Duduk bersama orang Sholih

💧 *Duduk bersama orang Sholih …*

🔥Allah berfirman:

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا.
“Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan di senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini. Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas” [Al-Kahfi: 28]

Syaikh As-Sa’di mengatakan bahwa Allah memerintahkan Nabi-Nya, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar beliau bersabar bersama orang-orang Mukmin, orang-orang yang beribadah, orang-orang yang banyak kembali (bertaubat) kepada Allah. Yaitu orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan di senja hari, yaitu di awal dan akhir siang, mereka mengharap keridhaan-Nya. Allah menyifati mereka dengan ibadah dan ikhlas dalam beribadah.
Di dalam ayat ini terdapat perintah untuk berkawan dengan orang-orang baik, menundukkan jiwa untuk berkawan dan bergaul dengan mereka, walaupun mereka adalah orang-orang miskin, karena sesungguhnya berkawan dengan mereka terdapat faedah-faedah yang tidak terbatas”.
(Taisir Karimir Rahman, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’adi)

Berkata Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili,
Yakni tahanlah dirimu bersama mereka.
Bukan mengharapkan perhiasan dunia. Mereka ini adalah para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang fakir. Dalam ayat ini terdapat perintah untuk bergaul dengan orang-orang yang baik meskipun mereka dianggap rendah oleh manusia atau keadaannya miskin. Karena hal itu berbahaya dan tidak bermanfaat serta memutuskan maslahat agama, di mana di dalamnya terdapat ketergantungan hati kepada dunia, sehingga pikiran dan perhatian tertuju kepadanya dan hilang dari hatinya cinta kepada akhirat. Yang demikian karena keindahan dunia sangat menakjubkan bagi orang yang memandangnya, mempengaruhi akalnya, sehingga membuat hati lalai dari mengingat Allah, dan akhirnya ia akan mendatangi kelezatan dunia dan mengikuti kesenangan hawa nafsunya, waktunya pun menjadi sia-sia dan keadaannya menjadi tidak terkendali, sehingga ia menjadi orang yang rugi dan menyesal selama-lamanya.
Yakni dari Al Qur’an atau dari mengingat Allah. Hal itu karena ia lupa kepada Allah, maka Allah hukum dengan melalaikan hatinya dari mengingat-Nya. Meskipun di sana terdapat kerugian dan kebinasaan bagi dirinya. Yakni maslahat agama dan dunianya menjadi sia-sia. Orang yang seperti ini dilarang Allah untuk diituruti, karena menurutinya akan membuatnya terus mengikuti. Bahkan yang layak diikuti adalah orang yang hatinya penuh rasa cinta kepada Allah, mengikuti keridhaan-Nya, di mana ia mendahulukan keridhaan Allah di atas hawa nafsunya, sehingga ia dapat menjaga waktunya dan keadaannya pun menjadi baik, perbuatannya istiqamah serta mengajak manusia kepada nikmat yang dikaruniakan Allah itu kepadanya.
Dalam ayat ini terdapat anjuran berdzikr, berdoa dan beribadah di penghujung siang (pagi dan petang), karena Allah memuji mereka karena perbuatan itu, dan setiap perbuatan yang dipuji Allah menunjukkan bahwa Allah mencintainya, dan jika perbuatan itu dicintai-Nya, maka berarti Dia memerintahkan dan mendorongnya.
(Tafsir Al-Wajiz, Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah mengingatkan besarnya pengaruh teman duduk, sehingga seseorang harus betul-betul selektif dalam memilih teman duduknya.
Beliau bersabda,

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً
“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu; engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari, 2101)

Imam Ibnul Qoyyim رحمه الله berkata :

مجالسة الصالحين تحولك من ستة إلى ستة:
• من الشك إلى اليقين ..
• من الرياء إلى الإخلاص ..
• من الغفلة إلى الذكر ..
• من الرغبة في الدنيا إلى الرغبة في الآخرة ..
• من الكبر إلى التواضع ..
• من سوء النية إلى النصيحة.
📂إغاثة اللحفان 1/136

Duduk bersama orang-orang yang saleh itu akan mengubah 6 keadaanmu menuju 6 keadaan lain :
• Dari keraguan menuju keyakinan.
• Dari rasa ingin dilihat orang lain menuju keikhlasan.
• Dari kelalaian menuju dzikir (mengingat) Allah.
• Dari cinta dunia menuju cinta akhirat.
• Dari sikap sombong menuju sifat tawadhu’ dan rendah hati.
• Dari buruknya niat menuju rasa empati yang baik.
📂 Ighotsah al-Lahafan 1/136.

Wallahu a’lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒.💫…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.