Dengan sabar mendapatkan ganti yang lebih baik

💖 *Dengan sabar mendapatkan ganti yang lebih baik …*

✍Sabar adalah salah satu sendi pondasi keimanan seorang Muslim. Kesabaran juga menunjukkan kualitas dan tinggi rendahnya iman seseorang. Sebab, ujian yang berat dalam kehidupan sering kali menjadikan seseorang berada dalam puncak keputus asaan.
Sehingga hanya karena imanlah yang menjadikan dia bertahan.
Dengan sabar yang disertai keimanan dan ketakwaan kepada Allah, seorang Muslim tidak dapat digoyahkan tipu daya syaithan.
Allah berfirman,

وَإِن تَصۡبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ لَا یَضُرُّكُمۡ كَیۡدُهُمۡ شَیۡـًٔاۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِمَا یَعۡمَلُونَ مُحِیطࣱ
“Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka kerjakan.”(Ali Imran: 120)

Ada kisah yang menakjubkan dari kisah Ummu Salamah, istri Nabi dengan kesabarannya.
Ummu Salama berkata bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,
Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا.
“Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah ang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik”, maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.” Ketika, Abu Salamah suamiku wafat, aku pun menyebut do’a sebagaimana yang Rasulullah perintahkan padaku. Allah pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”(HR. Muslim, 918)

Setiap orang yang beriman pasti akan ditimpakan musibah di dalam hidupnya sebagai ujian dari Allah. Mereka yang berhasil atas ujian itu adalah mereka yang mampu bersabar.
Sabar memiliki kedudukan yang agung di dalam Islam.
Imam Ahmad رحمه الله pernah berkata, “Penyebutan kata sabar di dalam Al Qur’an ada di lebih dari 90 tempat. Sabar adalah bagian dari iman, sebagaimana kedudukan kepala bagi tubuh. Hal tersebut dikarenakan orang yang tidak memiliki kesabaran dalam menjalankan ketaatan, tidak memiliki kesabaran untuk menjauhi maksiat, dan tidak memiliki kesabaran tatkala tertimpa takdir Allah yang tidak menyenangkan, maka dia kehilangan banyak sekali bagian keimanan” (At Tamhid li Syarh Kitabit Tauhid)

Berkata Umar bin Abdul Aziz رحمه الله,

ما أنعم الله على عبد نعمة فانتزعها منه فعاضه مكانها الصبر إلا كان ما عوضه خيراً مما انتزعه. ثم قرأ:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ [الزمر :10]
📚الصبر والثواب عليه، لابن أبي الدنيا ص. 30

Tidaklah Allah menganugerahi suatu nikmat kepada hambanya lalu Dia mencabutnya darinya, lalu si hamba menerima hal itu dengan sabar melainkan apa yang akan digantikan Allah untuknya lebih baik daripada yang telah dicabutnya. Kemudian dia membaca ayat:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ [الزمر :10]
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”(Az-Zumar: 10)
📚As-Shobr wa Ats-Tsawab alaih, Ibnu Abid Dunya h. 30

Wallahu a’lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒.🌹..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.