim رحمه الله berkata:

بيان ضلالة المضل من أفضل الجهاد
“Menjelaskan kesesatan orang yg sesat termasuk jihad yg paling utama”. (Showa’iq mursalah 1/102)

Wallahu a’lam.

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒.🖊..🖋

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.