Hikmah diperintahkan makan dan minum di hari tasyrik …

💧 Hikmah diperintahkan makan dan minum di hari tasyrik …

💖Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

أيام التشريق أيام أكل وشرب وذكر لله (رواه مسلم، رقم 1141)

“Hari-hari tasyriq adalah hari makan, minum dan mengingat Allah.” (HR. Muslim, no. 1141).

Diriwayatkan oleh Tirmizi, 2418 dari Abu Muroah, budak Ummu Hani’ bahwa dia masuk bersama Abdullah bin Amr ke ayahnya Amr bin Ash. Kemudian disodorkan makanan kepada keduanya. Dan berkata, “Makanlah?” Dia berkata, ”Saya sedang berpuasa.” Maka Amr mengatakan, “Makanlah, hari-hari ini dahulu Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk berbuka dan melarang berpuasa.” Imam Malik mengatakan, “Dia adalah hari-hari tasyriq.” (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Abu Daud)

Diperintahkan kaum muslimin untuk merayakan hari Raya Tasyrik dengan makan dan minum supaya mereka kuat dalam memperbanyak dzikr dan doa di hari itu.
Allah berfirman,

وَٱذۡكُرُوا۟ ٱللَّهَ فِیۤ أَیَّامࣲ مَّعۡدُودَ ٰ⁠تࣲۚ فَمَن تَعَجَّلَ فِی یَوۡمَیۡنِ فَلَاۤ إِثۡمَ عَلَیۡهِ وَمَن تَأَخَّرَ فَلَاۤ إِثۡمَ عَلَیۡهِۖ لِمَنِ ٱتَّقَىٰۗ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعۡلَمُوۤا۟ أَنَّكُمۡ إِلَیۡهِ تُحۡشَرُونَ
“Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya, bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.”[Surat Al-Baqarah: 203]

Adapun doa yang diperintahkan untuk diperbanyak adalah doa,

رَبَّنَاۤ ءَاتِنَا فِی ٱلدُّنۡیَا حَسَنَةࣰ وَفِی ٱلۡـَٔاخِرَةِ حَسَنَةࣰ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

Sebagaimana yang Allah perintahkan dalam ayat sebelumnya. Dan yang demikian itu merupakan amalan para Salaf sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Umar رضي الله عنه.

فَإِذَا قَضَیۡتُم مَّنَـٰسِكَكُمۡ فَٱذۡكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَذِكۡرِكُمۡ ءَابَاۤءَكُمۡ أَوۡ أَشَدَّ ذِكۡرࣰاۗ فَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن یَقُولُ رَبَّنَاۤ ءَاتِنَا فِی ٱلدُّنۡیَا وَمَا لَهُۥ فِی ٱلۡـَٔاخِرَةِ مِنۡ خَلَـٰقࣲ
وَمِنۡهُم مَّن یَقُولُ رَبَّنَاۤ ءَاتِنَا فِی ٱلدُّنۡیَا حَسَنَةࣰ وَفِی ٱلۡـَٔاخِرَةِ حَسَنَةࣰ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
“Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”.”
[Surat Al-Baqarah : 200-201]

📌Jangan biarkan berlalu hari-hari utama ini dengan dzikir dan doa yang dicintai Allah…!

Wallahu a’lam

🍃Abu Yusuf Madruhin Sahal, Lc

✏📚✒.💧…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.